BerandaBeritaDaerahHaniah, Aktivis Perempuan yang Gemari Fotografi

Haniah, Aktivis Perempuan yang Gemari Fotografi

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Perempuan tomboi ini bernama singkat, Haniah. Di daerah kelahirannya, perempuan Kelahiran Makassar, 7 November 1975 ini dikenal sebagai aktivis perempuan.

Pengalaman Haniah yang cukup panjang dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan konsumen dijalaninya dengan santai, apatah lagi sudah menjalani hidup sebagai ‘aktivis’ sejak masih berstatus mahasiswi Fakultas Ushuluddin Program Studi Perbandingan Agama Institut Agama Islam Negeri (sekarang: Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Haniah (foto: dok.ist)
Haniah (foto: dok.ist)

Nhia, begitu panggilan akrabnya pernah menjalani program Pendamping Lapangan Kelompok Kesehatan Reproduksi di Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Pangkep kala masih aktif di Yayasan Lembaga Konsumen Sulsel (2000-2003).

Selain itu, pernah juga terlibat sebagai Pendamping Lapangan Pendidikan Kritis Konsumen Akar Rumput Kabupaten Pangkep pada Tahun 2002 dan sebagai Tim Investigasi Dampak Limbah Aneka Tambang (ANTAM) Kolaka terhadap Lingkungan sebagai bagian dari Solidaritas Perempuan pada Tahun 2003.

Haniah (foto: ist/dok.pribadi)
Haniah (foto: ist/dok.pribadi)

Paska Tsunami di Aceh, Haniah juga terlibat dalam Programme Officer Anti Trafiking terhadap Perempuan dan Anak dari Bulan September 2005 sampai Januari 2006, yang berlanjut sebagai Staf Programme Officer Koalisi Perempuan Indonesia, di Nanggroe Aceh Darussalam (Februari 2006 – Januari 2007).

Pengalaman kerjanya yang lain sebelum menduduki posisi sebagai Eksternal Affair Officer CSR PT. Semen Tonasa adalah Staf Yayasan HIJRA Makassar, Staf Pendamping Lapangan Yayasan Lembaga Konsumen Sulawesi Selatan (YLKSS), dan Divisi Pemberdayaan Ekonomi, Monitoring and Evaluating on Project Impact Oxfam (2008).

Haniah pernah pula aktif sebagai Anggota Forum Pemerhati Masalah Perempuan (FPMP) Sulsel, Presidium Kelompok Kepentingan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa KPI (Koalisi Perempuan Indonesia) Wilayah Sulsel, Koordinator Presidium Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Sul-Sel, Divisi Perempuan dan Lingkungan Solidaritas Perempuan (SP) Angin Mammiri.

Aktivis Perempuan yang setahun terakhir menggemari fotografi ini sebagai salah satu bentuk sosialisasi diri lebih luas lagi dengan berbagai komunitas dan kalangan, juga pernah aktif dalam berbagai penelitian, diantaranya: Penelitian Pelayanan Publik, kerjasama YLK Sulsel – IPCOS (2002), Penelitian Dampak Pencemaran Limbah ANTAM Kolaka terhadap pendangkalan sungai, Solidaritas Perempuan (2002), Penelitian pelayanan Publik, kerjasama YLK Sulsel – IPCOS (2003), Penelitian Anggaran Kebutuhan dan Hak Dasar dikabupaten GOWA oleh JARI Jakarta (2004).

Jepretan Haniah
Jepretan Haniah

Beberapa Training terkait Program Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat juga sudah pernah dilewatinya, diantaranya: Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat Sipil Invoilvent III oleh INSIST selama 2 bulan di Jogja (2001), Pelatihan TOT Gender oleh KPI Sulsel (2001), Workshop, Peluang dan Tantangan Ornop dalam Pengembangan Ekonomi Kerakyatan di Sulsel, Makassar (2001), dan Seriloka Kesehatan Reproduksi, Pelatihan Kampanye Anti Utang oleh INFID di Jakarta (2002).

Haniah juga pernah mengikuti kegiatan Advokasi Pengembangan Manusia Sejak Dini oleh Bappeda – UNICEF (2002), Pelatihan “Anggaran Kebutuhan dan Hak Dasar serta Penanggulangan Pemiskinan Kemiskinan” oleh JARI Indonesia di Bogor (2003), TOT Pendidikan Politik dan Hak Sipil Perempuan yang Berperspektif Gender oleh FPMP Sulsel dan Partnership Jakarta di Makassar (2003), Pelatihan, dan Penelitian Bagi Ornop kerjasama SMERU dan Yayasan TIFA (2004).

Juga pernah mengikuti Workshop Memahami Aborsi sebagai Realitas Sosial melalui Penulisan, Peliputan dan Penyidikan Kasus Aborsi yang Komprehensif untuk Wartawan, Polisi, Jaksa, Pemuka Agama dan Aktivis LSM kerjasama Info Kespro dan Ford Foundation, Makassar (2005), dan masih banyak lagi yang lainnya, sebagaimana halnya pengalaman dalam bidang kefasilitatoran.

Jepretan Haniah
Jepretan Haniah

Kini, setahun terakhir ini kesibukannya bertambah. Pada setiap tempat yang didatangi, selalu menenteng tripot dan kamera untuk mengabadikan setiap momen peristiwa yang dijalaninya, dimana dirinya terlibat. Tak hanya itu, Meski tomboi dan kadang urakan, Haniah juga termasuk fotografer yang tidak terlalu senang dipotret.

Haniah lebih senang menyenangkan orang dengan jepretannya. Hobinya yang kini menjadi kesenangannya setiap traveling, membuatnya lebih terlihat enjoy dibanding penampilan tahun-tahun sebelumnya yang nyaris tidak pernah meninggalkan panggung orasi.

“Sebagai sebuah hobi, saya lebih senang memotret pemandangan, khususnya feature kehidupan manusia, kehidupan di pulau atau kerasnya kehidupan di pegunungan. Saya senang melihat awan yang dalam bidikan kamera bisa menjadi lebih indah, sebagaimana indahnya kehidupan yang sebenarnya jika kita mau mensyukurinya”, ujarnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT