Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Seni merupakan salah satu unsur penting dalam kehidupan manusia. Melalui seni, manusia dapat mengekspresikan perasaan, gagasan, nilai budaya, hingga pandangan hidup yang berkembang dalam masyarakat. Sejak zaman dahulu hingga era modern saat ini, seni selalu mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan sosial, budaya, teknologi, dan pola pikir manusia. Dalam perkembangannya, seni dapat dibedakan menjadi dua bentuk besar, yaitu seni tradisional dan seni modern.
Seni tradisional lahir dari kebiasaan, adat istiadat, dan warisan budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Seni ini biasanya memiliki aturan tertentu yang tetap dipertahankan dan menjadi bagian dari identitas budaya suatu daerah. Di Indonesia, seni tradisional sangat beragam, seperti tari daerah, wayang, batik, musik gamelan, ukiran, hingga berbagai bentuk kesenian rakyat lainnya.
Sementara itu, seni modern berkembang seiring dengan perubahan zaman dan kemajuan teknologi. Seni modern lebih menekankan kebebasan berekspresi, kreativitas individu, dan inovasi dalam berkarya. Berbeda dengan seni tradisional yang cenderung terikat pada nilai adat dan pakem tertentu, seni modern lebih fleksibel dan terbuka terhadap perubahan. Bentuk seni modern dapat ditemukan dalam seni lukis kontemporer, musik modern, film, fotografi, desain digital, dan berbagai karya kreatif lainnya.
Perbedaan antara seni tradisional dan seni modern tidak hanya terlihat dari bentuknya, tetapi juga dari fungsi, nilai, cara penyampaian, hingga proses penciptaannya. Namun demikian, keduanya memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Seni tradisional berfungsi menjaga identitas budaya dan nilai leluhur, sedangkan seni modern menjadi sarana inovasi dan perkembangan kreativitas manusia.
***
Seni tradisional adalah bentuk seni yang berkembang dalam suatu masyarakat secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat tersebut. Seni tradisional biasanya diwariskan dari generasi ke generasi dan memiliki aturan atau pakem tertentu yang harus dipatuhi oleh para pelakunya. (Lihat: Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), hlm. 144.)
Seni tradisional lahir dari kebutuhan masyarakat, baik untuk keperluan ritual, hiburan, pendidikan, maupun sarana komunikasi sosial. Oleh karena itu, seni tradisional memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat pendukungnya. Dalam masyarakat tradisional, seni bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga memiliki makna simbolis dan nilai spiritual.
Menurut Soedarsono, seni tradisional merupakan seni yang hidup dan berkembang di lingkungan masyarakat tertentu serta diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat tersebut. (Lihat: Soedarsono, Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2002), hlm. 15). Seni tradisional biasanya mencerminkan nilai-nilai lokal, norma sosial, serta kepercayaan yang berkembang dalam masyarakat.
Salah satu ciri utama seni tradisional adalah adanya pakem atau aturan tertentu yang menjadi pedoman dalam pertunjukan maupun penciptaan karya seni. Misalnya dalam seni wayang kulit, terdapat aturan mengenai tokoh, alur cerita, bahasa, dan musik pengiring yang telah diwariskan sejak lama.
Seni tradisional memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dengan seni modern. Adapun ciri-ciri tersebut antara lain: (1) Bersifat Turun-Temurun. Seni tradisional diwariskan dari generasi ke generasi melalui proses pembelajaran langsung dalam masyarakat. Pewarisan ini biasanya dilakukan melalui keluarga, sanggar, atau komunitas adat. (2) Memiliki Pakem atau Aturan. Dalam seni tradisional terdapat aturan tertentu yang harus dipatuhi. Pakem tersebut berkaitan dengan teknik, bentuk, kostum, musik, hingga tata cara pertunjukan.
Berikutnya Ciri Seni Tradisional adalah: (3) Berkaitan dengan Kehidupan Masyarakat. Seni tradisional biasanya muncul dari kehidupan masyarakat dan berkaitan dengan adat istiadat, ritual keagamaan, maupun kegiatan sosial. (4) Bersifat Kolektif. Seni tradisional sering kali menjadi milik bersama masyarakat, bukan milik individu tertentu. Oleh sebab itu, nama pencipta karya seni tradisional sering kali tidak diketahui, dan (5) Mengandung Nilai Budaya. Seni tradisional mengandung nilai moral, spiritual, filosofis, dan sosial yang diwariskan oleh leluhur masyarakat setempat.
Indonesia memiliki kekayaan seni tradisional yang sangat beragam. Berikut ini beberapa contoh seni tradisional di Indonesia:
1. Wayang Kulit. Wayang kulit merupakan seni pertunjukan tradisional yang berkembang di Jawa. Pertunjukan ini menggunakan boneka kulit dan dimainkan oleh seorang dalang. Cerita wayang umumnya diambil dari kisah Mahabharata dan Ramayana. (Lihat: Sri Mulyono, Wayang dan Karakter Manusia (Jakarta: Gunung Agung, 1983), hlm. 21).
2. Tari Saman. Tari Saman berasal dari Aceh dan dikenal dengan gerakan yang cepat serta kekompakan para penarinya. Tari ini juga mengandung nilai dakwah Islam dan pendidikan moral.
3. Gamelan. Gamelan adalah alat musik tradisional yang berkembang di Jawa dan Bali. Musik gamelan memiliki karakteristik harmonis dan digunakan dalam berbagai upacara adat maupun pertunjukan seni.
4. Batik. Batik merupakan seni menghias kain dengan teknik tertentu menggunakan malam atau lilin. UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2009. (Lihat: UNESCO, “Indonesian Batik,” dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, 2009).
5. Ukiran Jepara. Ukiran Jepara terkenal karena kehalusan dan keindahan motifnya. Seni ukir ini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat Jepara.
Seni tradisional memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan masyarakat, antara lain: (1) Fungsi Ritual. Banyak seni tradisional digunakan dalam upacara adat maupun ritual keagamaan. Misalnya tari ritual dalam upacara panen atau pertunjukan wayang untuk acara tertentu. (2) Fungsi Hiburan. Seni tradisional juga berfungsi sebagai hiburan masyarakat, terutama pada acara pesta rakyat atau perayaan adat. (3) Fungsi Pendidikan. Melalui seni tradisional, masyarakat dapat belajar tentang nilai moral, sejarah, dan budaya leluhur. (Lihat: UNESCO, “Indonesian Batik,” dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, 2009). Fungsi Identitas Budaya. Seni tradisional menjadi simbol identitas suatu daerah atau kelompok masyarakat tertentu.
***
Seni modern adalah bentuk seni yang berkembang pada era modern dengan menekankan kreativitas individu, kebebasan berekspresi, dan inovasi dalam berkarya. (Lihat: Dharsono Sony Kartika, Seni Rupa Modern (Bandung: Rekayasa Sains, 2004), hlm. 9). Seni modern muncul sebagai reaksi terhadap keterikatan aturan dalam seni tradisional maupun seni klasik. Dalam seni modern, seniman memiliki kebebasan untuk menciptakan karya sesuai dengan imajinasi dan gagasan pribadi. Oleh sebab itu, seni modern sering kali tampil unik, eksperimental, dan berbeda dari bentuk seni sebelumnya.
Herbert Read menjelaskan bahwa seni modern merupakan ekspresi individual yang lahir dari perubahan sosial dan perkembangan pemikiran manusia modern. (Lihat: Herbert Read, The Meaning of Art (London: Faber and Faber, 1951), hlm. 78). Seni modern tidak selalu terikat pada fungsi adat atau ritual, tetapi lebih mengutamakan nilai estetika dan ekspresi pribadi. Perkembangan teknologi juga sangat memengaruhi seni modern. Munculnya fotografi, film, media digital, dan internet membuka peluang baru dalam dunia seni.
Adapun ciri-ciri seni modern antara lain: (1) Bersifat Individual. Karya seni modern lebih menonjolkan ekspresi dan kreativitas individu seniman. (2) Bebas dan Inovatif. Seni modern tidak terlalu terikat aturan baku sehingga memungkinkan munculnya berbagai eksperimen dalam bentuk dan teknik. (3) Mengikuti Perkembangan Zaman. Seni modern berkembang sesuai perubahan sosial, budaya, dan teknologi. (4) Mengutamakan Ekspresi. Dalam seni modern, penyampaian gagasan dan perasaan pribadi menjadi hal yang penting. (5) Menggunakan Teknologi Modern. Banyak karya seni modern memanfaatkan teknologi digital, multimedia, dan media sosial.
