Kali Paingan dan Kenangan Tubing

Penulis di Pintu gerbang wana wisata Kali Paingan. (foto: ist/dok.sti)

Penulis di Pintu gerbang wana wisata Kali Paingan. (foto: ist/dok.sti)

Kalipaingan? Adakah yang mengenalnya? Tahun 2016 lalu, saya mengenalnya sebagai bagian tak terpisahkan dari Kawasan Wisata Linggoasri yang berada di dataran tinggi Kajen Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Sungguh pengalaman tak terlupakan berada di tempat ini selama empat hari. Panorama alam yang indah dan beberapa koleksi satwanya masih terjaga. Kali Paingan kini dikembangkan sebagai bumi perkemahan dan outbound, selain sebagai wahana wisata alam arung jeram dengan menyusuri Kali (Sungai) Paingan Linggoasri.

Sebagai sebuah Wana Wisata, kawasan ini digagas dan dikembangkan oleh Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (P3MDH) Kabupaten Pekalongan yang merupakan lembaga sayap dari Paguyuban LMDH KPH Pekalongan Timur dimana berada di dua desa yaitu Desa Linggoasri Kecamatan Kajen dan Desa Tenogo Kecamatan Paninggaran.

Penulis di Wana Wisata Kali Paingan (foto: ist)

Penulis di Wana Wisata Kali Paingan (foto: ist)

Penulis narzis dengan latar pemandangan Sungai Paingan. (foto: ist)

Penulis narzis dengan latar pemandangan Sungai Paingan. (foto: ist)

Wana Wisata Kali Paingan ini berbasis pada potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kali Paingan dan hutan lindung yang merupakan hutan milik Negara di wilayah Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur. Kondisi alamnya yang asri dan sejuk menjadikan lokasi ini pilihan rekreasi keluarga. Pada musim liburan, banyak anak sekolah, mahasiswa dan pencinta alam yang datang untuk menikmati derasnya air Kali Paingan Linggoasri.

Kali Paingan (foto: mfaridwm)

Kali Paingan (foto: mfaridwm)

Untuk mencapai Wana Wisata Kali Paingan dapat melalui arah dari kota Pekalongan ke arah barat, sekitar 7 km sampai perempatan lampu merah Wiradesa ke arah selatan menuju Kajen, terus ke arah selatan pertigaan SMP 1 Kajen Gandarum. Lalu masuk hutan karet sampai ditemui Gapura Selamat Datang Wisata Linggoasri. Perjalanan masih harus diteruskan sekitar 12 Km sampai di Wisata Linggoasri lalu ke arah selatan mengikuti Jalur Jalan Raya Paninggaran Kalibening sekitar 1 km sampai ditemui Jembatan Sungai Paingan masuk ke kiri masuk pintu gerbang Selamat Datang Wana Wisata Kali Paingan. Lokasi Wanawisata ini berada pada 700 mdpl dan untuk sampai disini, akses jalan cukup bagus.

Briefing sebelum Tubing. (foto: ist)

Briefing sebelum Tubing. (foto: ist)

Mendaki dan menuruni tebing dalam kawasan wana wisata sebelum Tubing. Penulis kedua dari kiri. (foto: ist)

Mendaki dan menuruni tebing dalam kawasan wana wisata sebelum Tubing. Penulis kedua dari kiri. (foto: ist)

Satu hal yang tak terlupakan dan berkesan saat berada di Wana Wisata Kali Paingan ini adalah pengalaman Tubing. Awalnya yang penulis inginkan adalah melakukan Rafting, namun arus Kali Paingan tidak kondusif untuk melakukannya. Jadi, sebagai penggantinya cukup dengan melakukan Tubing. Inipun cukup seru, apalagi dilakukan bersama dengan Para Trainer dan Fasilitator Outbound yang dapat diandalkan. Olahraga Tubing mirip dengan rafting, bedanya alat yang dipakai adalah ban dalam jenis kendaraan besar, sedang rafting memakai perahu karet. Kalau Rafting bisa 5-6 orang, sedang Tubing hanya digunakan untuk satu orang.

Tubing seringkali dimaknai “turun tebing”, mungkin terinspirasi dari olahraga panjat tebing. Pemahaman ini benar juga karena jika mau melakukan Tubing, harus menaiki dulu tebing atau kawasan hutan yang lebih tinggi dari jalur sungai yang akan dilalui Tubing. Olahraga satu ini termasuk penuh tantangan, apalagi jika dilakukan dalam rombongan besar. Saling meneriaki satu sama lain, dan sesekali pantat terantuk batu kali adalah bagian dari keseruan itu. Menunggang ban dalam mengikuti derasnya arus sungai, menabrak bebatuan di kiri kanan sungai, belok dan berputar 180 derajat adalah pengalaman yang cukup memacu adrenalin.

Penulis saat Tubing, sayang fotonya blur. (foto: ist)

Penulis saat Tubing, sayang fotonya blur. (foto: ist)

Tubing memacu adrenalin penulis. Sungguh pengalaman mengesankan. (foto: ist)

Tubing memacu adrenalin penulis. Sungguh pengalaman mengesankan. (foto: ist)

Kalau pada rafting, dilakukan bersama dan menggunakan alat dayung sebagai penyeimbang arus, namun pada river tubing, kita hanya bisa mengangkat tangan dan memasrahkan diri kemana arus sungai membawa kita seenaknya. Karena itu, Tubing yang dikenal juga dengan nama donat challenge ini juga membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang prima. Perlengkapan pengaman secara individual harus ada, seperti life jacket, decker, dan helm demi keamanan dan kenyamanan selama Tubing.

Tubing bersama Para Trainer di titik perhentian 1 (foto: ist)

Tubing bersama Para Trainer di titik perhentian 1 (foto: ist)

Membangun character building dengan Tubing, lebih mengena dibanding rafting. Sebab, kalau Rafting, satu perahu karet bisa 5-6 orang sehingga rasa takut akan hilang karena berkelompok, sedang pada Tubing, semua tantangan harus dihadapi sendiri. Meski begitu, tak perlu takut tenggelam karena kedalaman sungai hanya sebatas perut orang dewasa. Jarak tempuh Tubing umumnya bervariasi, tergantung kesepakatan dengan pemandu atau fasilitator, bisa menempuh jarak 1,5 km atau lebih dari itu. Walau jaraknya terbilang pendek, tapi untuk menyelesaikannya butuh waktu agak lama, yaitu sekitar 1,5-2 jam dengan banyak rintangan, tapi selama ini boleh dibilang zero accident.

Akhirnya sampai juga. (foto: ist)

Akhirnya sampai juga. (foto: ist)

Foto bersama The Trainers (foto: ist)

Foto bersama The Trainers (foto: ist)

Jika memang menyukai olahraga ekstrem, tak ada salahnya untuk mencoba river tubing. Penulis jamin, adrenalin akan terpacu dan kita pun akan terpuaskan dengan panorama alam yang indah sepanjang Sungai Kali Paingan yang dilewati Tubing. Tidak perlu khawatir karena ada pemandu professional dan sangat mengutamakan safety. Tunggu apa lagi, silakan datang ke Kali Paingan Linggoasri dan rasakan keseruan melakukan Tubing. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response