BerandaIslamBelajar Fiqh dan Ushul Fiqh Mulai Darimana?

Belajar Fiqh dan Ushul Fiqh Mulai Darimana?

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

Related Post: Siapakah yang Pantas Disebut “Faqih”?

PALONTARAQ.ID – Ilmu fiqih adalah cabang ilmu dalam Islam yang mempelajari hukum-hukum syariat Islam yang berkaitan dengan perbuatan manusia. Hukum-hukum ini didapatkan melalui penafsiran terhadap Al-Quran dan As-Sunnah, serta sumber-sumber hukum Islam lainnya seperti ijma’ (kesepakatan ulama) dan qiyas (analogi).

Secara sederhana, fiqih bagi seorang muslim mengajarkannya tentang bagaimana cara menjalankan ibadah dengan benar, berinteraksi dengan orang lain, dan menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan agama Islam (merujuk kepada dalil Naqli dan Dalil Aqli yang disepakati ulama).

Imam Syafi’i menegaskan bahwa sumber hukum Islam yang utama adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Beliau juga memberikan perhatian besar pada ijma’ (kesepakatan ulama) dan qiyas (analogi) sebagai sumber hukum yang diakui. Ilmu fiqih sangat penting dalam kehidupan seorang muslim, karena dari ilmu inilah kunci untuk memahami Islam secara mendalam dan menjalankan ibadah dengan benar.

Urgensi Ilmu fiqih seperti kompas yang memandu seorang muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dengannya akan diketahui Hukum-hukum Allah SWT dan dapat membedakan antara yang halal dan haram. Dengan mempelajari dan mengamalkan ilmu fiqih, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena mengetahui perintah dan larangan-Nya.

Mengapa mempelajari fiqih penting?

  • Membimbing Praktik Ibadah: Fiqih mengajarkan kita cara melaksanakan ibadah dengan benar dan sesuai dengan sunnah Nabi. Disini dibahas tentang bagaimana ibadah yang benar: Shalat, Zakat, Puasa, Haji, dan lain-lain.
  • Menata Hubungan Sosial: Fiqih memberikan panduan tentang cara berinteraksi dengan orang lain, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam lingkup yang lebih luas. Contoh kajiannya: Perdagangan, perjanjian, hukum waris, dan lain-lain.
  • Menyelesaikan Masalah Kehidupan: Fiqih memberikan solusi terhadap berbagai masalah yang kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kajiannya: Jinayah atau Hukum pidana Islam.
  • Mendekatkan Diri kepada Allah: Dengan memahami fiqih, kita akan semakin mengenal Allah SWT dan sifat-sifat-Nya. Contoh kajiannya: Pernikahan, perceraian, hak anak, dan lain-lain.

Jika sedemikian besar pentingnya belajar atau menuntut Ilmu Fikih, lantas mulai darimana seorang muslim belajarnya secara terstruktur dan sistematis. Tentu jawabnya adalah belajar Ilmu Fikih di tempat yang tempat, madrasah atau pondok pesantren dan kepada orang yang tepat, kepada ustadz, kyai atau syaikh yang kompeten dan kapabel dalam mengajarkan fikih.

Lihat pula: Pengantar Fikih dan Ushul Fikih

Sumber belajar dapat ditelusuri atau dimulai dari Kitab-kitab Fikih dasar karya para ulama yang diakui dan bersanad. Untuk Kitab Fikih Dasar, dapat mempelajari:

  1. Kitab Mabadiul Fiqhiyah; Lihat: Mengenal Kitab Fikih Dasar: Mabadiul Fiqhiyah
  2. Kitab Matn Safinatun Naja’; Lihat: Mengenal Kitab Fikih “Safinatun Najah”
  3. Kitab Riyadlul Badiah;
  4. Kitab Kasyifatus Saja Syarah Syafinatun Naja’; Lihat: Meraih Ijazah Sanad Kitab Kasyifatus Saja
  5. Kitab Matn Taqrib; Lihat: Matn Taqrib dan Terjemahnya – 1 (Pendahuluan), Matn Taqrib dan Terjemahnya – 2 (Bab Bersuci),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 3 (Bab Shalat),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 4 (Bab Zakat),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 5 (Bab Puasa),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 6 (Bab Haji),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 7 (Bab Jual Beli),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 8 (Faro’id dan Wasiat),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 9 (Bab Nikah),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 10 (Bab Pidana),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 11 (Bab Hudud),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 12 (Bab Jihad),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 13 (Hewan Buruan dan Sembelihan),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 14 (Lomba dan Memanah),  Matn Taqrib dan Terjemahnya – 15 (Sumpah dan Nadzar).
  6. Kitab Fathul Qorib; Lihat: Menghimpun Bahan Pengajian Kitab Fathul Qarib al-Mujib
  7. Kitab Hasiyah Bajuri; Lihat: Mengenal Kitab Hasyiyah al-Bajuri
  8. Kitab Fathul Muin; Lihat: Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (1), Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (2), Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (3), Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (4), Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (5), Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (6), Mengakrabi Kitab ‘Fikih’ Fathul Muin dan Terjemahnya Bab Shalat (7)

Sedangkan untuk pembelajaran Ushul Fiqih, dapat menekuni atau mendalami Kitab berikut:

  1. Kitab Syarah al-Waraqat; Lihat: Mengenal Kitab Al-Waraqat (Ushul Fiqih) Karya Al-Juwaini
  2. Kitab Al-Burhan fi Ushul Fiqh.

Ushul Fikih sendiri adalah Ilmu dalam Islam yang mempelajari kaidah-kaidah, teori-teori, dan sumber-sumber secara terperinci dalam rangka menghasilkan hukum Islam yang diambil dari sumber-sumber tersebut. Sederhananya, ushul fiqih adalah “ilmu tentang ilmu fiqih” atau metode untuk menggali hukum-hukum Islam dari sumber-sumber utamanya.

Seorang muslim yang memahami fiqih dan ushul fiqh akan menjadi muslim yang kaffah, yaitu muslim yang menjalankan agamanya secara menyeluruh dalam seluruh aspek kehidupan. Singkatnya, mempelajari ilmu fiqih akan menjadikan kita muslim yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dalam menjalani kehidupan di dunia.

Demikian sekilas gambaran singkat pentingnya belajar Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh, serta beberapa kitab dasar yang dapat menjadi awal pembelajaran keduanya. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Pembelajar Ilmu Fiqh/Ushul Fiqh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT