Beranda Narasi Sejarah Riwayat Raja Bone (26): La Mappaseling Arung Pannyili

Riwayat Raja Bone (26): La Mappaseling Arung Pannyili

Tanjung Pallette, Bone. (foto: tribunnews)
Tanjung Pallette, Bone. (foto: tribunnews)

Oleh:  M. Farid W Makkulau

Tulisan Sebelumnya: Riwayat Raja Bone (25): I Manneng Arung Data

PALONTARAQ.ID – La Mappaseling Arung Panynyili (1835-1845) menggantikan saudaranya I Manneng Arung Data MatinroE ri Kessi menjadi Mangkau’ di Bone.

Lontaraq Akkarungeng ri Bone menyebutkan bahwa Arumpone ini dalam suatu khutbah Jumat namanya disebut sebagai Sultan Adam Najamuddin.

Adapun yang menjadi penengah untuk mendamaikan kembali Bone dengan Gubernur Belanda, adalah La Mappangara Arung Sinri, anak dari We Masi Arung Weteng dengan suaminya To Tenri Tomarilaleng Pawelaiye ri Kaluku BodoE.(Makkulau, 2009).

La Mappangara menggantikan ayahnya menjadi Tomarilaleng ri Bone dan setelah meninggal dunia, dinamakanlah PawelaiyE ri SessoE. Ketika La Mappangara menjadi Tomarilaleng di Bone, terjalinlah kembali persahabatan Bone dengan Kompeni Belanda yang pernah terputus.

Pada tanggal 13 Agustus 1835, diperbaharuilah perjanjian yang pernah disepakati oleh Petta To RisompaE dengan Pembesar Kompeni Belanda di Ujungpandang.

Letak Kabupaten Bone dalam Geografi Sulawesi Selatan (foto : ist/palontaraq)
Letak Kabupaten Bone dalam Geografi Sulawesi Selatan (foto : ist/palontaraq)

Dalam Lontaraq Akkarungeng ri Bone, disebutkan bahwa dalam Tahun 1838, Arumpone La Mappaseling bersama TomarilalengE Arung Sinri berangkat ke Ujungpandang (Fort Rotterdam) untuk menemui Pembesar Kompeni Belanda Tuan de Peres guna mempererat kembali hubungan Bone dengan Kompeni Belanda.

La Mappangara Arung Sinri Tomarilaleng Bone kawin dengan saudara perempuan Arumpone We Kalaru Arung Pallengoreng dan dari perkawinannya itu, tidak melahirkan anak. Begitu pula Arumpone La Mappaseling Arung Panynyili, juga tidak memiliki Arung Makkunrai (permaisuri) yang melahirkan anak.

Dalam tahun 1845, Arumpone La Mappaseling Arung Panynyili meninggal dunia dan digelari MatinroE ri Salassana. Hadat Bone bermusyawarah untuk menentukan pengganti Arumpone dan atas berbagai pertimbangan maka disepakatilah La Parenrengi Arung Ugi menggantikan pamannya sebagai Mangkaue’ ri Bone. (Lontaraq Akkarungeng ri Bone dalam Makkulau, 2009). (*)

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Arti, Tujuan dan Fungsi menjadi Relawan Pendidikan

  Oleh: Etta Adil PALONTARAQ.ID - Relawan pada hakikatnya adalah kata lain dari Kemanusiaan. Kalau ada orang yang ikhlas, tulus, dan bekerja tanpa pamrih untuk menolong...

Kantin Putri IMMIM dinyatakan sebagai Kantin Sehat

  Laporan: Nurhudayah Lihat pula: Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM PALONTARAQ.ID - Satu lagi prestasi yang ditorehkan Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM...

Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel kunjungi Hotspot Center Putri IMMIM

  Lihat pula: Ketua TP PKK Sulsel kunjungi Ponpes Modern Putri IMMIM Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Dalam kunjungannya ke Kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep,...

Santri Putri IMMIM Ikuti Program Pesantren Sehat

  Laporan: Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Sebanyak 20-an santriwati didampingi Guru/Pembina Pondok Pesantren Modern (PPM) Putri IMMIM dari perwakilan berbagai tingkatan, Rabu kemarin (18/11/2020) mengikuti dengan hikmat...