BerandaAkademiaMengenal Sistem Manajemen Kinerja SDM

Mengenal Sistem Manajemen Kinerja SDM

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Sumber Daya Manusia: Komponen dan Peranannya

PALONTARAQ.ID – Apa itu Manajemen Kinerja? Manajemen kinerja merupakan sebuah alat kontrol manajemen perusahaan atau sebuah proses yang dilakukan oleh para manajer untuk memantau dan mengevaluasi pekerjaan para pegawai. Proses memantau dan mengevaluasi ini bertujuan agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik secara organisasional, team atau individu.

Manajemen Kinerja adalah proses sistematis untuk meningkatkan kinerja organisasi dengan cara mengembangkan kinerja individu dan team atau kelompok. Oleh karena itu, sebuah perusahaan atau organisasi wajib memiliki kinerja SDM (Sumber Daya Manusia) yang efektif dan efisien, karena kinerja organisasi merupakan akumulasi kinerja individu dan kelompok. (Amstrong, 2006:1) 

Manajemen kinerja memiliki fokus utama yaitu terhadap perencanaan dan peningkatan kinerja di masa yang akan datang, yang mana kinerja yang direncanakan harus terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Beberapa hal seperti standard kinerja, target, pengukuran, indikator, juga menjadi fokus utama dalam manajemen kinerja, sedangkan ruang lingkupnya berupa pengukuran hasil kinerja yang telah ditunjukkan dan dibandingkan dengan target kinerja yang telah disepakati dalam kontrak kinerja.

Penerapan manajemen kinerja juga memiliki segudang manfaat bagi organisasi, manajer, maupun individu. Seperti misalnya dengan menerapkan manajemen kinerja suatu organisasi dapat menyesuaikan tujuan organisasi dengan tujuan tim dan individu, dapat memperbaiki kinerja, memotivasi pekerja, meningkatkan komitmen, mendukung nilai-nilai inti, memperbaiki proses pelatihan dan pengembangan, meningkatkan dasar keterampilan, mengusahakan perbaikan dan pengembangan berkelanjutan, mengusahakan basis perencanaan karier, dan sebagainya.

Bagi seorang manajer, manajemen kinerja bermanfaat untuk mengupayakan klarifikasi kinerja dan harapan perilaku, menawarkan peluang pemanfaatan waktu secara lebih berkualitas, memperbaiki kinerja tim dan individual, mengusahakan penghargaan non-finansial pada staf, membantu karyawan yang kinerjanya rendah, dan sebagainya.

Bagi individu, manajemen kinerja tentu bermanfaat untuk memperjelas peran dan tujuan, mendorong dan mendukung untuk tampil baik, membantu pengembangan kemampuan dan kinerja, peluang menggunakan waktu secara berkualitas, dasar objektivitas dan kejujuran untuk mengukur kinerja, dan sebagainya.

Berbicara mengenai manajemen kinerja, hal yang paling penting tentunya adalah perencanaan. Seperti kata Benjamin Franklin, “Failing to plan is planning to fail” yang artinya gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan. Kalimat tersebut menggambarkan bahwa segala bentuk kegiatan harus dimulai dengan perencanaan yang baik. Oleh sebab itu, tahap perencanaan merupakan tahap terpenting dalam proses manajemen kinerja.

Menurut Williams (2002), tahap-tahap dalam manajemen kinerja saling berkaitan dan menyokong satu dengan yang lain. Perencanaan (planning) menjadi tahap awal yang harus dilakukan organisasi. Pada tahap ini, manajemen harus menyusun terlebih dahulu tujuan seperti apa yang ingin dicapai oleh perusahaan. Setelah itu, menetapkan tujuan pribadi, target kinerja, serta tujuan khusus melalui komunikasi dengan efektif bersama karyawan dan anggota tim lainnya.

Tahap kedua adalah meninjau (monitoring) atau mendiskusikan kinerja. Tahap ini dilakukan dengan cara diskusi antara manajemen dan karyawan dengan mengacu pada rencana kinerja dan jika ditemukan beberapa masalah maka dilakukan upaya pemecahan bersama. Tahap ini lebih berfokus pada manage, dukungan, dan pengendalian terhadap jalannya proses agar tetap berada pada jalurnya.

Tahap selanjutnya adalah developing/reviewing, yang mana pada tahap ini manajemen melakukan review atas kinerja yang telah dilaksanakan. Setelah itu, kinerja akan dinilai (appraising) yang memerlukan dokumentasi/record data yang berkaitan dengan obyek yang dievaluasi. Evaluator harus bersifat obyektif dan netral agar didapat hasil evaluasi yang valid.

Tahap terakhir adalah rating/rewards, dimana manajemen memberikan peringkat kepada tim dan karyawan, serta mengambil tindakan yang tepat pada karyawan yang tidak memenuhi tujuan mereka. Tindakan itu dapat berupa peringatan, denda (jika ada dalam kesepakatan), atau bahkan pemutusan hubungan kerja. Sebaliknya, bagi karyawan yang memenuhi target atau berprestasi sangat penting untuk memberikan reward atau penghargaan. Tindakan ini memberikan pesan bahwa perusahaan sangat menghargai kinerja karyawan yang bekerja dan mendapatkan hasil.

Dari penjelasan singkat diatas, dapat disimpulkan bahwa manajemen kinerja adalah sebuah sistem yang sangat dibutuhkan dalam perusahaan untuk meningkatkan dan memotivasi kinerja karyawan, mengevaluasinya, mengelola sistem timbal jasa yang adil, merekomendasikan karyawan untuk karir masa depan, membuat keputusan promosi, menilai potensi karyawan, dan lain sebagainya.  

(* Muhammad Farid Wajdi, Alumnus S2 MSDM, Universitas Patria Artha, Makasssar. 

Bahan Bacaan:

Haryono, Siswono, “Manajemen Kinerja SDM – Teori dan Aplikasi”, Luxima, 2018. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT