Beranda Narasi Sejarah Riwayat Raja Bone (25): I Manneng Arung Data

Riwayat Raja Bone (25): I Manneng Arung Data

sumpang labbu, bone (foto: liputan6)
Sumpang Labbu, Kabupaten Bone (foto:  mfaridwm/palontaraq)

Oleh:  M. Farid W Makkulau

Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (24): La Mappasessu To Appatunru

PALONTARAQ.ID – I MANNENG Arung Data menggantikan saudaranya Matinroe’ ri Lalengbata menjadi Arung Mangkaue’ ri Bone. Dalam suatu khutbah Jumat, namanya disebut Sulatanah Salimah Rajiyatuddin.

Di masa pemerintahan Arumpone I Manneng Aru Data dalam Tahun 1824, Pembesar Kompeni Belanda mengajak Arumpone memperbaharui Perjanjian Bungaya, perjanjian antara La Tenri Tatta Arung Palakka MalampeE Gemme’na dengan Speelman (Kompeni Belanda) sewaktu mengalahkan Kerajaan Gowa.

Arumpone ini menolak memperbaharui atau mengulangi Perjanjian Bungaya sehingga Bone diserang Belanda dalam tahun 1825. Karena terdesak, pada Tanggal 7 Agustus 1825 terjadi kesepakatan baru antara Bone dengan Gowa untuk menjadi Bond Gnoshap dengan Belanda sebagai realisasi Pembaharuan Perjanjian Bungaya.

Makam Raja - raja Bone di Bukaka, Watampone (foto: ist/palontaraq)
Makam Raja – raja Bone di Bukaka, Watampone (foto: ist/palontaraq)

Arumpone I Manneng Arung Data (1823-1835) dikenal sangat patuh dalam melaksanakan ajaran Islam, bahkan mendalami tasawuf. Oleh gurunya ia diberi wilayah bernama Syeikh Ahmad yang menundukkan Tambora yang digelar Alif Putih.

Arumpone I Manneng Arung Data dikenal tidak memiliki anak karena tidak pernah menikah. Ia meninggal dalam tahun 1835 dan digelari MatinroE ri Kessi. Beliau digantikan oleh saudaranya yang bernama La Mappaseling Arung Panynyili. (*)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

2 KOMENTAR

  1. Masa Kerajaan Bone di Pimpin oleh I Manneng Arung Data ,ada seorang kerabat raja bernama Depunging mereka berlayar menuju Riau ,sesampai di Tanjung pinang dia membantu Arung Baliwa melawan Belanda ,kemudian meneruskan perjalanan ke Kerajaan Siak disana dia membantu Sultan Siak dan menjadi Panglima diberi gelar Datuk Tanolok ,Datuk Tanolok menguaasai pulau jemur yg menhasilkan telur penyu dan sarang walet dan sampai tahun 1980 yg dipegangnys turun temurun ,tujuan utamanya ingin menyusul dan menjumpai kerabatnya yg duluan ke Riau bernama Sulewatang2putih dan Sulewatang hitam mereka membuka kampung bernama Pasir Limau Kapas dan sekarang kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Sudah Saatnya dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Salah satu fokus utama Amerika Serikat (AS) setelah kemerdekaannya (4 Juli 1776) adalah pembangunan kekuatan militer. Ini dibuktikan ketika presiden pertama...

Omnibus Law Itu Strategi Jokowi untuk Menyingkirkan Oligarki Cukong

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Bergegas saya ke laptop. Khawatir inspirasi hilang. Inspirasi itu datang ketika sedang olahraga kecil di belakang rumah. Senam rutin itu...

Pesan Dakwah: Manisnya Madu

  Lihat pula: Khasiat Madu saat Dicampur Kayu Manis Oleh: Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Penjualan madu di Indonesia meningkat selama Pandemi Covid-19. Walaupun meningkat,...

Di IMMIM Pangkep, Upacara Hari Santri Nasional digelar dengan Protokol Kesehatan

  Laporan: Dra Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri IMMIM Pangkep yang sejak 9 dan 11 Agustus lalu telah memasukkan santriwati baru ke sekolah dan...