Beranda Humaniora Akhirnya Saya tahu Kenapa Wanita bisa jadi Lesbi

Akhirnya Saya tahu Kenapa Wanita bisa jadi Lesbi

Pasangan lesbi. (foto: ist/palontaraq)
Pasangan lesbi. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

Tulisan sebelumnya: Gejala dan Cara Menghadapi Wanita Lesbi

PALONTARAQ.ID – SUDAH lama penulis tertarik untuk mengetahui kenapa wanita bisa tertarik kepada sesamanya wanita (lesbi) dan alasan apa yang mendasari kenapa laki-laki bisa menyukai sesamanya atau homo?

Secara fitrawi, manusia memang diciptakan berpasang-pasangan dan tidak ada Manusia yang diciptakan Tuhan dengan membawa kelamin ganda.

Itu artinya, Setiap Orang harus memahami bahwa orientasi seksualnya adalah ditujukan kepada seseorang yang berlainan jenis kelamin darinya.

Seorang Laki-laki adalah sudah normal jika menyukai atau punya ketertarikan secara fisik kepada seorang wanita. Begitu pula sebaliknya.

Nah, bagaimana kalau yang terjadi justru tidak seperti itu, Laki-laki menyukai Laki-laki dan wanita saling menyukai sesamanya.

Pasangan lesbi. (foto: ist/palontaraq)
Ilustrated – Pasangan lesbi. (foto: ist/palontaraq)

Pada tulisan ini, Penulis hanya akan membahas tentang orientasi seksual menyimpang dari wanita atau yang lazim disebut lesbi atau lesbian. Ini hanya satu studi kasus.

Obyek observasi penulis adalah dua murid pada suatu sekolah khusus putri yang diasramakan (Boarding school) yang terdiri dari gabungan sekolah SMP dan SMU (maaf, nama dan tempat sekolah dirahasiakan).

Sebut saja namanya Mawar (16 tahun, Kelas III SMP) dan Melati (18 tahun, Kelas II SMU), keduanya adalah dua murid pada suatu sekolah berasrama, kedua terikat status sebagai adik kelas-kakak kelas atau yunior-senior.

Pasangan lesbi. (foto: ist/palontaraq)
Pasangan lesbi. (foto: ist/palontaraq)

Dalam usia seorang anak remaja menjalani sekolah di SMP dan SMU itulah biasanya yang lazim disebut usia atau Masa Puberitas.

Pada masa ini, seorang cewek secara alamiah mulai akan bertanya tentang Laki-laki, berusaha mengenalnya, seringkali meliriknya, dan mencari tahu tentang bagaimana itu laki-laki.

Bahkan tidak hanya berhenti disitu, seorang wanita sudah mulai menunjukkan perubahan warna muka dan perilaku (malu-malu, tersipu-sipu, salah tingkah) ketika berbicara atau bersentuhan dengan laki-laki, terkhusus kepada sebayanya yang disukainya.

Masa puberitas itu dirasakan pula oleh Mawar (16) dan Melati (18). Seperti kebanyakan Remaja Putri lainnya, keduanyapun punya ketertarikan kepada laki-laki sebayanya, Sayangnya lingkungannya kurang mendukungnya untuk mengenal Laki-laki sebayanya.

Ia berada diantara ratusan teman sekolahnya dalam sekolah putri berasrama. Keduanya berasal dari keluarga yang berada dan keduanyapun sudah sejak dini sudah mengenal ponsel yang memiliki akses internet.

Ilustrated - Pasangan lesbi (foto: ist/palontaraq)
Ilustrated – Pasangan lesbi (foto: ist/palontaraq)

Di masa liburan, lingkungan luar sekolahnya mengenalkannya pada berbagai “film lale-lale”, sebutan Mawar untuk Blue Film (BF) serta pornografi, termasuk diantaranya kesukaan menonton film ‘pasangan lesbi bercinta’ yang nampaknya sangat menjamur di dunia maya.

Di masa sekolah, Mawar dan Melati tetap bersikap seperti kebanyakan teman sekolahnya. Bergaul dan belajar bersama. Mereka berdua menampakkan diri sebagai cewek yang wajar sebagaimana cewek-cewek yang ada di lingkungannya.