Beberapa ragam contoh Seni Modern, diantaranya ialah: (1) Seni Lukis Kontemporer. Seni lukis modern tidak lagi hanya menggambarkan objek nyata, tetapi juga gagasan abstrak dan simbolik. (2) Musik Modern. Musik pop, jazz, rock, dan elektronik termasuk bentuk seni musik modern yang berkembang sesuai tren zaman. (3) Film dan Sinematografi. Film menjadi salah satu bentuk seni modern yang memadukan unsur visual, musik, dan cerita. (4) Fotografi. Fotografi modern berkembang sebagai media ekspresi artistik dan dokumentasi kehidupan manusia. (5) Seni Digital. Perkembangan komputer dan internet melahirkan seni digital seperti ilustrasi digital, animasi, dan desain grafis.
Perbedaan antara seni tradisional dan seni modern dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:
| Aspek | Seni Tradisional | Seni Modern |
|---|---|---|
| Sifat | Turun-temurun | Individual |
| Aturan | Memiliki pakem | Bebas dan fleksibel |
| Fungsi | Ritual dan budaya | Ekspresi dan kreativitas |
| Media | Tradisional | Modern dan digital |
| Nilai | Kolektif | Personal |
| Perkembangan | Lambat dan tetap | Cepat dan dinamis |
Meskipun berbeda, seni tradisional dan seni modern dapat saling melengkapi. Banyak seniman modern yang menggabungkan unsur tradisional dalam karya mereka sehingga menghasilkan bentuk seni baru yang kreatif.
Dalam era globalisasi, seni tradisional dan seni modern tidak selalu bertentangan. Keduanya dapat saling memengaruhi dan berkembang bersama. Banyak seniman yang mencoba melestarikan seni tradisional dengan pendekatan modern agar tetap diminati generasi muda. Misalnya, musik tradisional dipadukan dengan alat musik modern, tari tradisional dikemas dalam pertunjukan kontemporer, atau motif batik diaplikasikan dalam desain fashion modern. Hal ini menunjukkan bahwa seni tradisional dapat terus hidup dan berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas budayanya.
Perpaduan antara tradisi dan modernitas juga menjadi strategi penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal di tengah arus globalisasi. Jika seni tradisional tidak mampu beradaptasi, maka dikhawatirkan akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat.
Perkembangan seni modern dan budaya global membawa tantangan besar bagi seni tradisional. Beberapa tantangan tersebut antara lain: (1) Kurangnya Minat Generasi Muda. Banyak generasi muda lebih tertarik pada budaya populer modern dibandingkan seni tradisional. (2) Pengaruh Globalisasi. Masuknya budaya asing melalui media sosial dan internet dapat menggeser keberadaan seni lokal. (3) Kurangnya Dukungan. Sebagian seni tradisional mengalami keterbatasan dukungan dana dan fasilitas pengembangan. (4) Berkurangnya Pelaku Seni Tradisional. Jumlah seniman tradisional semakin berkurang karena minimnya regenerasi.
Namun demikian, perkembangan teknologi juga dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan seni tradisional kepada masyarakat luas melalui media digital dan platform online. Seni tradisional dan seni modern merupakan dua bentuk seni yang memiliki karakteristik berbeda, tetapi sama-sama penting dalam kehidupan manusia. Seni tradisional berperan menjaga identitas budaya dan nilai warisan leluhur, sedangkan seni modern menjadi sarana inovasi dan kebebasan berekspresi.
Di tengah perkembangan zaman, masyarakat perlu menjaga keseimbangan antara pelestarian seni tradisional dan pengembangan seni modern. Seni tradisional harus tetap dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman, sementara seni modern perlu diarahkan agar tetap menghargai nilai budaya dan moral masyarakat. Melalui pemahaman yang baik terhadap kedua bentuk seni tersebut, generasi muda diharapkan mampu menghargai warisan budaya bangsa sekaligus berinovasi dalam menciptakan karya seni yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bahan Bacaan:
Dharsono Sony Kartika. Seni Rupa Modern. Bandung: Rekayasa Sains, 2004.
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Mulyono, Sri. Wayang dan Karakter Manusia. Jakarta: Gunung Agung, 1983.
Read, Herbert. The Meaning of Art. London: Faber and Faber, 1951.
Soedarsono. Seni Pertunjukan Indonesia di Era Globalisasi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2002.
UNESCO. “Indonesian Batik.” Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, 2009.
(* Muhammad Farid Wajdi, Ketua I Dewan Kesenian dan Pemajuan Kebudayaan (DKPK) Kabupaten Pangkep/Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pangkep.


