BerandaKolomPustakaMenemukan Foto Soekarno dalam Buku Tiongkok 1957

Menemukan Foto Soekarno dalam Buku Tiongkok 1957

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Suatu kesyukuran bagi penulis,  saat menata ulang Buku dan Majalah Perpustakaan Keluarga setelah sekian lama ditinggalkan dalam ruangan berdebu dan pengap, penulis menemukan satu buku tua terbitan Tahun 1957 Masehi/1376 Hijriyah.

Buku tua koleksi Etta Adil (foto: mfaridwm/palontaraq)
Buku tua koleksi Etta Adil (foto: mfaridwm/palontaraq)

Buku ini menarik perhatian bagi penulis, bukan hanya karena buku berjudul “Kaum Muslimin Tiongkok dalam Kemadjuan” itu ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Tionghoa, Bahasa Indonesia (ejaan lama) dan Bahasa Arab, tetapi juga karena buku tersebut memuat foto kegiatan Presiden RI, Soekarno pada Tahun 1956, baik di Tiongkok maupun di Jakarta.

Peta Penduduk Muslim Tiongkok dalam Tahun 1957. (foto : ist/palontaraq)
Peta Penduduk Muslim Tiongkok dalam Tahun 1957. (foto: mfaridwm/palontaraq)

Tak ayal lagi, buku tersebut dengan sendirinya bisa menjadi referensi sejarah yang berharga, bukan hanya karena didalamnya memuat kegiatan Presiden RI yang pertama di masa sebelas tahun terakhir sebelum Pemerintahanya “digulingkan” oleh Rezim Orde Baru, di tahun 1966, tetapi juga memuat kilas balik sejarah pemerintahan Bangsa Tiongkok.

Dalam buku ini juga termuat tentang Peta Penduduk Muslimin di Tiongkok yang terdiri atas berbagai bangsa, yaitu Bangsa Hui, Uigur, Kazak, Kalkas, Tadjik, Tatar, Uzbek, Tungsiang, Sala, Pauan serta daerah penduduk Bangsa Han dan bangsa minoritas lainnya di Tiongkok.

Foto Soekarno dalam Buku
Foto Soekarno dalam Buku (foto: mfaridwm/palontaraq)
Kundjungan Presiden RI, Dr. Soekarno pada tahun 1956 disambut dengan meriah oleh berbagai bangsa di seluruh Tiongkok. (foto : ist)
Kundjungan Presiden RI, Dr. Soekarno pada tahun 1956 disambut dengan meriah oleh berbagai bangsa di seluruh Tiongkok. (foto: mfaridwm/palontaraq)
Kundjungan Presiden RI, Dr. Soekarno pada tahun 1956 disambut dengan meriah oleh berbagai bangsa di seluruh Tiongkok. (foto : ist)
Pada tahun 1956, Presiden Soekarno menerima ketua delegasi Lembaga Persahabatan Tiongkok – Indonesia, wakil ketua Perhimpunan Islam Tiongkok, Nur Muhammad Ta Pu-sen di Istana Bogor.  (foto: mfaridwm/palontaraq)

Pada halaman terakhir buku tiga bahasa itu tertulis “Ditjetak di Republik Rakyat Tiongkok”. Buku ini dengan sendirinya memberikan pengetahuan sejarah kepada kita tentang Persepsi orang Luar Indonesia, dalam hal ini Tiongkok tentang Hubungan Indonesia dengan Tiongkok di masa Pemerintahan “Orde Lama” Soekarno.

Kundjungan Presiden RI, Dr. Soekarno pada tahun 1956 disambut dengan meriah oleh berbagai bangsa di seluruh Tiongkok. (foto : ist)
Kundjungan Presiden RI, Dr. Soekarno pada tahun 1956 disambut dengan meriah oleh berbagai bangsa di seluruh Tiongkok. (foto : ist)

Pada salah satu foto, tergambar bagaimana Presiden Soekarno begitu dikagumi, diagung-agungkan, dan disambut dengan meriah oleh berbagai bangsa di Seluruh Tiongkok layaknya seorang pahlawan negeri Tiongkok sendiri, satu bukti bahwa Indonesia kala itu mempunyai kedudukan istimewa di tengah percaturan Dunia Internasional. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Penikmat Buku Sejarah dan Biografi

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT