Oleh: Syarifa Santiani, Desi Ratnasari, Nurlaela *)
Related Post: Angngaru: Ikrar Setia kepada Pemimpin
PALONTARAQ.ID – Dalam kebudayaan Makassar terdapat budaya, bagian dari Sastra Makassar yang disebut dengan Aru tubarania.
Aru Tubarania merupakan salah satu janji yang diikrarkan dalam Bahasa Makassar oleh seorang prajurit/bawahan didepan keluarga kerajaan atau raja sebelum berangkat ke medan peran. Di kekinian, banyak pula dipraktekkan pada saat ada pesta pernikahan untuk keluarga yang tergolong bangsawan.
Aru tubarania Hanya diikrarkan oleh Orang-orang terpilih seperti seseorang yang memiliki suara yang lantang, tegas, sangar dan berwibawa sesuatu yang dianggap sakral oleh Masyarakat Makassar.
Pada saat ingin tampil, pengikrar Aru Tubarania harus menampilkan wajah yang tegas khas seorang Tubarani, berbadan tegap serta bersuara lantang.
Badan pengikrar Aru harus tegap dengan salah satu tangan memegang sebuah badik yang dianggap dapat mendatangkan kewibawaan dan sebagai penolong.
Aru Tubarania sudah dikenal dalam Masyarakat Makassar sejak zaman dahulu sebelum raja Gowa yang pertama turun. Aru Tubarania juga merupakan beberapa kumpulan dari beberapa Aru yang disatukan pada zaman dahulu dan sekarang.
Aru Tubarania biasa kita lihat pada acara acara yang ada di Makassar misalnya acara pengantin Tetapi sebenarnya Aru dengan acara pernikahan sama sekali tidak ada hubungannya Karna Aru hanya diperuntukan kepada raja dan pemimpin.
Aru dalam Masyarakat Makassar mempunyai etika tersendiri dalam pelaksanaannya, salah satunya adalah terkait penggunaaan senjata tradisional, badik saat aru (angngaru). Aru menggambarkan karakter seorang pembicara, yaitu ketegasan menyatakan kesetiaan dan dengan pelafalan argumen yang baik. (*)




1.Qalqalah adalah hukum bacaan yang menjadi bagian dari ilmu tajwid. Pengertian qalqalah dapat dimaknai sebagai suara tambahan atau pantulan kuat dan jelas pada huruf sukun. Memaknai pengertian qalqalah bisa dilakukan dengan dua macam hukum bacaan qalqalah di antaranya, qalqalah sugra dan kubro
2.Fanatik adalah rasa suka, senang, bahkan patuh yang sangat terhadap sesuatu. Sedangkan toleran adalah rasa menghargai terhadap keyakinan atau pendapat orang lain.
3.Jika qalqalah sugra, kita harus membacanya memantul dengan tipis atau ringan. Sebaliknya, jika qalqalah kubra yang ditemui, kita harus membacanya memantul dengan tebal atau berat.
4.. kita harus menjaga persatuan dan kesatuan antar umat muslim
2. kita wajib dan harus melaksanakan kewajiban-kewajiban kita (mengerjakan sholat, menunaikkan zakat)
3. ketika kita mengerjakan perintah allah, maka balasan yang akan kita terima adalah surga ‘adn
4. kita harus menjadi seorang yang baik dan taat, karena orang yang baik akan mendapat baasan yang baik, begitupun sebaliknya.