Edukasi Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas X: Fikih

Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas X: Fikih

-

- Advertisment -

 

Kampus Pesantren. (foto: ist/palontaraq)
Kampus Pesantren. (foto: ist/palontaraq)

Lihat pula: Materi Khilafah digeser dari Fikih ke Sejarah, Untuk Apa?

PALONTARAQ.ID – Berikut ini adalah Soal Fikih, salah satu Mata Pelajaran Kepesantrenan untuk Kelas X (Kelas I SMA/Aliyah) yang diujikan dalam kondisi dan situasi pandemi global Covid-19, sehingga pelaksanaan ujiannya dilaksanakan di rumah masing-masing.

Soal-soal Ujian Fikih ini hanya dibuat khusus dan hanya diperuntukkan sebagai Ujian Akhir Semester bagi Santriwati Kelas X Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

Ilustrasi - Berdoa. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrasi – Berdoa. (foto: ist/palontaraq)

Jawaban dapat dituliskan di kolom komentar, sesuaikan terlebih dahulu keyboard systemnya untuk penulisan word arabic (windows arab) atau setting arabic pada penulisan aksara arab di keyboard untuk pengguna android/telepon pintar.

Lihat pula: Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

Jawablah Soal-soal dibawah ini!

Selamat Bekerja!

54 KOMENTAR

  1. Fiqih!
    Nama: Putri yulita shabana
    Kelas :X.ipa

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  2. Faradilla Mulyasari
    X.Ipa

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    * Ihram dari miqat, yaitu miqat Makani dan Zamani yang telah ditentukan.
    * Bermalam di Muzdalifah.
    * Melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 dzulhijah.
    * Melempar Jumrah di Mina selama 3 hari, sehari 3 lemparan dan masing-masing 7 batu (jumrah ula, wustha, dan jumrah ukhra).
    * Bermalam di Mina pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijah.
    * Tawaf wada’ yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekah.
    * Meninggalkan larangan-larangan saat ihram.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). • Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

    • MUTIA MAHARANI
      X.IPA

      1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

      2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
      “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

      3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

      Islam.
      Berakal, sehat jasmani rohani.
      Baligh.
      Merdeka, dan.
      Mampu.

      4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

      Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
      Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
      Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
      Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
      tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
      tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

      5)Macam – Macam Tawaf

      Tawaf Qudum

      Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
      Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
      Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
      Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

      Tawaf Sunat

      Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

      Tawaf Ifadah

      Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
      ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
      Berarti:
      Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
      Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

      Tawaf Wada

      Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
      Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
      Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
      Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
      Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  3. Afrillah diah aulia
    X.IPA

    1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

    2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.

    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5)Macam – Macam Tawaf

    Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.
     

    Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

    • Nama : Siti Fadillah Rahman
      Kelas : X.IPA

      Fiqih 🙂

      1. Maksud HAJI menurut bahasa adalah menyengaja, mengunjungi atau menuju. Haji berasal dari kata HAJJ yang artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju. Selain itu HAJJ ini juga secara bahasa artinya sama dengan Qashd. Qashd sendiri dimaknai sebagai maksud, tujuan atau menyengaja.

      2. Ayat tentang hukum haji
      وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

      “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

      3. Rukun-rukun haji :
      1. Ihram
      Ihram, merupakan rukun haji yang pertama yang merupakan niat seseorang untuk melaksanakan ibadah haji
      2. Wukuf di Padang Arafah
      Selanjutnya, Wukuf di Padang Arafah yang merupakan rukun haji kedua, yaitu dimana semua jamah haji diwajibkan untuk hadir di padang Arafah, mulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.

      3. Thawaf
      Thawaf adalah rukun haji yang ketiga,yaitu ketika jamaah haji memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
      4. Sa’i
      Sa’I adalah rukun haji yang keempat, yaitu saat jamaah haji berlari- lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
      5. Tahallul
      Tahallul merupakan rukun haji yang terakhir, yaitu suatu keadaan dimana semua jamaah haji dihalalkan atau diperbolehkan melakukan hal- hal yang sebelumnya dilarang.
      6. Tertib
      Tertib yakni melakukan rukun rukun ibadah haji sesuai urutannya

      4. Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
      • Islam.
      • Berakal, sehat jasmani rohani.
      • Baligh.
      • Merdeka, dan.
      • Mampu.

      5. Macam-macam tawaf:
      • Tawaf ifadah adalah salah satu yang menjadi rukun haji, artinya wajib dilaksankan agar hajinya sah
      • Tawaf Qudum adalah tawaf pembukaan atau selamat datang yang dilakukan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah.
      • Tawaf Wada atau tawaf perpisahan dilaksanakan sebagai perpisahan sebelum akhirnya pulang ke tanah air.
      • Tawaf sunnah adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja dan hukumnya juga sunnah.

  4. Nama : Masyruroh Azhahra
    Kelas : X IPS
    Mapel : Fikhi

    1. Haji secara bahasa dalam bahasa indonesia artinya adalah mengunjungi.
    Kata HAJI adalah berasal dari bahasa arab Al-Hajj yang artinya adalah MENYENGAJA, MENGUNJUNGI, ZIARAH, MAKSUD, TUJUAN,

    2. Ayat tentang kewajiban haji :
    وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

    3. Syarat wajib haji yaitu :
    * Islam.
    *Berakal, sehat jasmani rohani.
    *Baligh.
    *Merdeka, dan.
    *Mampu.

    4. Rukun-rukun haji :

    * ihram : berniat saat mulai mengerjakan. ibadah haji.
    *Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    * Thawaf : Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
    * Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
    * Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
    *Menertibkan rukun-rukun haji.

    5. Macam-Macam Tawaf
    Adapun macam-macam tawaf diantaranya:

    * Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

  5. Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung . Sedangkan pengertian dari kata haji berdasarakan istilah ilmu fiqh adalah kagitaan seseorang umat islm yang pergi ke baitullah pada waktu tertentu dan melakukan malan dan ibadah tertentu

    ‎2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.
    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;
    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.
    5)Macam – Macam Tawaf
    Tawaf Qudum
    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.
     
    Tawaf Sunat
    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.
    Tawaf Ifadah
    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ‎ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.
    Tawaf Wada
    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  6. NurFitria Aisha Putri
    X.IPA
    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  7. Ade salma
    X ips
    1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

    2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.

    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5)Macam – Macam Tawaf

    Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  8. Ulfiyah amanda
    X IPS
    1. haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara’, haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula.Haji berasal dari bahasa arab yaitu HAJJ artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju. Selain itu HAJJ ini juga secara bahasa artinya sama dengan Qashd. Qashd sendiri dimaknai sebagai maksud, tujuan atau menyengaja.
    2.
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
    3. Syarat wajib haji yaitu
    1. Islam
    2. Berakal
    3. Baligh
    4. Ada muhrimnya
    5. Mampu dalam segala hal (misalnya dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan).
    4. Rukun-rukun haji :
    -ihram : berniat saat mulai mengerjakan ibadah haji.
    Hadir di padang Arafah pada waktu yang —ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    -Thawaf : Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
    -Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
    -Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
    -Menertibkan rukun-rukun haji.
    5. Macam-macam tawaf:
    *Tawaf qudum , yaitu tawaf kompilasi baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    *Tawaf ifadah , yaitu tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    *Tawaf wada ‘ , yaitu tawaf yang dilakukan kompilasi akan meninggalkan Mekah
    *Tawaf tahallul , yaitu penghalalan barang yang haram karena ihram
    *Tawaf nazar , yaitu tawaf yang dinadzarkan
    *Tawaf sunah , yaitu tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

  9. FARADILLA
    X IPA

    1.tuliskan pengertian haji menurut bahasa dan juga nyatakan kata asal haji tersebut kemudian terjemahkan!
    : Menurut bahasa Haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi.Menurut etimologi bahasa arab,kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja . Haji berasal dari bahasa arab Hajj (Arab : حج)
    yang artinya “ziarah” atau berkunjung ketempat yang agung (ke Mekkah) kota suci umat Islam,dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.

    2.tulis satu ayat tentang ibadah haji itu hukumnya adalah wajib!
    ‎: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    artinya:
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
    (QS.Ali-Imran ayat 97)

    3.sebutkan syarat wajib haji!
    : syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    1. Islam
    2. Berakal, sehat jasmani rohani
    3. Baligh
    4. Merdeka, dan
    5. Mampu
    diantaranya ada juga:
    * Ihram dari miqat, yaitu miqat Makani dan Zamani yang telah ditentukan.
    * Bermalam di Muzdalifah.
    * Melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 dzulhijah.
    * Melempar Jumrah di Mina selama 3 hari, sehari 3 lemparan dan masing-masing 7 batu (jumrah ula, wustha, dan jumrah ukhra).
    * Bermalam di Mina pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijah.
    * Tawaf wada’ yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekah.
    * Meninggalkan larangan-larangan saat ihram.

    4.sebutkan rukun haji dan jelaskan satu persatu rukun tersebut!
    :Rukun Haji:
    •Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.

    •Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.

    •Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah

    •Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

    •Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.

    •Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5.ada 7 macam bentuk thawaf,sebutkan dan jelaskan satu persatu!
    : •Thawaf Qudum
    Thawaf qudum biasa juga disebut thawaf wurud atau thawaf tahiyyah. Karena thawaf ini disyari’atkan bagi orang yang datang dari luar Makkah sebagai penghormatan kepada Baitullah (Ka’bah). Thawaf ini juga disebut thawaf liqo’. Menurut ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah, hukum thawaf qudum adalah sunnah bagi orang yang mendatangi Makkah sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah. Oleh karena itu, disunnahkan thawaf qudum ini didahulukan, bukan diakhirkan

    •Thawaf Ziyaroh atau Thawaf Ifadhoh
    Thawaf yang satu ini merupakan salah satu rukun haji yang telah disepakati. Thawaf ini biasa disebut thawaf ziyaroh atau thawaf fardh. Dan biasa pula disebut thawaf rukn karena ia merupakan rukun haji. Thawaf ini tidak bisa tergantikan. Setelah dari ‘Arofah, mabit di Muzdalifah lalu ke Mina pada hari ‘ied, lalu melempar jumroh, lalu nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala, maka ia mendatangi Makkah, lalu thawaf keliling ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhoh

    •Thawaf Wada’
    Thawaf wada’ biasa disebut pula thawaf shodr atau thawaf akhirul ‘ahd. Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum thawaf seperti ini adalah wajib, kecuali madzhab Imam Malik mengatakan bahwa hukumnya sunnah. Dalil yang menunjukkan bahwa thawaf seperti ini dihukumi wajib adalah hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma

    •Thawaf ‘Umroh
    Thawaf ‘umroh merupakan di antara rukun ‘umroh. Pertama kali setelah orang berihram untuk ‘umroh, maka ia melakukan thawaf ini dan tidak mengakhirkannya.

    •Thawaf Nadzar
    Hukumnya adalah wajib (bagi orang yang telah bernadzar) dan tidak dikhususkan pada waktu tertentu jika memang orang yang bernadzar tidak mengkhususkan waktu thawafnya pada waktu tertentu

    •Thawaf Tahiyyatul Masjidil Harom
    Ini hukumnya sunnah bagi setiap orang yang memasuki masjidil harom kecuali jika memang ia akan melakukan thawaf lainnya, maka thawaf tahiyyat ini sudah termasuk dalam thawaf lainnya seperti thawaf ‘umroh. Begitu pula ketika seseorang ingin melaksanakan thawaf qudum, maka thawaf tahiyyat ini sudah masuk di dalamnya karena ia (thawaf tahiyyatul masjidil harom) statusnya lebih rendah. Demikian karena memang untuk menghormati masjid yang mulia (Masjidil Mahrom) adalah dengan thawaf kecuali jika memang ada halangan, maka bisa diganti dengan shalat tahiyyatul masjid

    •Thawaf Tathowwu’
    Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom. Adapun thawaf tathowwu’ yang bukan sebagai thawaf tahiyyatul masjidil harom, maka ia tidak dikhususkan dilakukan pada waktu tertentu. Thawaf tersebut artinya bisa dilakukan kapan saja, bahkan bisa pula dilakukan di waktu terlarang untuk shalat sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Namun thawaf seperti tidak boleh dilakukan jika memang masih memiliki kewajiban lainnya.

    Thawaf dilakukan sah jika yang melakukannya adalah berakal, mumayyiz (bisa membedakan baik buruk)–walaupun masih kecil- asalkan dalam keadaan suci

  10. 1. Haji (Arab : حج) adalah rukun Islam yang ke-lima. Secara bahasa, haji artinya berkunjung ketempat yang agung. Kata Haji berarti “berniat melakukan perjalanan”, yang berkonotasi baik tindakan luar dari perjalanan dan tindakan ke dalam niat.

    2. وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
    Artinya: mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

    3. – islam
    – berakal
    – baliq

    4. Rukun haji:

    1. Ihram, yaitu beniat dari miqat ketika hendak memulai kegiatan ibadah haji,
    Pakain ikhram di sahkan pakai warna putih, lki” nd boleh pake pakain yg berjahit. Kalau perempuan nd boleh menghiasi pakaian dengan jahitan
    2. Wukuf di Arafah
    Yang dimaksud Wukuf di Arafah ialah berdiam di padang Arofah dengan memperbanyak zikir dan istighfar kepada Allah SWT.
    Waktunya mulai dari waktu Zuhur tanggal 9 Zulhijjah sampai Subuh tanggal 10 Zulhijjah. Jamaah bsa mengambil waktu siang sampai setelah maghrib, ataupun malam harinya sampai jelang subuh.
    3. Tawaf

    Tawaf yakni mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Putaran ini dimulai dari sekiranya arah dari Hajar Aswad, dan Kabah berada di sisi kiri badan jamaah haji. Gampangnya, orang berhaji berputar melawan arah jarum jam. Tawaf kudum ( saat baru sampai d mekkah,setelah dri hotel istiraht sebentara ) sebanyak 7x
    4. Sa’i
    Pengertian sa’i adalah berjalan antara bukit Shafa dan Marwa. Sa’i dimulai dari berjalan tujuh kalai dari bukit Shafa menuju bukit Marwa. Sa’i wajib dilakukan setelah merampungkan thawaf ifadhah. Syarat-ayarat melakukan sa’i yaitu membaca niat dengan khusyuk. Melakukan sa’i hingga tujuh putran. Serta syarat yang terakhir adalah dilakukan berturut- turut diantara setiap putaran.
    5. Tahalul
    Rukun haji yang terakhir adalah tahalul yanga artinya mencukur rambut kepala setelah selesai berhaji. Waktu melakukan tahalul biasanya sampai hari Nahr yaitu tanggal 10 Dzulhijah.
    Tahalul yang dilakukan oleh jamaah haji merupkan bukti dari tunduknya kita sebagai manusia lemah di hadapan Allah saw. Bagi jamaah pria biasanya akan mencukur rambut kepalanya hingga sangat tipis. Dan bagi jamaah wanita, tahalul dilkukan dengan cara menggunting sedikit ujung rambut.

    5. Macam-Macam Tawaf
    Adapun macam-macam tawaf diantaranya:

    Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

    • Dan tawaf tathowwo
      Yang termasuk tawaf ini adalah adalah tawaf tahhiyatul masjidil harom di atas dilakukan ketika memasuki masjidil harom

  11. AMALIA NURHALIZA KP
    X IPA

    *JAWABAN*

    1).Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2). Ayat tentang ibadah haji
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3).Sebagai syarat-syarat wajib sebagai berikut:

    -Islam
    -Berakal, sehat jasmani -rohani
    -Baligh
    -Merdeka, dan
    -Mampu

    4).Rukun-rukun haji :

    1).ihram : berniat saat mulai mengerjakan ibadah haji.
    2).Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    3).Thawaf : Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
    4).Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
    5).Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
    6).Menertibkan rukun-rukun haji.

    5).Macam – Macam Tawaf

    *Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.
     

    *Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    *Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    *Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  12. Afya artati
    X ipa

    1.Haji secara bahasa adalah sengaja mengunjungi Baitullah, secara Istilah haji adalah sengaja mengunjungi ka’bah dengan niat beribadah pada waktu tertentu dengan syarat syarat dan dengan cara cara yang tertentu pula
    Haji adalah berkunjung ketanah suci (ka’bah)) untuk melaksanakan amal ibadah tertentu sesuai dengan syarat, rukun, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara

    2.وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban menusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” [Ali-Imran : 97]

    3.Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    1. Islam
    2.Berakal, sehat jasmani rohani
    3. Baligh
    4.Merdeka, dan
    5.Mampu

    4.Adapun rukun haji sebagai berikut :

    •IHRAM
    yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    •WUKUF
    yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    •TAWAF
    Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    •SA’I.
    yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    •TAHALLUL
    yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    •TERTIB
    yakni dikerjakan secara berurutan.

    5.Pertama: Thawaf Qudum
    Thawaf qudum biasa juga disebut thawaf wurud atau thawaf tahiyyah. Karena thawaf ini disyari’atkan bagi orang yang datang dari luar Makkah sebagai penghormatan kepada Baitullah (Ka’bah). Thawaf ini juga disebut thawaf liqo’. Menurut ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah, hukum thawaf qudum adalah sunnah bagi orang yang mendatangi Makkah sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah. Oleh karena itu, disunnahkan thawaf qudum ini didahulukan, bukan diakhirkan

    Kedua: Thawaf Ziyaroh atau Thawaf Ifadhoh
    Thawaf yang satu ini merupakan salah satu rukun haji yang telah disepakati. Thawaf ini biasa disebut thawaf ziyaroh atau thawaf fardh. Dan biasa pula disebut thawaf rukn karena ia merupakan rukun haji. Thawaf ini tidak bisa tergantikan. Setelah dari ‘Arofah, mabit di Muzdalifah lalu ke Mina pada hari ‘ied, lalu melempar jumroh, lalu nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala, maka ia mendatangi Makkah, lalu thawaf keliling ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhoh

    Ketiga: Thawaf Wada’
    Thawaf wada’ biasa disebut pula thawaf shodr atau thawaf akhirul ‘ahd. Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum thawaf seperti ini adalah wajib, kecuali madzhab Imam Malik mengatakan bahwa hukumnya sunnah. Dalil yang menunjukkan bahwa thawaf seperti ini dihukumi wajib adalah hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma

    Keempat: Thawaf ‘Umroh
    Thawaf ‘umroh merupakan di antara rukun ‘umroh. Pertama kali setelah orang berihram untuk ‘umroh, maka ia melakukan thawaf ini dan tidak mengakhirkannya.

    Kelima: Thawaf Nadzar
    Hukumnya adalah wajib (bagi orang yang telah bernadzar) dan tidak dikhususkan pada waktu tertentu jika memang orang yang bernadzar tidak mengkhususkan waktu thawafnya pada waktu tertentu

    Keenam: Thawaf Tahiyyatul Masjidil Harom
    Ini hukumnya sunnah bagi setiap orang yang memasuki masjidil harom kecuali jika memang ia akan melakukan thawaf lainnya, maka thawaf tahiyyat ini sudah termasuk dalam thawaf lainnya seperti thawaf ‘umroh. Begitu pula ketika seseorang ingin melaksanakan thawaf qudum, maka thawaf tahiyyat ini sudah masuk di dalamnya karena ia (thawaf tahiyyatul masjidil harom) statusnya lebih rendah. Demikian karena memang untuk menghormati masjid yang mulia (Masjidil Mahrom) adalah dengan thawaf kecuali jika memang ada halangan, maka bisa diganti dengan shalat tahiyyatul masjid

    Ketujuh: Thawaf Tathowwu’
    Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom. Adapun thawaf tathowwu’ yang bukan sebagai thawaf tahiyyatul masjidil harom, maka ia tidak dikhususkan dilakukan pada waktu tertentu. Thawaf tersebut artinya bisa dilakukan kapan saja, bahkan bisa pula dilakukan di waktu terlarang untuk shalat sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Namun thawaf seperti tidak boleh dilakukan jika memang masih memiliki kewajiban lainnya.

    Thawaf dilakukan sah jika yang melakukannya adalah berakal, mumayyiz (bisa membedakan baik buruk)–walaupun masih kecil- asalkan dalam keadaan suci

  13. Nurul sapira
    X.MIA

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    * Ihram dari miqat, yaitu miqat Makani dan Zamani yang telah ditentukan.
    * Bermalam di Muzdalifah.
    * Melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 dzulhijah.
    * Melempar Jumrah di Mina selama 3 hari, sehari 3 lemparan dan masing-masing 7 batu (jumrah ula, wustha, dan jumrah ukhra).
    * Bermalam di Mina pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijah.
    * Tawaf wada’ yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekah.
    * Meninggalkan larangan-larangan saat ihram.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). • Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  14. Nama:Atirah
    Kelas:X.Ipa

    1.Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah menyengaja,mengunjungi atau menuju.

    2.Ayat kewajiban haji sebagai berikut;
    وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu dari semesta alam”

    3.Syarat wajib haji;
    ~Islam
    ~Berakal, sehat jasmani rohani
    ~Baligh
    ~Merdeka
    ~Mampu
    ~Adanya mahram bagi wanita

    4.Rukun Haji;
    •Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    • Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    • Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    • Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    • Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    • Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5.Macam – macam Tawaf ada 4 (empat) yaitu Tawaf Qudum, Tawaf Wada, Tawaf Sunat dan Tawaf Ifadah.

    •Tawaf Qudum
    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan ketika kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali memasuki Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai pengganti shalat Tahiyyatul Masjid.
    •Tawaf Wada
    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lainnya, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua putaran.
    •Tawaf Sunat
    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Tawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.
    •Tawaf Ifadah
    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

  15. Fikih.
    Husniyah hazimah amin
    X ipa

    1. Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2. Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3. Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    <Berakal Sehat.
    <Dewasa atau Baligh.
    <Merdeka.
    <Mampu.
    <Adanya Mahram bagi wanita.

    4. Rukun Haji :
    Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    – Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    – Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    – Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    – Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    – Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5. -Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    -Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    – Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    – Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    – Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    – Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    – tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  16. Rafikah amalia
    10 mipa
    Jawab

    1.Haji secara bahasa adalah sengaja mengunjungi Baitullah, secara Istilah haji adalah sengaja mengunjungi ka’bah dengan niat beribadah pada waktu tertentu dengan syarat syarat dan dengan cara cara yang tertentu pula
    Haji adalah berkunjung ketanah suci (ka’bah)) untuk melaksanakan amal ibadah tertentu sesuai dengan syarat, rukun, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara

    2.وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.Syarat wajib haji yaitu :
    * Islam.
    *Berakal, sehat jasmani rohani.
    *Baligh.
    *Merdeka, dan.
    *Mampu.

    4.

    Edukasi Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas X: Fikih
    EDUKASIPESANTREN
    Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas X: Fikih

    By
    PENJAGA PUTRI IMMIM

    JUNI 29, 2020

    111
    15
    – Advertisment –

    Kampus Pesantren. (foto: ist/palontaraq)
    Kampus Pesantren. (foto: ist/palontaraq)
    Lihat pula: Materi Khilafah digeser dari Fikih ke Sejarah, Untuk Apa?

    PALONTARAQ.ID – Berikut ini adalah Soal Fikih, salah satu Mata Pelajaran Kepesantrenan untuk Kelas X (Kelas I SMA/Aliyah) yang diujikan dalam kondisi dan situasi pandemi global Covid-19, sehingga pelaksanaan ujiannya dilaksanakan di rumah masing-masing.

    Soal-soal Ujian Fikih ini hanya dibuat khusus dan hanya diperuntukkan sebagai Ujian Akhir Semester bagi Santriwati Kelas X Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

    Ilustrasi – Berdoa. (foto: ist/palontaraq)
    Ilustrasi – Berdoa. (foto: ist/palontaraq)
    Jawaban dapat dituliskan di kolom komentar, sesuaikan terlebih dahulu keyboard systemnya untuk penulisan word arabic (windows arab) atau setting arabic pada penulisan aksara arab di keyboard untuk pengguna android/telepon pintar.

    Lihat pula: Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

    Jawablah Soal-soal dibawah ini!

    Selamat Bekerja!

    TAGSfikihimmim pangkeppesantrenUjian Semester

    Berita sebelumya
    Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas XI: Fikih

    Penjaga Putri IMMIM
    15 komentar
    PUTRI YULITA SHABANA Juni 30, 2020 At 8:48 am
    Fiqih!
    Nama: Putri yulita shabana
    Kelas :X.ipa

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

    BALAS
    Faradilla Mulyasari Juni 30, 2020 At 8:49 am
    Faradilla Mulyasari
    X.Ipa

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    * Ihram dari miqat, yaitu miqat Makani dan Zamani yang telah ditentukan.
    * Bermalam di Muzdalifah.
    * Melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 dzulhijah.
    * Melempar Jumrah di Mina selama 3 hari, sehari 3 lemparan dan masing-masing 7 batu (jumrah ula, wustha, dan jumrah ukhra).
    * Bermalam di Mina pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijah.
    * Tawaf wada’ yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekah.
    * Meninggalkan larangan-larangan saat ihram.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). • Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

    BALAS
    Afrillah diah aulia Juni 30, 2020 At 8:55 am
    Afrillah diah aulia
    X.IPA

    1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

    2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.

    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5)Macam – Macam Tawaf

    Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

    BALAS
    Masyruroh Azhahra Juni 30, 2020 At 8:58 am
    Nama : Masyruroh Azhahra
    Kelas : X IPS
    Mapel : Fikhi

    1. Haji secara bahasa dalam bahasa indonesia artinya adalah mengunjungi.
    Kata HAJI adalah berasal dari bahasa arab Al-Hajj yang artinya adalah MENYENGAJA, MENGUNJUNGI, ZIARAH, MAKSUD, TUJUAN,

    2. Ayat tentang kewajiban haji :
    وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

    3. Syarat wajib haji yaitu :
    * Islam.
    *Berakal, sehat jasmani rohani.
    *Baligh.
    *Merdeka, dan.
    *Mampu.

    4. Rukun-rukun haji :

    * ihram : berniat saat mulai mengerjakan. ibadah haji.
    *Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    * Thawaf : Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
    * Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
    * Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
    *Menertibkan rukun-rukun haji.

    5. Macam-Macam Tawaf
    Adapun macam-macam tawaf diantaranya:

    * Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

    BALAS
    Nur hajrah x.ips Juni 30, 2020 At 9:02 am
    Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung . Sedangkan pengertian dari kata haji berdasarakan istilah ilmu fiqh adalah kagitaan seseorang umat islm yang pergi ke baitullah pada waktu tertentu dan melakukan malan dan ibadah tertentu

    ‎2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.
    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;
    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.
    5)Macam – Macam Tawaf
    Tawaf Qudum
    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    Tawaf Sunat
    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.
    Tawaf Ifadah
    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ‎ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.
    Tawaf Wada
    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

    BALAS
    NurFitria Aisha Putri Juni 30, 2020 At 9:11 am
    NurFitria Aisha Putri
    X.IPA
    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

    BALAS
    Ade salma Juni 30, 2020 At 9:14 am
    Ade salma
    X ips
    1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

    2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.

    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5)Macam – Macam Tawaf

    Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

    BALAS
    Ulfiyah amanda Juni 30, 2020 At 9:16 am
    Ulfiyah amanda
    X IPS
    1. haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara’, haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula.Haji berasal dari bahasa arab yaitu HAJJ artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju. Selain itu HAJJ ini juga secara bahasa artinya sama dengan Qashd. Qashd sendiri dimaknai sebagai maksud, tujuan atau menyengaja.
    2.
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
    3. Syarat wajib haji yaitu
    1. Islam
    2. Berakal
    3. Baligh
    4. Ada muhrimnya
    5. Mampu dalam segala hal (misalnya dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan).
    4. Rukun-rukun haji :
    -ihram : berniat saat mulai mengerjakan ibadah haji.
    Hadir di padang Arafah pada waktu yang —ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    -Thawaf : Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
    -Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
    -Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
    -Menertibkan rukun-rukun haji.
    5. Macam-macam tawaf:
    *Tawaf qudum , yaitu tawaf kompilasi baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    *Tawaf ifadah , yaitu tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    *Tawaf wada ‘ , yaitu tawaf yang dilakukan kompilasi akan meninggalkan Mekah
    *Tawaf tahallul , yaitu penghalalan barang yang haram karena ihram
    *Tawaf nazar , yaitu tawaf yang dinadzarkan
    *Tawaf sunah , yaitu tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

    BALAS
    Faradilla Juni 30, 2020 At 9:16 am
    FARADILLA
    X IPA

    1.tuliskan pengertian haji menurut bahasa dan juga nyatakan kata asal haji tersebut kemudian terjemahkan!
    : Menurut bahasa Haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi.Menurut etimologi bahasa arab,kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja . Haji berasal dari bahasa arab Hajj (Arab : حج)
    yang artinya “ziarah” atau berkunjung ketempat yang agung (ke Mekkah) kota suci umat Islam,dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.

    2.tulis satu ayat tentang ibadah haji itu hukumnya adalah wajib!
    ‎: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    artinya:
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
    (QS.Ali-Imran ayat 97)

    3.sebutkan syarat wajib haji!
    : syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    1. Islam
    2. Berakal, sehat jasmani rohani
    3. Baligh
    4. Merdeka, dan
    5. Mampu
    diantaranya ada juga:
    * Ihram dari miqat, yaitu miqat Makani dan Zamani yang telah ditentukan.
    * Bermalam di Muzdalifah.
    * Melempar Jumrah Aqabah pada tanggal 10 dzulhijah.
    * Melempar Jumrah di Mina selama 3 hari, sehari 3 lemparan dan masing-masing 7 batu (jumrah ula, wustha, dan jumrah ukhra).
    * Bermalam di Mina pada hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, dan 13 dzulhijah.
    * Tawaf wada’ yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekah.
    * Meninggalkan larangan-larangan saat ihram.

    4.sebutkan rukun haji dan jelaskan satu persatu rukun tersebut!
    :Rukun Haji:
    •Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.

    •Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.

    •Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah

    •Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

    •Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.

    •Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5.ada 7 macam bentuk thawaf,sebutkan dan jelaskan satu persatu!
    : •Thawaf Qudum
    Thawaf qudum biasa juga disebut thawaf wurud atau thawaf tahiyyah. Karena thawaf ini disyari’atkan bagi orang yang datang dari luar Makkah sebagai penghormatan kepada Baitullah (Ka’bah). Thawaf ini juga disebut thawaf liqo’. Menurut ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah, hukum thawaf qudum adalah sunnah bagi orang yang mendatangi Makkah sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah. Oleh karena itu, disunnahkan thawaf qudum ini didahulukan, bukan diakhirkan

    •Thawaf Ziyaroh atau Thawaf Ifadhoh
    Thawaf yang satu ini merupakan salah satu rukun haji yang telah disepakati. Thawaf ini biasa disebut thawaf ziyaroh atau thawaf fardh. Dan biasa pula disebut thawaf rukn karena ia merupakan rukun haji. Thawaf ini tidak bisa tergantikan. Setelah dari ‘Arofah, mabit di Muzdalifah lalu ke Mina pada hari ‘ied, lalu melempar jumroh, lalu nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala, maka ia mendatangi Makkah, lalu thawaf keliling ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhoh

    •Thawaf Wada’
    Thawaf wada’ biasa disebut pula thawaf shodr atau thawaf akhirul ‘ahd. Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum thawaf seperti ini adalah wajib, kecuali madzhab Imam Malik mengatakan bahwa hukumnya sunnah. Dalil yang menunjukkan bahwa thawaf seperti ini dihukumi wajib adalah hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma

    •Thawaf ‘Umroh
    Thawaf ‘umroh merupakan di antara rukun ‘umroh. Pertama kali setelah orang berihram untuk ‘umroh, maka ia melakukan thawaf ini dan tidak mengakhirkannya.

    •Thawaf Nadzar
    Hukumnya adalah wajib (bagi orang yang telah bernadzar) dan tidak dikhususkan pada waktu tertentu jika memang orang yang bernadzar tidak mengkhususkan waktu thawafnya pada waktu tertentu

    •Thawaf Tahiyyatul Masjidil Harom
    Ini hukumnya sunnah bagi setiap orang yang memasuki masjidil harom kecuali jika memang ia akan melakukan thawaf lainnya, maka thawaf tahiyyat ini sudah termasuk dalam thawaf lainnya seperti thawaf ‘umroh. Begitu pula ketika seseorang ingin melaksanakan thawaf qudum, maka thawaf tahiyyat ini sudah masuk di dalamnya karena ia (thawaf tahiyyatul masjidil harom) statusnya lebih rendah. Demikian karena memang untuk menghormati masjid yang mulia (Masjidil Mahrom) adalah dengan thawaf kecuali jika memang ada halangan, maka bisa diganti dengan shalat tahiyyatul masjid

    •Thawaf Tathowwu’
    Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom. Adapun thawaf tathowwu’ yang bukan sebagai thawaf tahiyyatul masjidil harom, maka ia tidak dikhususkan dilakukan pada waktu tertentu. Thawaf tersebut artinya bisa dilakukan kapan saja, bahkan bisa pula dilakukan di waktu terlarang untuk shalat sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Namun thawaf seperti tidak boleh dilakukan jika memang masih memiliki kewajiban lainnya.

    Thawaf dilakukan sah jika yang melakukannya adalah berakal, mumayyiz (bisa membedakan baik buruk)–walaupun masih kecil- asalkan dalam keadaan suci

    BALAS
    Muftiatul rahma (X IPA) Juni 30, 2020 At 9:18 am
    1. Haji (Arab : حج) adalah rukun Islam yang ke-lima. Secara bahasa, haji artinya berkunjung ketempat yang agung. Kata Haji berarti “berniat melakukan perjalanan”, yang berkonotasi baik tindakan luar dari perjalanan dan tindakan ke dalam niat.

    2. وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا
    Artinya: mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

    3. – islam
    – berakal
    – baliq

    4. Rukun haji:

    1. Ihram, yaitu beniat dari miqat ketika hendak memulai kegiatan ibadah haji,
    Pakain ikhram di sahkan pakai warna putih, lki” nd boleh pake pakain yg berjahit. Kalau perempuan nd boleh menghiasi pakaian dengan jahitan
    2. Wukuf di Arafah
    Yang dimaksud Wukuf di Arafah ialah berdiam di padang Arofah dengan memperbanyak zikir dan istighfar kepada Allah SWT.
    Waktunya mulai dari waktu Zuhur tanggal 9 Zulhijjah sampai Subuh tanggal 10 Zulhijjah. Jamaah bsa mengambil waktu siang sampai setelah maghrib, ataupun malam harinya sampai jelang subuh.
    3. Tawaf

    Tawaf yakni mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali. Putaran ini dimulai dari sekiranya arah dari Hajar Aswad, dan Kabah berada di sisi kiri badan jamaah haji. Gampangnya, orang berhaji berputar melawan arah jarum jam. Tawaf kudum ( saat baru sampai d mekkah,setelah dri hotel istiraht sebentara ) sebanyak 7x
    4. Sa’i
    Pengertian sa’i adalah berjalan antara bukit Shafa dan Marwa. Sa’i dimulai dari berjalan tujuh kalai dari bukit Shafa menuju bukit Marwa. Sa’i wajib dilakukan setelah merampungkan thawaf ifadhah. Syarat-ayarat melakukan sa’i yaitu membaca niat dengan khusyuk. Melakukan sa’i hingga tujuh putran. Serta syarat yang terakhir adalah dilakukan berturut- turut diantara setiap putaran.
    5. Tahalul
    Rukun haji yang terakhir adalah tahalul yanga artinya mencukur rambut kepala setelah selesai berhaji. Waktu melakukan tahalul biasanya sampai hari Nahr yaitu tanggal 10 Dzulhijah.
    Tahalul yang dilakukan oleh jamaah haji merupkan bukti dari tunduknya kita sebagai manusia lemah di hadapan Allah saw. Bagi jamaah pria biasanya akan mencukur rambut kepalanya hingga sangat tipis. Dan bagi jamaah wanita, tahalul dilkukan dengan cara menggunting sedikit ujung rambut.

    5. Macam-Macam Tawaf
    Adapun macam-macam tawaf diantaranya:

    Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

    BALAS
    Muftiatul rahma (X IPA) Juni 30, 2020 At 9:24 am
    Dan tawaf tathowwo
    Yang termasuk tawaf ini adalah adalah tawaf tahhiyatul masjidil harom di atas dilakukan ketika memasuki masjidil harom

    BALAS
    AMALIA NURHALIZA KP Juni 30, 2020 At 9:22 am
    AMALIA NURHALIZA KP
    X IPA

    *JAWABAN*

    1).Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2). Ayat tentang ibadah haji
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3).Sebagai syarat-syarat wajib sebagai berikut:

    -Islam
    -Berakal, sehat jasmani -rohani
    -Baligh
    -Merdeka, dan
    -Mampu

    4).Rukun-rukun haji :

    1).ihram : berniat saat mulai mengerjakan ibadah haji.
    2).Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    3).Thawaf : Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
    4).Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
    5).Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
    6).Menertibkan rukun-rukun haji.

    5).Macam – Macam Tawaf

    *Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    *Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    *Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    *Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

    BALAS
    Afya artati Juni 30, 2020 At 9:23 am
    Afya artati
    X ipa

    1.Haji secara bahasa adalah sengaja mengunjungi Baitullah, secara Istilah haji adalah sengaja mengunjungi ka’bah dengan niat beribadah pada waktu tertentu dengan syarat syarat dan dengan cara cara yang tertentu pula
    Haji adalah berkunjung ketanah suci (ka’bah)) untuk melaksanakan amal ibadah tertentu sesuai dengan syarat, rukun, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara

    2.وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban menusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah” [Ali-Imran : 97]

    3.Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    1. Islam
    2.Berakal, sehat jasmani rohani
    3. Baligh
    4.Merdeka, dan
    5.Mampu

    4.Adapun rukun haji sebagai berikut :
    •IHRAM
    yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    •WUKUF
    yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    •TAWAF
    Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    •SA’I.
    yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    •TAHALLUL
    yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    •TERTIB
    yakni dikerjakan secara berurutan.

    5.Pertama: Thawaf Qudum
    Thawaf qudum biasa juga disebut thawaf wurud atau thawaf tahiyyah. Karena thawaf ini disyari’atkan bagi orang yang datang dari luar Makkah sebagai penghormatan kepada Baitullah (Ka’bah). Thawaf ini juga disebut thawaf liqo’. Menurut ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah, hukum thawaf qudum adalah sunnah bagi orang yang mendatangi Makkah sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah. Oleh karena itu, disunnahkan thawaf qudum ini didahulukan, bukan diakhirkan

    Kedua: Thawaf Ziyaroh atau Thawaf Ifadhoh
    Thawaf yang satu ini merupakan salah satu rukun haji yang telah disepakati. Thawaf ini biasa disebut thawaf ziyaroh atau thawaf fardh. Dan biasa pula disebut thawaf rukn karena ia merupakan rukun haji. Thawaf ini tidak bisa tergantikan. Setelah dari ‘Arofah, mabit di Muzdalifah lalu ke Mina pada hari ‘ied, lalu melempar jumroh, lalu nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala, maka ia mendatangi Makkah, lalu thawaf keliling ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhoh

    Ketiga: Thawaf Wada’
    Thawaf wada’ biasa disebut pula thawaf shodr atau thawaf akhirul ‘ahd. Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum thawaf seperti ini adalah wajib, kecuali madzhab Imam Malik mengatakan bahwa hukumnya sunnah. Dalil yang menunjukkan bahwa thawaf seperti ini dihukumi wajib adalah hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma

    Keempat: Thawaf ‘Umroh
    Thawaf ‘umroh merupakan di antara rukun ‘umroh. Pertama kali setelah orang berihram untuk ‘umroh, maka ia melakukan thawaf ini dan tidak mengakhirkannya.

    Kelima: Thawaf Nadzar
    Hukumnya adalah wajib (bagi orang yang telah bernadzar) dan tidak dikhususkan pada waktu tertentu jika memang orang yang bernadzar tidak mengkhususkan waktu thawafnya pada waktu tertentu

    Keenam: Thawaf Tahiyyatul Masjidil Harom
    Ini hukumnya sunnah bagi setiap orang yang memasuki masjidil harom kecuali jika memang ia akan melakukan thawaf lainnya, maka thawaf tahiyyat ini sudah termasuk dalam thawaf lainnya seperti thawaf ‘umroh. Begitu pula ketika seseorang ingin melaksanakan thawaf qudum, maka thawaf tahiyyat ini sudah masuk di dalamnya karena ia (thawaf tahiyyatul masjidil harom) statusnya lebih rendah. Demikian karena memang untuk menghormati masjid yang mulia (Masjidil Mahrom) adalah dengan thawaf kecuali jika memang ada halangan, maka bisa diganti dengan shalat tahiyyatul masjid

    Ketujuh: Thawaf Tathowwu’
    Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom. Adapun thawaf tathowwu’ yang bukan sebagai thawaf tahiyyatul masjidil harom, maka ia tidak dikhususkan dilakukan pada waktu tertentu. Thawaf tersebut artinya bisa dilakukan kapan saja, bahkan bisa pula dilakukan di waktu terlarang untuk shalat sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Namun thawaf seperti tidak boleh dilakukan jika memang masih memiliki kewajiban lainnya.

    Thawaf dilakukan sah jika yang melakukannya adalah berakal, mumayyiz (bisa membedakan baik buruk)–walaupun masih kecil- asalkan dalam keadaan suci

  17. NAMA : CANTIKA AULIA ISKANDAR
    KELAS : X-IPS

    JAWABAN :

    1. Haji secara bahasa dalam bahasa indonesia artinya adalah mengunjungi.
    Kata HAJI adalah berasal dari bahasa arab Al-Hajj yang artinya adalah MENYENGAJA, MENGUNJUNGI, ZIARAH, MAKSUD, TUJUAN.

    2. Sebagaimana terkandung dalam Al-Quran, Surat Ali Imran ayar 97.

    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3. Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    – Islam
    – Berakal, sehat jasmani rohani
    – Baligh
    – Merdeka, dan
    – Mampu

    4. rukun haji ada 6, yaitu :

    Ihram adalah niat untuk masuk ke dalam manasik haji dan memakai pakaian yang tidak dijahit atau pakaian ihram.
    Makna di balik ihram haji adalah ingat kematian.

    Wukuf adalah hadir dan diam berada di daerah Arafah. Berhenti untuk tidak memikirkan duniawi, karena wukuf pada dasarnya adalah simulasi berkumpulnya manusia di padang mahsyar.

    Tawaf adalah mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali dengan arah yang berlawanan dengan jarum jam yang maknanya tafakur di Arafah harus mampu membangkitkan motivasi untuk meningkatkan ketaatan kepada Allah.

    Sa’i adalah perjuangan berlari-lari kecil antara Bukit Safa dan Marwah.
    Yang mengingatkan kita kepada perjuangan Siti Hajar bolak-balik dari Shafa ke Marwah untuk mencari air buat anaknya, Ismail sebagai makna perjuangan yang harus kita teladani dalam hidup.

    Tahallul adalah bercukur.
    Tahallul dengan potong rambut adalah simbol memangkas kesombongan, agar kita menjadi orang yang rendah hati.

    Tertib adalah melaksanakan rukun haji secara berurutan dan tak boleh ditinggalkan.

    5. Macam-macam tawaf :

    – Tawaf Qudum adalah Sunat, maka apabila tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji ataupun Umroh. Bagi wanita, melaksanakan Tawaf Qudum tidak perlu berlari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa.
    – Tawaf ifadah adalah salah rukun haji yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
    – Tawaf wada’ adalah tawaf perpisahan dengan Baitullah karena jamaah telah menyelesaikan semua rukun haji sekaligus sebagai penghormatan terhakhir kepada Baitullah. Tawaf ini diperuntukkan bagi orang-orang yang telah berhaji dan semua orang hendak meninggalkan kota Mekkah.
    – Tawaf tahallul yakni penghalalan barang yang haram karena ihram.
    – Tawaf nazar yakni tawaf yang dinadzarkan.
    – Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

  18. Mutia Maharani
    X.IPA

    1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

    2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.

    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5)Macam – Macam Tawaf

    Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  19. Hassya Andhara Aflaha Furqani
    X. IPA

    0. Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Istilah ini berasal dari bahasa Arab (حاج) yang merupakan bentuk isim fail (partisip aktif) dari kata kerja ‘hajj’ (Arab: حج, ‘pergi haji’) atau dari kata benda ‘hajj’ (Arab: حج, ‘ibadah haji’) yang diberi sufiks nisbah menjadi ‘hajjiy’ (Arab: حجي).

    0. فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
    Arti: Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

    3. 1. Islam
    2. Berakal, sehat jasmani rohani
    3. Baligh
    4. Merdeka, dan
    5. Mampu

    4. • Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    • Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    • Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    • Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    • Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    • Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5. • Tawaf Qudum (ﻗﺪﻭﻡ ) – tawaf “selamat datang” yang dilakukan ketika baru sampai di Mekah.
    • Tawaf Ifadhah (ﺇﻓﺎﺿﻪ) – tawaf yang menjadi rukun haji dan dilakukan bagi mereka yang telah pulang dari Wukuf di Arafah. Juga dinamakan bagi tawaf rukun umrah.
    • Tawaf Sunah (ﺳﻨﺔ) – tawaf yang dilakukan semata-mata mencari ridha Allah pada waktu kapanpun.
    • Tawaf Tahiyyat (ﺗﺤﻴﺔ) – tawaf sunah yang lazim dilakukan saat memasuki Masjidl Haram.
    • Tawaf Nazar (ﻧﺬﺭ) – melakukan tawaf untuk memenuhi nazar (janji)
    • Tawaf Wada’ (ﻭﺩﺍﻉ) – tawaf “selamat tinggal” yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekkah sebagai tanda penghormatan dan memuliakan Baitullah.

  20. Rafikah amalia
    10 mipa
    Jawab

    1.Haji secara bahasa adalah sengaja mengunjungi Baitullah, secara Istilah haji adalah sengaja mengunjungi ka’bah dengan niat beribadah pada waktu tertentu dengan syarat syarat dan dengan cara cara yang tertentu pula
    Haji adalah berkunjung ketanah suci (ka’bah)) untuk melaksanakan amal ibadah tertentu sesuai dengan syarat, rukun, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara

    2.وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.Syarat wajib haji yaitu :
    * Islam.
    *Berakal, sehat jasmani rohani.
    *Baligh.
    *Merdeka, dan.
    *Mampu.

    4.Adapun rukun haji sebagai berikut :
    •IHRAM
    yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    •WUKUF
    yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    •TAWAF
    Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    •SA’I.
    yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    •TAHALLUL
    yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    •TERTIB
    yakni dikerjakan secara berurutan.

    5.Pertama: Thawaf Qudum
    Thawaf qudum biasa juga disebut thawaf wurud atau thawaf tahiyyah. Karena thawaf ini disyari’atkan bagi orang yang datang dari luar Makkah sebagai penghormatan kepada Baitullah (Ka’bah). Thawaf ini juga disebut thawaf liqo’. Menurut ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah, hukum thawaf qudum adalah sunnah bagi orang yang mendatangi Makkah sebagai bentuk penghormatan kepada Baitullah. Oleh karena itu, disunnahkan thawaf qudum ini didahulukan, bukan diakhirkan

    Kedua: Thawaf Ziyaroh atau Thawaf Ifadhoh
    Thawaf yang satu ini merupakan salah satu rukun haji yang telah disepakati. Thawaf ini biasa disebut thawaf ziyaroh atau thawaf fardh. Dan biasa pula disebut thawaf rukn karena ia merupakan rukun haji. Thawaf ini tidak bisa tergantikan. Setelah dari ‘Arofah, mabit di Muzdalifah lalu ke Mina pada hari ‘ied, lalu melempar jumroh, lalu nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala, maka ia mendatangi Makkah, lalu thawaf keliling ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhoh

    Ketiga: Thawaf Wada’
    Thawaf wada’ biasa disebut pula thawaf shodr atau thawaf akhirul ‘ahd. Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum thawaf seperti ini adalah wajib, kecuali madzhab Imam Malik mengatakan bahwa hukumnya sunnah. Dalil yang menunjukkan bahwa thawaf seperti ini dihukumi wajib adalah hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma

    Keempat: Thawaf ‘Umroh
    Thawaf ‘umroh merupakan di antara rukun ‘umroh. Pertama kali setelah orang berihram untuk ‘umroh, maka ia melakukan thawaf ini dan tidak mengakhirkannya.

    Kelima: Thawaf Nadzar
    Hukumnya adalah wajib (bagi orang yang telah bernadzar) dan tidak dikhususkan pada waktu tertentu jika memang orang yang bernadzar tidak mengkhususkan waktu thawafnya pada waktu tertentu

    Keenam: Thawaf Tahiyyatul Masjidil Harom
    Ini hukumnya sunnah bagi setiap orang yang memasuki masjidil harom kecuali jika memang ia akan melakukan thawaf lainnya, maka thawaf tahiyyat ini sudah termasuk dalam thawaf lainnya seperti thawaf ‘umroh. Begitu pula ketika seseorang ingin melaksanakan thawaf qudum, maka thawaf tahiyyat ini sudah masuk di dalamnya karena ia (thawaf tahiyyatul masjidil harom) statusnya lebih rendah. Demikian karena memang untuk menghormati masjid yang mulia (Masjidil Mahrom) adalah dengan thawaf kecuali jika memang ada halangan, maka bisa diganti dengan shalat tahiyyatul masjid

    Ketujuh: Thawaf Tathowwu’
    Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom. Adapun thawaf tathowwu’ yang bukan sebagai thawaf tahiyyatul masjidil harom, maka ia tidak dikhususkan dilakukan pada waktu tertentu. Thawaf tersebut artinya bisa dilakukan kapan saja, bahkan bisa pula dilakukan di waktu terlarang untuk shalat sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Namun thawaf seperti tidak boleh dilakukan jika memang masih memiliki kewajiban lainnya.

    Thawaf dilakukan sah jika yang melakukannya adalah berakal, mumayyiz (bisa membedakan baik buruk)–walaupun masih kecil- asalkan dalam keadaan suci

    • MUTIA MAHARANI
      X.IPA

      1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

      2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
      “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

      3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

      Islam.
      Berakal, sehat jasmani rohani.
      Baligh.
      Merdeka, dan.
      Mampu.

      4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

      Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
      Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
      Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
      Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
      tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
      tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

      5)Macam – Macam Tawaf

      Tawaf Qudum

      Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
      Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
      Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
      Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

      Tawaf Sunat

      Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

      Tawaf Ifadah

      Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
      ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
      Berarti:
      Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
      Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

      Tawaf Wada

      Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
      Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
      Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
      Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
      Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  21. Fiqih
    Nama : siti fathimah azzahra
    Kelas : x ips

    1. Tuliskan pengertian haji menurut bahasa dan juga nyatakan kata asal haji tersebut kemudian terjemahkan! • Maksud HAJI menurut bahasa adalah menyengaja, mengunjungi atau menuju. Adapun maksud secara istilah adalah ibadah yang dilakukan dengan berkunjung ke Baitullah juga tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah yang disyariatkan. •Haji bahasa arab : ‫حج‬‎ Ḥajj “ziarah”adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.
    2. Tuliskan satu ayat tentang ibadah itu hukumnya adalah wajib?
    * Firman Allah QS. Al-Imran: 97
    ‎وَلِلَّهِ عَلىَ النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِيْنَ
    Artinya : “ Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. “
    3. Sebutkan syarat wajib haji? • Beragama Islam • Sudah baligh  • Berakal sehat • Merdeka atau bukan budak • Mampu secara fisik dan finansial • Punya mahram khusus bagi wanita
    4. Sebutkan rukun haji dan dan jelaskan satu persatu rukun tersebut! Rukun-rukun haji : 1. ihram, yaitu berniat saat mulai mengerjakan ibadah haji. 2. Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar. 3. Thawaf, yaitu berkeliling ka’bah sampai 7 kali. Syarat-syarat thawaf : •Menutup aurat. •Thawaf dilakukan tujuh kali. •Permulaan thawaf hendaklah dimulai dari hajar aswad. •Suci dari hadats dan najis. •Ka’bah berada disebelah kiri yang thawaf. 4. Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa. Syarat-syarat sa’i : •Pemulaan sa’i dimulai dari bukit Shafa. •Sa’i diakhiri di bukit Marwa. •Sa’i dilakukan setelah thawaf. •Sa’i dikerjakan sebanyak tujuh kali. 5. Menggunting rambut, yaitu sekurang kurangnya 3 helai rambut. 6. Menertibkan rukun-rukun haji.
    5. Ada tujuh macam bentuk thawaf, sebutkan dan jelaskan satu persatu!
    * Tawaf Qudum – tawaf “selamat datang” yang dilakukan ketika baru sampai di Mekah.
    * Tawaf Ifadhah – tawaf yang menjadi rukun haji dan dilakukan bagi mereka yang telah pulang dari Wukuf di Arafah. Juga dinamakan bagi tawaf rukun umrah.
    * Tawaf Sunah (ﺳﻨﺔ) – tawaf yang dilakukan semata-mata mencari ridha Allah pada waktu kapanpun.
    * Tawaf Tahiyyat (ﺗﺤﻴﺔ) – tawaf sunah yang lazim dilakukan saat memasuki Masjidl Haram.
    * Tawaf Nazar (ﻧﺬﺭ) – melakukan tawaf untuk memenuhi nazar (janji)
    * Tawaf Wada’ (ﻭﺩﺍﻉ) – tawaf “selamat tinggal” yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekkah sebagai tanda penghormatan dan memuliakan Baitullah.
    1. Tuliskan pengertian haji menurut bahasa dan juga nyatakan kata asal haji tersebut kemudian terjemahkan! • Maksud HAJI menurut bahasa adalah menyengaja, mengunjungi atau menuju. Adapun maksud secara istilah adalah ibadah yang dilakukan dengan berkunjung ke Baitullah juga tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah yang disyariatkan. •Haji bahasa arab : ‫حج‬‎ Ḥaǧǧ “ziarah”adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.
    2. Tuliskan satu ayat tentang ibadah itu hukumnya adalah wajib?
    * Firman Allah QS. Al-Imran: 97
    ‎وَلِلَّهِ عَلىَ النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِيْنَ
    Artinya : “ Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. “
    3. Sebutkan syarat wajib haji? • Beragama Islam • Sudah baligh  • Berakal sehat • Merdeka atau bukan budak • Mampu secara fisik dan finansial • Punya mahram khusus bagi wanita
    4. Sebutkan rukun haji dan dan jelaskan satu persatu rukun tersebut! Rukun-rukun haji : 1. ihram, yaitu berniat saat mulai mengerjakan ibadah haji. 2. Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar. 3. Thawaf, yaitu berkeliling ka’bah sampai 7 kali. Syarat-syarat thawaf : •Menutup aurat. •Thawaf dilakukan tujuh kali. •Permulaan thawaf hendaklah dimulai dari hajar aswad. •Suci dari hadats dan najis. •Ka’bah berada disebelah kiri yang thawaf. 4. Sa’i, yaitu berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa. Syarat-syarat sa’i : •Pemulaan sa’i dimulai dari bukit Shafa. •Sa’i diakhiri di bukit Marwa. •Sa’i dilakukan setelah thawaf. •Sa’i dikerjakan sebanyak tujuh kali. 5. Menggunting rambut, yaitu sekurang kurangnya 3 helai rambut. 6. Menertibkan rukun-rukun haji.
    5. Ada tujuh macam bentuk thawaf, sebutkan dan jelaskan satu persatu!
    * Tawaf Qudum – tawaf “selamat datang” yang dilakukan ketika baru sampai di Mekah.
    * Tawaf Ifadhah – tawaf yang menjadi rukun haji dan dilakukan bagi mereka yang telah pulang dari Wukuf di Arafah. Juga dinamakan bagi tawaf rukun umrah.
    * Tawaf Sunah (ﺳﻨﺔ) – tawaf yang dilakukan semata-mata mencari ridha Allah pada waktu kapanpun.
    * Tawaf Tahiyyat (ﺗﺤﻴﺔ) – tawaf sunah yang lazim dilakukan saat memasuki Masjidl Haram.
    * Tawaf Nazar (ﻧﺬﺭ) – melakukan tawaf untuk memenuhi nazar (janji)
    * Tawaf Wada’ (ﻭﺩﺍﻉ) – tawaf “selamat tinggal” yang dilakukan sebelum meninggalkan kota Mekkah sebagai tanda penghormatan dan memuliakan Baitullah.

  22. SRI REJEKI JAYA ASTUTI
    X. IPA

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

    • Nama: Khaula Aisyah Fadilla
      Kelas: X-IPA
      1) Haji secara bahasa dalam bahasa Indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan Haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyegaja, atau menuju.
      2) وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

      “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.
      3) ~ Islam
      ~ baligh
      ~ berakal, sehat jasmani rohani
      ~ mereka dan mampu
      4)• ihram : berniat saat mulai mengerjakan ibadah haji.
      • Hadirdi padang Arafah pada waktu yang ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
      • Thawaf :Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
      • Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
      • Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
      Menertibkan rukun-rukun haji.
      5) A) Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
      B) Tawaf ifadah ,yakini tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji.
      C) Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah.
      D) Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram.
      E) Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan.
      F) Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
      G) Tawaf thatowwu, yakini yang termasuk Thawaf ini adalah Thawaf tahiyyatul Masjidil harom atas yaitu ketika masuk Masjidil harom.

    • *FIQIH*
      NAMA :USWATUNNISA UTAMI B.
      KELAS :X. IPS
      NISN:-
      > بسم الله الرحمن الرحيم<
      1.)Pengertian haji menurut bahasa dan istilah dan juga kata asal haji tersebut kemudian terjemahkan! :
      »menurut bahasa haji adalah menyengaja, mengunjungi,atau menuju.
      »Adapun secara istilah,haji adalah ibadah yang dilakukan dgn berkunjung ke baitullah
      dan juga tempat tempat tertentu untuk melaksanakan amalan amalan ibadah yang di syariatkan.
      » •Haji bahasa arab : ‫حج‬‎ Ḥajj “ziarah”adalah ziarah Islam tahunan ke Mekkah, kota suci umat Islam, dan kewajiban wajib bagi umat Islam yang harus dilakukan setidaknya sekali seumur hidup mereka oleh semua orang Muslim dewasa yang secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadiran mereka.
      2.)satu ayat tentang ibadah haji hukumnya adalah wajib:
      »وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ.
      “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.
      3.)syarat wajib haji adalah sbb:
      »Islam
      »Berakal
      »Baligh
      »Ada muhrimnya
      »Mampu dalam segala hal (misalnya dalam hal biaya, kesehatan, keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan).
      4.)rukun haji dan penjelasannya satupersatu:
      »Niat Ihram
      Niat ihram maknanya bukan sekedar menggunakan pakaian ihram namun harus menjaga dari perbuatan yang membatalkan.
      »Thawaf
      Thawaf, dilaksanakan dengan mengelilingi kabah tujuh kali.
      »Sa’i
      Sa’i, dilaksanakan dengan berlari kecil di antara 2 bukit yakni Safa dan juga Marwa.
      »Wukuf
      Wukuf, dilaksanakan di Padang Arafah. Merupakan puncak ibadah haji.
      »Tahalul
      Tahalul, adalah tahapan haji di mana jamaah bebas dari apa-apa yang diharamkan dalam ihram. Tahalul atau Tahallul ini identik dengan mencukur rambut.
      »Tertib
      Tertib, artinya semua rukun haji harus dilaksanakan secara berurutan dan apabila tidak maka haji yang dilakukan dianggap tidak sah.
      5.)sebutkan dan Jelaskan bentuk tawaf:
      Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
      * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
      * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
      * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
      * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
      * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
      * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  23. NAMA:Andi widya fatimah wela
    KELAS:X.IPS
    1.Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung . Sedangkan pengertian dari kata haji berdasarakan istilah ilmu fiqh adalah kagitaan seseorang umat islm yang pergi ke baitullah pada waktu tertentu dan melakukan malan ibadah tertentu

    2.وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

    3.Syarat wajib haji yaitu
    *Islam
    *Berakal, sehat jasmani rohani
    *Baligh
    *Merdeka
    *Mampu

    4.1.Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.

    2.Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .

    3Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.

    4Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.

    5tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.

    7.tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5.macam-macam Tawaf
    *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    *Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    *Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    *Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    *Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan.
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan.
    *Tawaf thatowwu, yakini yang termasuk Thawaf ini adalah Thawaf tahiyyatul Masjidil harom atas yaitu ketika masuk Masjidil harom.

  24. Nur annisa lathifah kamil
    X ipa
    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom

  25. Mutia maharani
    X.IPA

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  26. Mutia maharani
    X. Ipa

    1.Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung . Sedangkan pengertian dari kata haji berdasarakan istilah ilmu fiqh adalah kagitaan seseorang umat islm yang pergi ke baitullah pada waktu tertentu dan melakukan malan ibadah tertentu

    2.وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

    3.Syarat wajib haji yaitu
    *Islam
    *Berakal, sehat jasmani rohani
    *Baligh
    *Merdeka
    *Mampu

    4.1.Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.

    2.Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .

    3Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.

    4Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.

    5tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.

    7.tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5.macam-macam Tawaf
    *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    *Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    *Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    *Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    *Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan.
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan.
    *Tawaf thatowwu, yakini yang termasuk Thawaf ini adalah Thawaf tahiyyatul Masjidil harom atas yaitu ketika masuk Masjidil harom.

  27. 1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung . Sedangkan pengertian dari kata haji berdasarakan istilah ilmu fiqh adalah kagitaan seseorang umat islm yang pergi ke baitullah pada waktu tertentu dan melakukan malan dan ibadah tertentu

    ‎2.)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”
    3.)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.
    4.)Rukun haji adalah sebagai berikut ;
    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.
    5.)Macam – Macam Tawaf
    Tawaf Qudum
    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.
     
    Tawaf Sunat
    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.
    Tawaf Ifadah
    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ‎ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.
    Tawaf Wada
    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  28. Nama : wahyuni safitri
    Kelas : x. Ipa

    1. Maksud HAJI menurut bahasa adalah menyengaja, mengunjungi atau menuju. Haji berasal dari kata HAJJ yang artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju. Selain itu HAJJ ini juga secara bahasa artinya sama dengan Qashd. Qashd sendiri dimaknai sebagai maksud, tujuan atau menyengaja.

    2. Ayat tentang hukum haji
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3. Rukun-rukun haji :
    1. Ihram
    Ihram, merupakan rukun haji yang pertama yang merupakan niat seseorang untuk melaksanakan ibadah haji
    2. Wukuf di Padang Arafah
    Selanjutnya, Wukuf di Padang Arafah yang merupakan rukun haji kedua, yaitu dimana semua jamah haji diwajibkan untuk hadir di padang Arafah, mulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    3. Thawaf
    Thawaf adalah rukun haji yang ketiga,yaitu ketika jamaah haji memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
    4. Sa’i
    Sa’I adalah rukun haji yang keempat, yaitu saat jamaah haji berlari- lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    5. Tahallul
    Tahallul merupakan rukun haji yang terakhir, yaitu suatu keadaan dimana semua jamaah haji dihalalkan atau diperbolehkan melakukan hal- hal yang sebelumnya dilarang.
    6. Tertib
    Tertib yakni melakukan rukun rukun ibadah haji sesuai urutannya

    4. Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    • Islam.
    • Berakal, sehat jasmani rohani.
    • Baligh.
    • Merdeka, dan.
    • Mampu.

    5. Macam-macam tawaf:
    • Tawaf ifadah adalah salah satu yang menjadi rukun haji, artinya wajib dilaksankan agar hajinya sah
    • Tawaf Qudum adalah tawaf pembukaan atau selamat datang yang dilakukan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah.
    • Tawaf Wada atau tawaf perpisahan dilaksanakan sebagai perpisahan sebelum akhirnya pulang ke tanah air.
    • Tawaf sunnah adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja dan hukumnya juga sunnah.

  29. Khairunisa isra magfirah
    X.IPA
    1.Haji (Arab : حج) yang artinya mengunjungi, menyengaja atau menuju haji merupakan rukun Islam yang ke-lima. Secara bahasa, haji artinya berkunjung ketempat yang agung.
    2.وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
    3.1.Islam
    2.Memiliki akal dan sehat jasmani rohani
    3.Cukup umur atau balig
    4 Merdeka
    5.Mampu
    4.Rukun Haji ke-1: Ihram Ihram, yaitu beniat dari miqat ketika hendak memulai kegiatan ibadah haji, seperti mengucapkan Lafaz: لَبَيْكَ اللَهُمَ حَجًا Yang artinya: “Ya Allah, kupenuhi panggilan-Mu untuk berhaji” Rukun Haji ke-2: Wukuf di ‘Arafah Yang dimaksud Wukuf di Arafah ialah berdiam di padang Arofah dengan memperbanyak zikir dan istighfar kepada Allah SWT. Waktu wukuf di arafah bermula dari tergelincirnya matahari di Hari Arafah, yaitu pada tanggal 9 Zulhijah, sampai terbit fajar pada Hari Raya Kurban. Apabila seseorang berwukuf di Arafah di luar waktu tersebut, sama saja ia belum berwukuf. Itulah pendapat jumhur (mayoritas) ulama.
    Rukun Haji ke-3: Thawaf Ifadhah Tawaf ziarah atau tawaf ifadah merupakan bagian dari rukun haji yang dilakukan setelah wukuf di arafah. Kefarduan tawaf ini telah dikukuhkan dengan Al-Quran, Sunnah, dan ijmak. Dalam Al Quran surat Al Hajj: 29, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “…Dan hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah Ka’bah).” Dengan teks Al-Quran tersebut para ulama sepakat bahwa itu adalah perintah untuk melakukan tawaf ziarah (tawaf ifadah). Tawaf ifadah berjalan mengelilingi Ka’bah nan agung sebanyak 7 kali putaran dengan syarat; suci dari hadas dan najis baik badan maupun pakaian, menutup aurat, Kakbah berada di sebelah kiri kita saat mengelilinginya, dan kita harus memulai tawaf dari hajar aswad (batu hitam) yang terletak di salah satu pojok Ka’bah.
    Rukun Haji ke-4: Sa’i Dalam hadits riwayat Ahmad (XII/76, no. 277), Rasulullah SAW bersabda “Kerjakanlah sa’i, sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’i atas kalian”. Sa’i adalah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak tujuh putaran dan berakhir di bukit Marwah. Dalam haji, Sa’i dilakukan setelah tawaf qudum.
    Rukun Haji ke-5: Tahalul Tahalul, adalah mencukur atau memotong rambut paling sedikit tiga helai rambut di sekitar bukit Marwa (tempat terakhir melaksanakan sa’i).
    Rukun Haji ke-6: Tertib Tertib, artinya rukun-rukun haji diatas harus dilakukan secara berurutan, yaitu dengan mendahulukan ihram atas rukun lainnya, kemudian wukuf, lalu tawaf dan seterusnya.
    5.Macam-macam Tawaf:
    *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    *Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    *Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    *Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    *Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    *Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

  30. Khairunisa isra magfirah
    X.IPA
    1.Haji (Arab : حج) yang artinya mengunjungi, menyengaja atau menuju haji merupakan rukun Islam yang ke-lima. Secara bahasa, haji artinya berkunjung ketempat yang agung.
    2.وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
    3.1.Islam
    2.Memiliki akal dan sehat jasmani rohani
    3.Cukup umur atau balig
    4 Merdeka
    5.Mampu
    4.Rukun Haji ke-1: Ihram Ihram, yaitu beniat dari miqat ketika hendak memulai kegiatan ibadah haji, seperti mengucapkan Lafaz: لَبَيْكَ اللَهُمَ حَجًا Yang artinya: “Ya Allah, kupenuhi panggilan-Mu untuk berhaji” Rukun Haji ke-2: Wukuf di ‘Arafah Yang dimaksud Wukuf di Arafah ialah berdiam di padang Arofah dengan memperbanyak zikir dan istighfar kepada Allah SWT. Waktu wukuf di arafah bermula dari tergelincirnya matahari di Hari Arafah, yaitu pada tanggal 9 Zulhijah, sampai terbit fajar pada Hari Raya Kurban. Apabila seseorang berwukuf di Arafah di luar waktu tersebut, sama saja ia belum berwukuf. Itulah pendapat jumhur (mayoritas) ulama.
    Rukun Haji ke-3: Thawaf Ifadhah Tawaf ziarah atau tawaf ifadah merupakan bagian dari rukun haji yang dilakukan setelah wukuf di arafah. Kefarduan tawaf ini telah dikukuhkan dengan Al-Quran, Sunnah, dan ijmak. Dalam Al Quran surat Al Hajj: 29, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “…Dan hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah Ka’bah).” Dengan teks Al-Quran tersebut para ulama sepakat bahwa itu adalah perintah untuk melakukan tawaf ziarah (tawaf ifadah). Tawaf ifadah berjalan mengelilingi Ka’bah nan agung sebanyak 7 kali putaran dengan syarat; suci dari hadas dan najis baik badan maupun pakaian, menutup aurat, Kakbah berada di sebelah kiri kita saat mengelilinginya, dan kita harus memulai tawaf dari hajar aswad (batu hitam) yang terletak di salah satu pojok Ka’bah.
    Rukun Haji ke-4: Sa’i Dalam hadits riwayat Ahmad (XII/76, no. 277), Rasulullah SAW bersabda “Kerjakanlah sa’i, sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’i atas kalian”. Sa’i adalah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak tujuh putaran dan berakhir di bukit Marwah. Dalam haji, Sa’i dilakukan setelah tawaf qudum.
    Rukun Haji ke-5: Tahalul Tahalul, adalah mencukur atau memotong rambut paling sedikit tiga helai rambut di sekitar bukit Marwa (tempat terakhir melaksanakan sa’i).
    Rukun Haji ke-6: Tertib Tertib, artinya rukun-rukun haji diatas harus dilakukan secara berurutan, yaitu dengan mendahulukan ihram atas rukun lainnya, kemudian wukuf, lalu tawaf dan seterusnya.
    5.Macam-macam Tawaf:
    *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    *Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    *Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    *Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    *Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    *Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

  31. Khairunisa isra magfirah
    X.IPA
    1.Haji (Arab : حج) yang artinya mengunjungi, menyengaja atau menuju haji merupakan rukun Islam yang ke-lima. Secara bahasa, haji artinya berkunjung ketempat yang agung.
    2.وَأَتِمُّوا۟ ٱلْحَجَّ وَٱلْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا۟ رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ ٱلْهَدْىُ مَحِلَّهُۥ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِۦٓ أَذًى مِّن رَّأْسِهِۦ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِٱلْعُمْرَةِ إِلَى ٱلْحَجِّ فَمَا ٱسْتَيْسَرَ مِنَ ٱلْهَدْىِ ۚ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَٰثَةِ أَيَّامٍ فِى ٱلْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُۥ حَاضِرِى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
    Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
    3.1.Islam
    2.Memiliki akal dan sehat jasmani rohani
    3.Cukup umur atau balig
    4 Merdeka
    5.Mampu
    4.Rukun Haji ke-1: Ihram Ihram, yaitu beniat dari miqat ketika hendak memulai kegiatan ibadah haji, seperti mengucapkan Lafaz: لَبَيْكَ اللَهُمَ حَجًا Yang artinya: “Ya Allah, kupenuhi panggilan-Mu untuk berhaji” Rukun Haji ke-2: Wukuf di ‘Arafah Yang dimaksud Wukuf di Arafah ialah berdiam di padang Arofah dengan memperbanyak zikir dan istighfar kepada Allah SWT. Waktu wukuf di arafah bermula dari tergelincirnya matahari di Hari Arafah, yaitu pada tanggal 9 Zulhijah, sampai terbit fajar pada Hari Raya Kurban. Apabila seseorang berwukuf di Arafah di luar waktu tersebut, sama saja ia belum berwukuf. Itulah pendapat jumhur (mayoritas) ulama.
    Rukun Haji ke-3: Thawaf Ifadhah Tawaf ziarah atau tawaf ifadah merupakan bagian dari rukun haji yang dilakukan setelah wukuf di arafah. Kefarduan tawaf ini telah dikukuhkan dengan Al-Quran, Sunnah, dan ijmak. Dalam Al Quran surat Al Hajj: 29, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “…Dan hendaklah mereka melakukan Thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah Ka’bah).” Dengan teks Al-Quran tersebut para ulama sepakat bahwa itu adalah perintah untuk melakukan tawaf ziarah (tawaf ifadah). Tawaf ifadah berjalan mengelilingi Ka’bah nan agung sebanyak 7 kali putaran dengan syarat; suci dari hadas dan najis baik badan maupun pakaian, menutup aurat, Kakbah berada di sebelah kiri kita saat mengelilinginya, dan kita harus memulai tawaf dari hajar aswad (batu hitam) yang terletak di salah satu pojok Ka’bah.
    Rukun Haji ke-4: Sa’i Dalam hadits riwayat Ahmad (XII/76, no. 277), Rasulullah SAW bersabda “Kerjakanlah sa’i, sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’i atas kalian”. Sa’i adalah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak tujuh putaran dan berakhir di bukit Marwah. Dalam haji, Sa’i dilakukan setelah tawaf qudum.
    Rukun Haji ke-5: Tahalul Tahalul, adalah mencukur atau memotong rambut paling sedikit tiga helai rambut di sekitar bukit Marwa (tempat terakhir melaksanakan sa’i).
    Rukun Haji ke-6: Tertib Tertib, artinya rukun-rukun haji diatas harus dilakukan secara berurutan, yaitu dengan mendahulukan ihram atas rukun lainnya, kemudian wukuf, lalu tawaf dan seterusnya.
    5.Macam-macam Tawaf:
    *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    *Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    *Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    *Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    *Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    *Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

  32. Nama : Sri Eka Syahrani
    Kelas : x. Ipa

    1. Maksud HAJI menurut bahasa adalah menyengaja, mengunjungi atau menuju. Haji berasal dari kata HAJJ yang artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju. Selain itu HAJJ ini juga secara bahasa artinya sama dengan Qashd. Qashd sendiri dimaknai sebagai maksud, tujuan atau menyengaja.

    2. Ayat tentang hukum haji
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3. Rukun-rukun haji :
    1. Ihram
    Ihram, merupakan rukun haji yang pertama yang merupakan niat seseorang untuk melaksanakan ibadah haji
    2. Wukuf di Padang Arafah
    Selanjutnya, Wukuf di Padang Arafah yang merupakan rukun haji kedua, yaitu dimana semua jamah haji diwajibkan untuk hadir di padang Arafah, mulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.

    3. Thawaf
    Thawaf adalah rukun haji yang ketiga,yaitu ketika jamaah haji memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
    4. Sa’i
    Sa’I adalah rukun haji yang keempat, yaitu saat jamaah haji berlari- lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    5. Tahallul
    Tahallul merupakan rukun haji yang terakhir, yaitu suatu keadaan dimana semua jamaah haji dihalalkan atau diperbolehkan melakukan hal- hal yang sebelumnya dilarang.
    6. Tertib
    Tertib yakni melakukan rukun rukun ibadah haji sesuai urutannya

    4. Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    • Islam.
    • Berakal, sehat jasmani rohani.
    • Baligh.
    • Merdeka, dan.
    • Mampu.

    5. Macam-macam tawaf:
    • Tawaf ifadah adalah salah satu yang menjadi rukun haji, artinya wajib dilaksankan agar hajinya sah
    • Tawaf Qudum adalah tawaf pembukaan atau selamat datang yang dilakukan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah.
    • Tawaf Wada atau tawaf perpisahan dilaksanakan sebagai perpisahan sebelum akhirnya pulang ke tanah air.
    • Tawaf sunnah adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja dan hukumnya juga sunnah.

  33. Nurul qolby sajida rauf
    X-ipa
    1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

    2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.

    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5)Macam – Macam Tawaf

    Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  34. Nama : Haermelia
    Kelas : X.ipa

    Jawaban;
    1. Haji secara bahasa dalam bahasa indonesia artinya adalah mengunjungi. Kata haji adalah berasal dari bahasa arab Al- hajj yang artinya adalah menyengaja, mengunjungi, ziarah, maksud, tujuan.

    2. Di bawah ini ayat tentang ibadah haji itu hukumnya wajib:
    وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

    3. Syarat Wajib Haji
    Yaitu syarat yang harus dipenuhi bagi seseorang sehingga baginya diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji dan jika tidak memenuhi syarat-syarat tersebut maka belum wajib menunaikan ibadah haji. Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    1. Islam
    2. Berakal, sehat jasmani rohani
    3. Baligh
    4. Merdeka, dan
    5. Mampu

    4 . Rukun haji ada 6 yaitu niat ihram, thawaf, sa’i, wukuf, tahalul, tertib.Rukun haji harus dilaksanakan, apabila ada salah satu yang tidak dilaksanakan maka ibadah hajinya tidak sah. Tertib adalah rukun haji yang terakhir, artinya rukun haji harus dilakukan secara berurutan, tidak boleh melompati.
    1. Ihram adalah niat berhaji dari miqat (tempat khusus yang ditetapkan Rasulullah Salallahu’alayhi wa sallam untuk melafadzkan talbiah haji). Adapun lafaz yang diucapkan ialah:

    “Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, inna al-hamda, wa ni’mata laka wa al-mulk. Laa syariika laka.”
    2. Wukuf di padang Arafah merupakan salah satu rukun haji untuk mengingat Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke Bumi dari surga karena mengingkari perintah Allah dan terbawa oleh tipu daya Iblis.

    Mereka dipisahkan di dunia ini selama 40 tahun untuk bertemu kembali. Padang Arafah merupakan lokasi Adam dan Hawa bertemu dan menjadi lokasi yang sakral bagi umat Islam.
    3. Tawaf adalah rukun haji ketiga yang diisi dengan kegiatan berjalan mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali, di mana 3 putaran pertama disarankan berlari-lari kecil, sedangkan 4 putaran sisanya berjalan seperti biasa.
    4. Sa’i adalah kegiatan dalam rukun haji dengan berlari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah.
    Makna inti dari ibadah sa’i adalah sebuah pencarian, berangkat dari kisah Siti Hajar di padang pasir yang mencari air untuk dirinya sendiri dan anaknya.
    5. Tahallul berasal dari kata ‘halla’, artinya boleh. Tahallul bermakna menjadi boleh, dihalalkan, atau menghalalkan beberapa larangan.
    Dalam istilah fikih, tahallul berarti keluar dari keadaan ihram karena telah selesai menjalankan amalan haji seluruhnya atau sebagian yang ditandai dengan mencukur atau menggunting beberapa (paling sedikit tiga) helai rambut.
    6. Tertib merupakan rukun haji yang terakhir, artinya rukun haji harus dilakukan secara berurutan, tidak boleh melompati. Dimulai dari niat (ihram), wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul.
    Misalnya, setelah bertawaf seharusnya seorang jamaah haji melanjutkan rukun haji keempat yaitu sa’i. Tidak diperkenankan baginya melakukan tahallul dahulu, baru kemudian sa’i. Jika itu terjadi, maka ibadah hajinya tidak sah.

    5. macam-macam tawaf yaitu: tawaf qudum, tawaf ifadah, tawaf wada’, tawaf tahallul, tawaf nazar, tawaf sunah,tawaf thatowwu.
    1. Tawaf qudum : tawaf pembukaan atau tawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah yaitu sholat tahiyyatul masjid.
    2. Tawaf ifadah : adalah salah rukun haji yang dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.
    3.Tawaf wada : adalah tawaf perpisahan dengan Baitullah karena jamaah telah menyelesaikan semua rukun haji atau ketika akan meninggalkan makkah.
    4. Tawaf tahallul : yakni penghalalan barang yang haram karena ihram.
    5. Tawaf nazar : yakni tawaf yang dinadzarkan.
    6. Tawaf sunah : yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    7. Tawaf thatowwu : Tawaf ini dapat dilaksanakan kapan saja. Tawaf ini berfungsi sebagai ganti sholat Tahiyatul Masjid pada saat memasuki Masjidil Haram.

  35. Nama:Fikha fatikhasari
    Kelas:X IPA

    Edukasi Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas X: Fikih
    EDUKASIPESANTREN
    Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas X: Fikih

    By
    PENJAGA PUTRI IMMIM

    JUNI 29, 2020

    210
    36
    – Advertisment –

    Kampus Pesantren. (foto: ist/palontaraq)
    Kampus Pesantren. (foto: ist/palontaraq)
    Lihat pula: Materi Khilafah digeser dari Fikih ke Sejarah, Untuk Apa?

    PALONTARAQ.ID – Berikut ini adalah Soal Fikih, salah satu Mata Pelajaran Kepesantrenan untuk Kelas X (Kelas I SMA/Aliyah) yang diujikan dalam kondisi dan situasi pandemi global Covid-19, sehingga pelaksanaan ujiannya dilaksanakan di rumah masing-masing.

    Soal-soal Ujian Fikih ini hanya dibuat khusus dan hanya diperuntukkan sebagai Ujian Akhir Semester bagi Santriwati Kelas X Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep.

    Ilustrasi – Berdoa. (foto: ist/palontaraq)
    Ilustrasi – Berdoa. (foto: ist/palontaraq)
    Jawaban dapat dituliskan di kolom komentar, sesuaikan terlebih dahulu keyboard systemnya untuk penulisan word arabic (windows arab) atau setting arabic pada penulisan aksara arab di keyboard untuk pengguna android/telepon pintar.

    Lihat pula: Fatwa MUI tentang Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

    Jawablah Soal-soal dibawah ini!

    Selamat Bekerja!

    TAGSfikihimmim pangkeppesantrenUjian Semester

    Berita sebelumya
    Ujian Semester 2 Mapel Kepesantrenan Kelas XI: Fikih

    Penjaga Putri IMMIM
    36 komentar
    PUTRI YULITA SHABANA Juni 30, 2020 At 8:48 am
    Fiqih!
    Nama: Putri yulita shabana
    Kelas :X.ipa

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Haram.

  36. Nama: fikha fatikhasari
    Kelas : X IPA

    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Haram.

  37. Nama : Nabilah Rinalda Aslam
    Kelas : x Ipa

    1. Maksud HAJI menurut bahasa adalah menyengaja, mengunjungi atau menuju. Haji berasal dari kata HAJJ yang artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju. Selain itu HAJJ ini juga secara bahasa artinya sama dengan Qashd. Qashd sendiri dimaknai sebagai maksud, tujuan atau menyengaja.

    2. Ayat tentang hukum haji
    وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3. Rukun-rukun haji :
    1. Ihram
    Ihram, merupakan rukun haji yang pertama yang merupakan niat seseorang untuk melaksanakan ibadah haji
    2. Wukuf di Padang Arafah
    Selanjutnya, Wukuf di Padang Arafah yang merupakan rukun haji kedua, yaitu dimana semua jamah haji diwajibkan untuk hadir di padang Arafah, mulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.

    3. Thawaf
    Thawaf adalah rukun haji yang ketiga,yaitu ketika jamaah haji memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
    4. Sa’i
    Sa’I adalah rukun haji yang keempat, yaitu saat jamaah haji berlari- lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    5. Tahallul
    Tahallul merupakan rukun haji yang terakhir, yaitu suatu keadaan dimana semua jamaah haji dihalalkan atau diperbolehkan melakukan hal- hal yang sebelumnya dilarang.
    6. Tertib
    Tertib yakni melakukan rukun rukun ibadah haji sesuai urutannya

    4. Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    • Islam.
    • Berakal, sehat jasmani rohani.
    • Baligh.
    • Merdeka, dan.
    • Mampu.

    5. Macam-macam tawaf:
    • Tawaf ifadah adalah salah satu yang menjadi rukun haji, artinya wajib dilaksankan agar hajinya sah
    • Tawaf Qudum adalah tawaf pembukaan atau selamat datang yang dilakukan pada waktu jama’ah baru tiba di Mekah.
    • Tawaf Wada atau tawaf perpisahan dilaksanakan sebagai perpisahan sebelum akhirnya pulang ke tanah air.
    • Tawaf sunnah adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja dan hukumnya juga sunnah.

  38. 1. Haji secara bahasa dalam bahasa indonesia artinya adalah mengunjungi.
    Kata HAJI adalah berasal dari bahasa arab Al-Hajj yang artinya adalah MENYENGAJA, MENGUNJUNGI, ZIARAH, MAKSUD, TUJUAN,

    2. Ayat tentang kewajiban haji :
    وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَا عَ إِلَيْهِ سَبِيلًۭا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِ نَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”.

    3. Syarat wajib haji yaitu :
    * Islam.
    *Berakal, sehat jasmani rohani.
    *Baligh.
    *Merdeka, dan.
    *Mampu.

    4. Rukun-rukun haji :

    * ihram : berniat saat mulai mengerjakan. ibadah haji.
    *Hadir di padang Arafah pada waktu yang ditentukan : tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu dhuhur hingga tanggal 10 Dzulhijjah saat terbit fajar.
    * Thawaf : Berkeliling ka’bah sampai 7 kali.
    * Sa’i : berlari-lari kecil dari bukit shafa ke bukit Marwa.
    * Menggunting rambut : sekurang kurangnya 3 helai rambut.
    *Menertibkan rukun-rukun haji.

    5. Macam-Macam Tawaf
    Adapun macam-macam tawaf diantaranya:

    * Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.

  39. Nurul ismi aulia ishak
    kelas X IPA

    1.haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara’, haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula.

    2.وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”(QS.al imran:97)

    3.Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:
    Islam.
    Berakal, sehat jasmani rohani.
    Baligh.
    Merdeka, dan.
    Mampu.

    4.A. ihram
    Ihram yaitu niat untuk masuk ke dalam manasik haji. Jika ada yang meninggalkan ihram, maka hajinya tidak sah. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi

    b. wukuf
    Wukuf di padang Arafah merupakan rukun haji yang terpenting. Orang yang tidak melaksanakan wukuf, berarti hajinya tidak sah.

    c. tawaf
    Tawaf yaitu mengitari Ka’bah sebanyak 7 kali. Allah berfirman,
    “Dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (QS. Al Hajj: 29)

    d. sai
    Sa’i ialah berjalan dari Shofa ke Marwah dan sebaliknya dalam rangka ibadah.

    e. tahalul
    Tahallul adalah diperbolehkannya kembali jemaah melakukan apa yang dilarang saat ihram. Simbol dari tahallul yaitu minimal memotong rambut sebanyak 3 helai, namun tidak jarang yang menggunduli rambutnya. Dengan ini, maka apa yang dilarang saat ihram, menjadi boleh dilakukan.

    f.tertib
    yaitu melalukuannya secara berurutan dari ihram,wukuf,tawaf,sai hingga tahallul.

    5.Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan ketika kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang

    Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Tawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.

    Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal.

    Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).

  40. Nama: Nadia hasymia ahmad
    Kelas: X IPS
    1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  41. Nama: Nadia hasymia ahmad
    Kelas: X IPS
    1. Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4.Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom.

  42. Nama: Nadia hasymia ahmad
    Kelas: X IPS
    1. Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2. Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.

    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4.Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Harom..

  43. Nama: Nadia hasymia ahmad
    Kelas: X IPS
    1. 1.)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2.)Ayat yang menyatakan tentang ibadah haji hukumnya wajib ialah:
    ‎وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3.)Syarat Wajib Haji
    •Islam. Ibadah haji diwajibkan kepada setiap muslim dan hal ini berarti jika orang kafir dan musyrik melakukan ibadah haji maka ibadah haji yang mereka lakukan tidak akan diterima.
    •Berakal Sehat.
    •Dewasa atau Baligh.
    •Merdeka.
    •Mampu.
    •Adanya Mahram bagi wanita.

    4).Rukun Haji :
    * Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    * Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    * Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    * Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    * Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    * Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5). *Tawaf qudum, yakni tawaf ketika baru tiba di Mekkah) sebagai sholat tahiyytul masjid.
    * Tawaf ifadah, yakni tawaf yang dikerjakan untuk melaksanakan rukun haji
    * Tawaf wada’, yakni tawaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan Mekkah
    * Tawaf tahallul, yakni penghalalan barang yang haram karena ihram
    * Tawaf nazar, yakni tawaf yang dinadzarkan
    * Tawaf sunah, yakni tawaf yang dilakukan kapanpun setiap waktu tanpa diikuti dengan sa’i.
    * tawaf thatowwu Yang termasuk thawaf ini adalah thawaf tahiyyatul masjidil harom di atas yaitu dilakukan ketika masuk Masjidil Haram.

  44. Nama: Nurullailil garrai sy
    Kelas : X Ips
    1)Pengertian dari kata haji secara bahasa dalam bahasa indonesia adalah berziarah atau berkunjung. Dan kata haji berasal dari kata kata HAJJ yang terjemahannya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju

    2)وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
    “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.”

    3)Adapun syarat-syarat wajib haji sebagai berikut:

    •Islam.
    •Berakal, sehat jasmani rohani.
    •Baligh.
    •Merdeka, dan.
    •Mampu.

    4)Rukun haji adalah sebagai berikut ;

    Ihram, adalah berniat mengerjakan ibadah haji atau umrah yang ditandai dengan menggenakan pakaian ihran berwarna putih dan membaca lafaz “Labbaika Allahumma hajjan”.
    Wukuf, yaitu hadir di padang Arafah pada tanggal 9 Djulhijah dari tergelincir matahari sampai terbenam .
    Tawaf, yaitu berputar mengelilingi ka’bah dan dilakukan secara berlawanan searah jarum jam.
    Sa’i, yaitu berlari kecil antara bukit shofa dan bukit marwa sebanyak 7 kali.
    tahallul, yaitu mencukur atau memotong bagian rambut kepala sebagian atau seluruhnya minimal 3 helai.
    tertib, yaitu berurutan dari mulai ikhsan hingga tahallul.

    5)Macam – Macam Tawaf

    •Tawaf Qudum

    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan kompilasi kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    Setiap kali meluncurkan Masjidil Haram, Nabi Muhammad SAW lebih dulu melakukan Tawaf sebagai upaya shalat Tahiyyatul Mosque. Dari peristiwa ini maka disebut juga Tawaf Masjidil Haram. Hukum melaksanakan Tawaf Qudum adalah Sunat, maka diminta tidak melaksanakan Tawaf Qudum tidak membatalkan Ibadah haji atau Umroh.
    Bagi wanita, menjalankan Tawaf Qudum tidak perlu lari – lari kecil karena cukup dengan berjalan biasa. Tawaf Qudum ini juga tidak dapat disambung dengan Sa’i, tetapi jika disambung maka Sa’inya sudah termasuk Sa’i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama’ah tidak perlu lagi melakukan Sa’i.
    Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Thawaf Qudum.

    •Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Jika dilakukan saat baru meluncurkan Masjidil Haram, Tawaf ini melakukan sebagai shalat Tahiyatul Mosque. Tawaf sunat inilah yang seharusnya disebut Tawaf Tathawwu.

    •Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, disetujui tidak dilakukan maka hajinya batal. Ikuti Firman Allah sebagai berikut:
    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    Berarti:
    Kemudian, biarkan mereka menghilangkan kotoran yang ada di badan mereka dan bawalah mereka dapatkan nazar-nazar mereka dan bawalah mereka melakukan melakukan thawaf di sekitar rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).
    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah dilaksanakan yaitu; melontar jumrah Aqabah, membeli dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    •Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).
    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lain, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua perpindahan.
    Bagi jama’ah Haji atau Umroh yang belum melakukan Tawaf ini belum diizinkan untuk meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Jika tidak dikerjakan maka wajib membayar Bendungan dan jika sudah selesai maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama’ah sudah keluar dari Masjid, maka maka haruslah segera pergi sebab jama’ah masih kembali ke masjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada ini.
    Wanita yang sedang dikirim dari Thawaf wada dan ia bisa langsung meninggalkan Mekah.
    Demikian penjelasan tentang macam – macam tawaf yang perlu kita ketahui dan perlu kompilasi untuk menyelesaikan ibadah haji atau ibadah umroh.

  45. Nama : Qonita Fildziah
    Kelas : X. IPS
    • Jawaban •
    1. -Haji (Arab : حج) adalah rukun Islam yang ke-lima. Secara bahasa, haji artinya berkunjung ketempat yang agung. Sedangkan secara istilah, haji berarti berziarah ke tempat tertentu pada waktu-waktu tertentu untuk melakukan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.
    – haji berasal dari kata HAJJ artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2. Dalil mengenai haji :
    – Firman Allah QS. Al-Imran: 97
    وَلِلَّهِ عَلىَ النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِيْن
    Artinya : “..Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta”(1)
    – Firman Allah QS. Al-Hajj ayat 27-28
    وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالاً وَعَلىَ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ(27) لِيَشْهَدُواْ مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُواْ اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْلُوْمَاتٍ عَلىَ مَا رَزَقَهُمْ مِّنْ بَهِيْمَةِ الأَنْعَامِ
    Artinya : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak”. (2)

    3. Syarat wajib haji :
    •Islam
    • Berakal, sehat jasmani rohani
    • Baligh
    • Merdeka, dan
    • Mampu

    4. Rukun haji :
    • Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    • Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    • Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    • Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    • Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5. Macam- macam tawaf :
    • Tawaf Qudum
    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan ketika kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    • Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Tawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).

    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lainnya, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua putaran.

  46. 1. -Haji (Arab : حج) adalah rukun Islam yang ke-lima. Secara bahasa, haji artinya berkunjung ketempat yang agung. Sedangkan secara istilah, haji berarti berziarah ke tempat tertentu pada waktu-waktu tertentu untuk melakukan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.
    – haji berasal dari kata HAJJ artinya adalah mengunjungi, menyengaja atau menuju.

    2. Dalil mengenai haji :
    – Firman Allah QS. Al-Imran: 97
    وَلِلَّهِ عَلىَ النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِيْن
    Artinya : “..Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta”(1)
    – Firman Allah QS. Al-Hajj ayat 27-28
    وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالاً وَعَلىَ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ(27) لِيَشْهَدُواْ مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُواْ اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْلُوْمَاتٍ عَلىَ مَا رَزَقَهُمْ مِّنْ بَهِيْمَةِ الأَنْعَامِ
    Artinya : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak”. (2)

    3. Syarat wajib haji :
    •Islam
    • Berakal, sehat jasmani rohani
    • Baligh
    • Merdeka, dan
    • Mampu

    4. Rukun haji :
    • Ihram yaitu mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan menggunakan pakaian ihram yakni berwarna putih tanpa jahitan dengan niat haji atau umroh di miqot.
    • Wukuf yaitu berdiam diri, berdzikir dan berdoa di Padang Arafah pada tanggal 9 dzulhijjah sejak tergelincir matahari sampai terbit fajar pada tanggal 10 dzulhijjah.
    • Tawaf Ifadhah yaitu mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan melakukan lontar jumrah aqobah pada tanggal 10 dzulhijjah
    Sa’i yaitu berlari-lari kecil diantara bukit Shofa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    • Tahallul yaitu bercukur atau mencukur rambut minimal tiga helai rambut.
    • Tertib yakni dikerjakan secara berurutan.

    5. Macam- macam tawaf :
    • Tawaf Qudum
    Merupakan tawaf pertama yang dilakukan ketika kita tiba di Mekah. Nama lain dari Tawaf Qudum adalah Tawaf Dukhul yaitu tawaf pembuka atau tawaf selamat datang
    • Tawaf Sunat

    Adalah macam tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Tawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Ifadah

    Tawaf Ifadal disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Tawaf Ifdal sendiri adalah salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan, apabila tidak melakukannya maka hajinya batal. Sebagaimana Firman Allah sebagai berikut :

    ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

    Artinya:

    Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). (Al-Hajj ayat 29).

    Macam Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama’ah tidak Ihram.

    • Tawaf Wada

    Arti dari kata wada adalah perpisahan. Tawaf Wada (Tawaf perpisahan) juga disebut Tawaf Shadar (Tawaf kembali).

    Tawaf Wada juga disebut dengan Tawaf Shadar (Tawaf Kembali) karena setelah itu jama’ah Haji atau Umroh akan meninggalkan Makkah untuk ketempat masing-masing. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Dalam pelaksanaannya sama dengan Tawaf yang lainnya, akan tetapi do’a yang dibaca berbeda untuk semua putaran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you