Hati-hati WiFi palsu

Hati-hati memanfaatkan wifi gratisan. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Hati-hati memanfaatkan wifi gratisan. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi, Relawan TIK Sulsel

SAAT ini hampir semua tempat umum tersedia layanan Free WiFi. Koneksi WiFi ada dimana saja, Hotel, Cafe, Warkop, Restoran, Taman Umum, Perusahaan, Bank, dan bahkan di Bus Umum pun sudah ada yang menyediakan fasilitas wifi gratisan.

Jaringan WiFi yang tersedia ini dapat dikoneksikan langsung dengan password atau dengan membeli voucher untuk terhubung ke jaringan WiFi nasional. Namun, perlu juga berhati-hati, jangan sampai mengakses jaringan WiFi palsu yang terbuka atau bisa diakses langsung tanpa password.

Berhati-hatilah terhadap jaringan WiFi palsu, karena dapat menjadi sarana hacker yang tidak bertanggungjawab untuk mengakses data pribadi secara diam-diam melalui perangkat ponsel yang terhubung. Data-data seperti e-mail, akun media sosial bahkan sampai data rekening pribadi dapat diakses melalui jaringan WiFi palsu ini.

Disamping mudah diakses karena tidak memerlukan password, tidak mudah untuk membedakan jaringan WiFi palsu dengan jaringan WiFi resmi yang tersedia sebagai layananan umum.

Berikut ada beberapa saran untuk menghindari terhubung dengan jaringan WiFi palsu, yaitu:

1. Hati-hati WiFi palsu

Cara terbaik meminimalisirnya adalah hindari pemakaian jaringan WiFi di tempat umum yang menawarkan akses WiFi  tanpa password. Information Technology Security Specialist Vaksinkom, Alfons Tanujaya mengatakan cara hacker melakukan tapping adalah dengan menjadi penyedia WiFi palsu (hotspot provider). Apabila ada yang terkoneksi dengan bandwidth WiFi tersebut, maka dapat dipastikan segala aktivitas browsing bisa dilihat oleh hacker.

2. Jangan Login dan Transaksi keuangan

Matikan WiFi Anda jika sedang tidak digunakan dan batasi kegunaannya, jangan mengakses akun perbankan (ebanking) jika terpaksa menggunakan layanan WiFi untuk umum.

Cara lain untuk menyadap jaringan WiFi adalah dengan menjebol pengamanan WiFi yang memiliki kelemahan dalam keamanan siber. Biasanya WiFi yang ditargetkan adalah WiFi gratis yang berada di area publik.

Information Technology Security Specialist Vaksinkom, Alfons Tanujaya, menyebut para hacker ini memang sengaja mengincar jaringan (platform) yang banyak digunakan, seperti Wifi di tempat umum semacam Starbucks. Intinya pengguna wifi  gratisan disarankan agar tidak browsing yang membutuhkan username dan password. Cukup lakukan browsing atau streaming saja.

Selain itu, bisa juga mengunduh solusi keamanan yang dapat diandalkan, seperti Kaspersky Internet Security untuk mencegah kebocoran password dan data pribadi.

Hati-hati memanfaatkan free wifi. (foto: liputan6)

Hati-hati memanfaatkan free wifi. (foto: liputan6)

3. Gunakan VPN terpercaya

Jika menggunakan fasilitas wifi di tempat umum, sebaiknya hanya mengakses situs-situs resmi yang menunjang HTTPS, seperti Google, Wikipedia dan banyak lainnya. Unduh plugin khusus untuk berinternet dengan aman jika sedang bepergian dan menggunakan laptop di tempat umum.

Apabila memang terpaksa untuk melakukan log in, disarankan  menggunakan Virtual Private Network (VPN) yang menyediakan koneksi yang aman dan dari developer terpercaya. Pengguna harus memilah mana VPN terpercaya. Pasalnya, hacker juga mampu memalsukan VPN,  jangan sampai niat untuk mengamankan diri malah berubah menjadi membahayakan diri.

Demikian. Semoga bermanfaat adanya. (*)

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response