Diguncang Gempa dalam 2 Pekan, Mamasa Mencekam!

Warga membangun tenda-tenda pengungsian di lapangan pasca dua pekan Mamasa diguncang gempa. (sumber foto: newsdetik.com)

Warga membangun tenda-tenda pengungsian di lapangan pasca dua pekan Mamasa diguncang gempa. (sumber foto: newsdetik.com)

 

PALONTARAQ.ID, MAMASA — Rentetan gempa bumi terus mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat. “Ini sudah tidak biasa-biasa lagi, sudah ratusan kali gempa bumi melanda Mamasa dalam kurung waktu dua pekan,” kata Bupati Mamasa H Ramlan Badawi kepada awak pers. Jumat, 16 Nopember. Sementara itu, BMKG dalam tabel ‘Distribusi Gempa Bumi dan Sekitarnya’ menyatakan gempa yang teranalisis di Hari Jumat, 16 Nopember sebanyak 61 kali dan gempa yang dirasakan 9 kali.

Walau gempa tersebut tidak menimbulkan dampak besar, Ramlan berharap dukungan dan doa semua pihak agar bencana ini bisa segera berakhir. Sehari sebelumnya, Kamis, 15 Nopember, sebanyak 19 kali rentetan gempa berskala 5,5 SR terjadi pada pukul 06.01.20 WIB atau sekitar 07.02.11 WITA.  Lokasi gempa berada di titik koordinat 2.96 LS,119.44 BT, di kedalaman 10 km, pusatnya  berada di 12 km tenggara Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Demikian disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resminya pada Twitter @infoBMKG.

Gempa mengakibatkan ratusan rumah di Desa Lambanan, rusak. Warga yang panik dan ketakutan memilih meninggalkan rumah mereka sehingga kampung kosong. Gempa bumi di Mamasa hanya berselang enam jam setelah gempa kekuatan 5,3 SR guncang Klungkung, Bali. Dari Informasi berbagai sumber yang dihimpun Palontaraq,  tingkat kerusakan yang ditimbulkan gempa bervariasi. Sejumlah rumah tampak ambruk hingga rata dengan tanah, sebagian besar rusak parah dan banyak retakan di dinding bangunan.

Hingga kini, belum ada data resmi terkait kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa bumi. “Tidak ada yang bisa memastikan kapan gempa akan terjadi, saya hanya berharap doa dari semua orang agar gempa yang sudah menimbulkan trauma dan rasa takut ini, bisa segera berakhir,” harap Ramlan Badwi, Bupati Mamasa.

Dua Pekan Diguncang Gempa

Gempa yang terjadi pada Hari Kamis dan Jumat tersebut, masih merupakan kelanjutan dari gempa yang terjadi sepekan sebelumnya. Pada Rabu (14/11/2018) pagi, gempa bumi beruntun juga mengguncang Kabupaten Mamasa. Tercatat terjadi 8 kali getaran gempa berskala 2,3 – 4,6 SR.  Begitu pula 2 hari sebelumnya, Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,2 SR  mengguncang wilayah Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (12/11/2018) sekitar pukul 16.26.59.k

Pada pekan sebelumnya, setidaknya selama 11 Jam, terdapat 12 kali Gempa Guncang Sulawesi Barat, Diberitakan sebelumnya, gempa bumi terjadi di wilayah Sulawesi Barat, Sabtu (10/11/2018). Sejak dini hari 01.00 hingga pukul 12.40 WIB atau 02.00-13.00 WITA terhitung sekitar 11 jam, gempa bumi sudah terjadi 12 kali.  Berdasarkan pengamatan di Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lokasi yang terkena dampak adalah Kabupaten Mamasa, Sulbar.

Warga Bangun Tenda Pengungsi

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, Daud Sattu, mengatakan, pengungsi akibat trauma guncangan gempa yang terus menerus dan skalanya cenderung bertambah. Daud menyebutkan, berdasarkan data yang dimiliki, saat ini tencatat lebih dari 10 ribu warga Mamasa meninggalkan rumah dan mengungsi ke daerah terbuka. “Saat ini masyarakat masih berada di pengungsian dan terus mengalami penambahan, apalagi pasca gempa 5,1 SR tadi malam,”ungkapnya.

Ia mengatakan, lebih dari 10 ribu masyarakat tersebut mengungsi kelima daerah di Kabupaten Mamasa, menjauhi pusat gempa. Umumnya warga  mengungsi ke Lapangan Sumarorong, Missawa, Mamasa Tandukalau dan Balla.  Daerah yang paling banyak pengungsi adalah Sumarorong, sampai sekarang kami mencatat sekitar 7000-an warga Mamasa mengungsi kesana.

Sejak gempa bumi berkekuatan 5,2 SR mengguncang wilayah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada pukul 16.42 WIB, Rabu (7/11/2018). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa titik pusat gempa berada di 9 kilometer sebelah tenggara Mamasa, Sulawesi Barat pada kedalaman 11 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Sejak pekan pertama Nopember, Sabtu (3/11/2018), gempa telah mengguncang Mamasa dan sekitarnya.  Gempa yang berlangsung hanya dalam hitungan detik tersebut sejak saat itu banyak warga yang memutuskan untuk tinggal di luar rumah, dan sampai sekarang masih didera ketakutan, termasuk ribuan siswa yang berada di sekolah dan pasien di rumah sakit.

Sampai saat ini, warga Mamasa Sulawesi Barat belum tenang, setiap hari gempa dengan skala yang berbeda-beda. Sudah dua pekan berlangsung, dan juga dirasakan getarannya sampai di berbagai daerah kabupaten di Sulawesi Barat, seperti Mamasa, Polewali Mandar, Majen, hingga Kota Mamuju. “Kita imbau kepada semua warga agar tidak panik dan tetap tenang menghadapi situasi gempa. Pemerintah telah mempersiapkan lapangan Mamasa sebagai tempat pengungsian jika kondisi gempa makin parah, tapi kita berharap ini segera reda,” kata Daud Sattu, Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa. (*)

(* Berita dihimpun dari berbagai sumber dan konfirmasi Kontributor Palontaraq

Like it? Share it!

Leave A Response