Oleh: Etta Adil
Banyak hati yang galau
Tak temukan pencerahan
Tak tersentuh kasih sayang
Tak mampu mengurai kisah asmara
Banyak hati yang resah
Tak temukan pemahaman
Tak tersentuh pengajaran
Tak mampu mengurai kisah pendidikan.
Banyak hati yang kotor
Tak temukan nasehat dan dakwah
Tak tersentuh agama
Tak mampu mengurai jalan menuju Tuhan.
Banyak hati yang busuk
Tak temukan prasangka baik
Tak tersentuh pertemanan
Tak mampu mengurai kemanusiaan.
Banyak hati yang hilang
Tak temukan keluarga
Tak tersentuh peduli
Tak mampu mengurai jati diri.
Semoga bukan hatimu yang hilang
Saat kujauh darimu.
—-
Puisi Etta Adil, Makassar, 21 Januari 2018.


