Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Suatu kesyukuran bagi penulis, saat menata ulang Buku dan Majalah Perpustakaan Keluarga setelah sekian lama ditinggalkan dalam ruangan berdebu dan pengap, penulis menemukan satu buku tua terbitan Tahun 1957 Masehi/1376 Hijriyah.

Buku ini menarik perhatian bagi penulis, bukan hanya karena buku berjudul “Kaum Muslimin Tiongkok dalam Kemadjuan” itu ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Tionghoa, Bahasa Indonesia (ejaan lama) dan Bahasa Arab, tetapi juga karena buku tersebut memuat foto kegiatan Presiden RI, Soekarno pada Tahun 1956, baik di Tiongkok maupun di Jakarta.

Tak ayal lagi, buku tersebut dengan sendirinya bisa menjadi referensi sejarah yang berharga, bukan hanya karena didalamnya memuat kegiatan Presiden RI yang pertama di masa sebelas tahun terakhir sebelum Pemerintahanya “digulingkan” oleh Rezim Orde Baru, di tahun 1966, tetapi juga memuat kilas balik sejarah pemerintahan Bangsa Tiongkok.
Dalam buku ini juga termuat tentang Peta Penduduk Muslimin di Tiongkok yang terdiri atas berbagai bangsa, yaitu Bangsa Hui, Uigur, Kazak, Kalkas, Tadjik, Tatar, Uzbek, Tungsiang, Sala, Pauan serta daerah penduduk Bangsa Han dan bangsa minoritas lainnya di Tiongkok.



Pada halaman terakhir buku tiga bahasa itu tertulis “Ditjetak di Republik Rakyat Tiongkok”. Buku ini dengan sendirinya memberikan pengetahuan sejarah kepada kita tentang Persepsi orang Luar Indonesia, dalam hal ini Tiongkok tentang Hubungan Indonesia dengan Tiongkok di masa Pemerintahan “Orde Lama” Soekarno.

Pada salah satu foto, tergambar bagaimana Presiden Soekarno begitu dikagumi, diagung-agungkan, dan disambut dengan meriah oleh berbagai bangsa di Seluruh Tiongkok layaknya seorang pahlawan negeri Tiongkok sendiri, satu bukti bahwa Indonesia kala itu mempunyai kedudukan istimewa di tengah percaturan Dunia Internasional. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Penikmat Buku Sejarah dan Biografi



[…] Menemukan Foto Soekarno dalam Buku Tiongkok 1957 […]