Suatu waktu banyak hal yang berkecamuk di pikiran dan perasaan Mawar (16) saat di luar jam pelajaran sekolah.

Mawar kesepian. Ia butuh perhatian dan kasih sayang kakak dan orang tuanya, butuh dibantu dan didampingi saat ia ada dalam masalah, dan itu semua ternyata tidak didapatkannya sampai ia bertemu dan akrab dengan Melati (18), kakak kelasnya.

Mereka berdua bertemu saat keduanya labil dan kesepian di masa puberitas, awalnya saling curhat sampai akhirnya akrab dan saling mengakui bahwa mereka saling membutuhkan dan saling merindukan.

“Sayangma duluE,”.  “Mmmuuuuacchh-mmmuuaach. Miss U. Love U”, begitu tulis keduanya di chat message Ponsel Mawar yang kena razia gurunya.

Ilustrated - Pasangan lesbi (foto: ist/palontaraq)
Ilustrated – Pasangan lesbi (foto: ist/palontaraq)

“Saya suka saat kamu: melucu buatku tersenyum, menatapku diam-diam, memelukku dengan hangat, memperhatikanku tiap waktu, menjelaskan hal yang tidak kumengerti, menentramkan perasaanku, mengerti hanya dengan melihat mataku, menerimaku apa adanya, meminja ijin sebelum melakukan sesuatu, membuatku merasa melengkapimu.” (BC dari isi pesan Blackberry milik Mawar)

Sejak akrab dengan Melati, Mawar yang di Phonebook Melati disebut “AdeQ SygQ” menjadi sangat manja. Ia tak bisa tidur sebelum chat dengan Melati, meminta Melati ke kamarnya menemani, sampai janjian diam-diam ketemu dan maaf– ‘tidur bersama’.

Di asrama sekolah, tidur bareng teman adalah hal yang biasa, tetapi tidur berdua dalam satu selimut adalah hal yang tidak biasa. Dan ‘hal yang tidak biasa’ inilah yang seringkali dilihat teman-teman Mawar dan Melati.

Melati pun nampaknya sangat menikmati kedekatannya dengan Mawar karena ada yang mengurus dan memperhatikan kebutuhannya, dari pakaian, uang, pulsa, parfum bahkan saling meminjamkan pembalut jika sedang datang bulan.

Ilustrated - Pasangan lesbi (foto: ist/palontaraq)
Ilustrated – Pasangan lesbi (foto: ist/palontaraq)

Sampai disini, dari tulisan singkat ini kita sudah dapat menduga bahwa keduanya mengalami penyimpangan orientasi seksual dini. Mawar dan Melati telah menjadi pasangan lesbi.

Pada taraf berpikir tertentu, menjadi lesbi atau sepasang lesbi dianggap jauh lebih aman bagi wanita yang dorongan hasrat seksualitasnya tinggi, sekalipun itu yang menjangkitinya masih remaja.

Alasannya, libidonya dapat terpuaskan tanpa harus hamil. Itulah sebabnya, seseorang yang orientasi seksualnya menyimpang berarti juga mengalami gangguan psikologis dan hal itu tentu sangat berbahaya jika tak segera keluar dari kondisi abnormal tersebut.

 

Etta Adil,  Pangkep, 1 Desember 2011

Ingin Konsultasi Soal Lesbi atau Kenakalan Remaja dengan Penulis, silakan sampaikan ke Email: palontaraq@gmail.com

NB. Cerita ini, “Akhirnya Satu Tahu Kenapa Wanita Bisa Jadi Lesbi” adalah salah satu cerita dalam Antologi Etta Adil – “Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga” (Pustaka Puitika, 2015)

Buku "Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga" (Pustaka Puitika, 2015)
Buku “Surat Cinta untuk Bidadari Kecilku di Surga” (Pustaka Puitika, 2015)

1 KOMENTAR

  1. Tidak juga itu wanita yang bodoh dalam iman dan kedewasaan seharusnya di umur 16 dan 18
    Suda tau mana yang salah dan benar kelihat mereka berdua jarang beribada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT