BerandaIslamDzikir dari sudut pandang Ilmu Kesehatan

Dzikir dari sudut pandang Ilmu Kesehatan

Oleh:  Muhammad Farid Wajdi

Tulisan sebelumnya: Manfaat Membaca Al-Qur’an bagi Kesehatan

PALONTARAQ.ID – Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan bagi seluruh umat manusia. Keseluruhan hidupnya adalah contoh hidup bahagia dan sukses, tidak hanya di dunia tapi juga di akherat kelak.

Allah SWT menegaskan dalam firmanNYA bahwa tidaklah beliau diutus sebagai Nabi dan Rasul selain untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam dan Islam yang dibawanya telah dinyatakan sempurna sebagai agama, sebagai “way of life”.

Islam telah mengatur segalanya, dari masuk WC sampai bagaimana bernegara dan berpemerintahan dengan baik. Keseluruhan perbuatan Nabi SAW semasa hidupnya dipandang sebagai sunnah dan itulah kemudian menjadi sumber rujukan atau referensi dalam menjalankan Ajaran Islam.

Nabi Muhammad SAW dipandang sebagai “Panduan Kehidupan” pada apa saja yang dilakukan, diucapkan, diperintahkan ataupun yang dilarangnya.

Salah satu anjuran yang selalu diingatkannya kepada umatnya adalah senantiasa berdzikir, memuji Allah SWT dan memperbanyak do’a dan tilawah.

Ternyata dari segi ilmu kesehatan, Dzikir merupakan obat yang paling mujarab. Tentu hal ini tidak diragukan lagi, karena Allah SWT yang menurunkan penyakit, tentu Allah SWT yang menurunkan obat dan penawarnya.

Allah Maha Kuasa dan Berkehendak atas segala sesuatu. Dzikir atau Berdzikir adalah salah satu wujud penghambaan dan kecintaan kepada Allah SWT, menjadi anjuran Rasulullah SAW agar senantiasa dilakukan, baik dalam keadaan sehat maupun dalam keadaan sakit.

Seorang Dokter, dr.AY Saleh, M.Kes.Sp.S dari Rumah Sakit Sunter Jakarta, menyatakan bahwa Dzikir itu menyehatkan. Dokter ini menunjukkan lewat riset pada pasiennya dimana pasien yang berdzikir pulih lebih cepat dibandingkan dengan pasien yang enggan atau tidak pernah berdzikir.

Pasien yang mengalami persoalan Alzheimer dan Stroke, akan lebih baik keadaannya setelah membiasakan dzikir dengan melafadzkan kalimat tauhid “Laa iIlaaha illallah” serta kalimat istighfar “Astaghfirullah”.

Dengan berdzikir, akan sehat fisik dan psikis. (foto: cahayaislam)
Dengan berdzikir, akan sehat fisik dan psikis. (foto: ardhanz)

Dilihat dari Ilmu Kedokteran Holistik, Pengucapan “Laa iIlaaha illallah” serta “Astaghfirullah” bisa menyingkirkan nyeri dan dapat menumbuhkan ketenangan dan kestabilan syaraf untuk pasien.

Lantaran dalam kedua bacaan dzikir itu ada huruf JAHR yang bisa mengeluarkan CO2 dari otak. Dalam kalimat “Laa Ilaaha Illallah” ada Huruf JAHR yang diulang tujuh kali, yakni huruf “Lam”.

Sedang Ucapan “Astaghfirulloh” ada huruf “Ghayn”, ” Ra”, serta dua huruf “Lam” hingga ada 4 Huruf JAHR yang mesti dilafadzkan keras hingga kalimat dzikir tersebut mengeluarkan karbondioksida semakin banyak waktu udara dihembuskan keluar mulut.

Karbondioksida (CO2) yang dikeluarkan oleh tubuh tak mengubah pergantian diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila sistem pengeluaran CO2 kacau, jadi CO2 yang keluar juga kacau hingga mengakibatkan pembuluh darah di otak bakal melebar begitu terlalu berlebih saat kandungan CO2 didalam otak mengalami penurunan.

Dilihat dari tinjauan pengetahuan syaraf, ada hubungan yang erat pada pelafadzan huruf (Makharijal-huuruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernafasan keluar yang mengandung zat CO2 dan sistem yang rumit didalam otak pada keadaan fisik atau psikis spesial.

Demikian, Manfaat dzikir yang sepintas kedengarannya sederhana dan sukar dipercaya, tapi bagi Allah SWT, tidak ada yang tidak mungkin.

Keseluruhan penciptaannya mendatangkan banyak fadhilah yang tidak keseluruhannya diketahui manusia, kecuali dengan mendekatkan diri kepadanya agar hidup yang dijalaninya menjadi berkah.

Nabi SAW menganjurkan bahwa hidup berkah itu adalah hidup yang dipenuhi dengan berdzikir kepadaNYA, termasuk keberkahan hidup sehat.

Mari terus membiasakan diri dan lebih memperbanyak dzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid “Laa ilaaha illallah” dan kalimat istighfar “Astaghfirulloh” .

Subhanallah wal hamdulillah wa Lailaha illaLlah, wallahu Akbar. La haula wa quwwata illa biLlah. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT