
Tulisan Sebelumnya: EGO (8-13)
EGO (14): “Panaskan darahmu,nak. Negeri ini butuh darah segar untuk membangun dan menegakkan keadilan. Jangan pernah ragu bermimpi, jangan pernah takut menggantungkan cita-citamu setinggi langit”.
Udara pagi masih menyisakan dingin, namun aku sudah memanaskan suasana dengan mengoceh terus selama dalam perjalanan mengantar anak ke sekolah. Anak yang membonceng merekatkan pelukannya. Suara kerasku bersahut-sahutan dengan bunyi laju kendaraan lain dan aku masih saja tetap mengoceh apa saja yang kuanggap dapat memberikannya semangat belajar.
Sesampainya di sekolahnya ia cium tangan dan berjalan gontai tertunduk malu memasuki ruang kelasnya saat puluhan pasang mata teman-temannya, guru dan warga sekitar sekolahnya memerhatikanku berujar lantang kepadanya, “Jangan pernah kecewakan, Etta. taklukkan sekolahmu, akrabi bukumu, kuasai perpustakaannya!”
Catatan Ego (14) Etta Adil, Pangkep, 22 September 2012.


