Oleh: Ummu ‘Adil
PALONTARAQ.ID – Mengunjungi, menjenguk, dan mendo’akan orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim yang harus dipenuhi sebagai salah satu upaya merekatkan tali silaturrahim.
Terlebih lagi jika memiliki hubungan keluarga dan kekerabatan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya.
Mengunjungi dan Menjenguk Orang Sakit
Mengunjungi dan menjenguk orang sakit termasuk amal salih dan kebaikan yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada ampunan, rahmat, dan surga Allah SWT.
Menjenguk Orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.
Saat menjenguk orang yang sakit, perhatikanlah adab, kondisi pasien dan keluarga yang menjaganya, serta tidak bercerita segala hal yang menakutkan pasien terhadap penyakitnya.
Berikanlah semangat dan sampaikan berita gembira bahwa kondisi sakit seorang yang beriman merupakan jalan Allah SWT untuk menggugurkan dosanya, serta memberikannya hikmah dan pengajaran yang lebih baik dalam kehidupannya.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ،
فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.
Artinya:
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras.”
“Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).
Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ
Artinya: “Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).
Atau Do’a:
أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud)

Mendo’akan Orang yang Sakit
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Nabi SAW pernah meminta perlindungan kepada Allah untuk anggota keluarganya. Beliau mengusap dengan tangan kanannya dan berdo’a:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِه وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Artinya:
“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim)
Bagi yang sakit, semoga diberi kesembuhan. Bagi keluarga pasien semoga diberi kesabaran dan ketabahan. (*)


