Relawan ARPS Rawat Korban Gempa Palu di RSWS

Para Relawan ARPS menjenguk Kayla, korban gempa Palu yang dirawat di Lontara II RS Wahidin SH. (foto: ist/tiwiccu)

Para Relawan ARPS menjenguk Kayla, korban gempa Palu yang dirawat di Lontara II RS Wahidin Sudirohusodo (RSWS)  (foto: ist/tiwiccu)

 

PALONTARAQ.ID, MAKASSAR –Aliansi Relawan Pendidikan Sulawesi Selatan (ARPS) yang berhimpun didalamnya lebih dari dua puluh komunitas peduli pendidikan, kaum dhuafa, serta korban gempa menebar relawannya untuk kerja-kerja kemanusiaan dan pengabdian sosial. Beberapa diantaranya sudah ke Lombok NTB dan Palu Sulawesi Tengah sebagai relawan pendidikan dan memberi dukungan psikososial. Beberapa relawan ARPS lainnya menangani pemulihan sosial korban gempa pada titik-titip camp pengungsian di Makassar, serta merawat korban gempa yang sementara rawat inap di berbagai Rumah Sakit di Makassar.

Koordinator ARPS, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa dengan ARPS ini, kita tetap akan melanjutkan kerja-kerja kerelawanan, menebar sebanyak mungkin manfaat dan membantu mereka yang membutuhkan. “Biarlah kita tetap menjadi pahlawan kesunyian. Relawan adalah pahlawan kesunyian, yang harus tetap bekerja tanpa pamrih, dengan segenap potensi yang kita miliki”, ujarnya.

Sementara itu, beberapa relawan yang sudah kembali dari Lombok dan Palu, kembali memfokuskan kerja-kerja pemulihan psikologis dari korban gempa Palu yang masih terkonsentrasi di Rumah Sakit. Salah satu diantaranya adalah pelajar Kelas VIII SMP dari Palu, bernama Kayla. Saat ini intens dirawat dan dikunjungi para relawan ARPS, bahkan ikut menginap di ruang perawatan Lontara II Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo (RSWS) di Tamalanrea Makassar, tempat kayla dirawat.

Kayla. (foto: ist/tiwiccu)

Kayla. (foto: ist/tiwiccu)

Menurut Ahdasa Dihamdika, salah seorang relawan yang setiap hari menjaga Kayla mengungkapkan bahwa saat ini Kayla sudah mengalami perkembangan yang baik. “Sudah agak baikan dari sebelumnya. Sekarang Kayla sudah dapat duduk dan bercerita. Kayla sempat mengalami kelumpuhan dan nyeri pada kaki kanan dan paha kiri akibat terhimpit pada reruntuhan pagar kantor saat terjadi gempa, Alhamdulillah, Lumpuhnya tidak permanen dan sudah ditangani oleh dokter dengan baik. Sekarang sudah cukup membaik. Meski begitu Kayla tetap membutuhkan semangat dan trauma healing dari kakak-kakak relawan”, ungkapnya.

Beberapa relawan ARPS juga datang, tak sekadar menghibur, tapi memberikan les privat secara tidak langsung agar Kayla tidak melupakan pelajaran sekolahnya. Seperti yang dilakukan Nur Kamilah dan Sri Hastuti yang dengan setia mendampingi mengajarkan bahasa inggris. Ada pula Nur Pratiwi, Mega Ayuni, Anton, dan Ibrahim yang membantu menyiapkan segala kebutuhan perawatan Kayla. Para relawan ini umumnya merupakan fresh graduate dan yang lainnya masih berstatus sebagai mahasiswa. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response