Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
PALONTARAQ.ID – Apa itu Strict Parents? Strict parents adalah pola asuh otoriter dari orangtua ke anak yang serba melakukan pembatasan dan pengekangan. Ditandai dengan pola pengasuhan ketat dari orangtua dengan berbagai aturan dan pembatasan terhadap anak. Bentuknya dapat berupa perilaku, pilihan, aktivitas, ideologi, hingga rutinitasnya.
Apakah Strict parents itu salah atau dapat disalahkan? Ya, tentu tidak sepenuhnya salah. Boleh jadi menurut orangtua itu pilihan yang sulit, namun harus dilakukan, setelah melihat pergaulan remaja dan anak muda sekarang yang sangat mengkhawatirkan. Untuk itu perlu dipahami juga bahwa definisi ketat itu sendiri tidak memiliki ukuran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti tegas itu sendiri bersifat tetap dan tidak dapat diubah.
Dalam konteks pola asuh, penggunaan tegas juga masih bersifat samar-samar dan subjektif, karena belum ada pedoman formal mengenai pola pengasuhan. Definisi ketat sendiri berkembang dan cenderung merujuk pada pola asuh yang tidak bisa dinegosiasikan oleh anak, atau dapat dipahami sebagai otoriter.
Meski belum ada definisi tetap tentang strict parents, beberapa ciri yang mengemuka dipandang sebagai aturan ketat yang tidak bisa ditawar oleh anak, mencakup aktivitas, perilaku, dan lain sebagainya. Aturan yang diterapkan juga tidak bisa ditawar sehingga pergerakan anak semakin dibatasi.
Menerapkan aturan pada anak adalah hal yang wajar, tetapi orang tua yang terlalu strict akan memberikan aturan yang terkesan dianggap “berlebihan”, apalagi aturan itu biasanya diikuti dengan hukuman tertentu. Bentuk hukumannya pun beragam, mulai dari ringan hingga berat.
Ciri-Ciri Pola Asuh Strict Parents
1. Kontrol yang tinggi. Ciri-ciri strict parents adalah kontrol yang tinggi dari orangtua terhadap kehidupan anak-anak, termasuk pengawasan terhadap teman-teman dan aktivitas mereka.
2. Memiliki harapan yang tinggi. Orangtua dengan pola asuh strict parents sering memiliki harapan yang tinggi terhadap prestasi akademik dan perilaku anak-anak. Mereka mendorong anak-anak untuk selalu berusaha keras dan mencapai potensi terbaik mereka. Ini bertujuan untuk membentuk karakter yang kuat dan disiplin.
3. Kurangnya fleksibilitas. Ciri-ciri strict parents selanjutnya adalah kurangnya fleksibilitas dalam mengubah aturan atau memberikan izin tambahan. Orangtua cenderung memegang teguh aturan yang telah ditetapkan tanpa banyak perubahan.
4. Tidak menoleransi kesalahan. Orangtua yang strict tidak menoleransi kesalahan dan memberikan hukuman. Orangtua dengan sikap demikian cenderung memberlakukan hukuman atau konsekuensi yang berat ketika anak melakukan kesalahan.
5. Bersikap dingin dan tidak responsif. Orang tua jarang menunjukkan empati terhadap perasaan dan kebutuhan anak. Ketika anak merasa sedih, marah, atau bingung, orang tua dengan pola asuh ini cenderung kurang mampu memahami dan merespons perasaan tersebut.
6. Menggunakan kata-kata kasar dan mempermalukan anak. Bisa jadi orang tua beranggapan dengan bersikap keras ke anak dapat membangun disiplin. Hal ini membuat orang tua dengan gaya strict parents menggunakan kata-kata kasar dan mempermalukan anak supaya tidak mengulangi lagi kesalahan.
7. Tidak ada ruang berdiskusi buat anak. Ciri-ciri strict parents terakhir adalah tertutupnya ruang untuk berdiskusi. Tipe orang tua ini menganggap kalau anak tidak perlu memberikan pendapat.
Demikian sedikit catatan tentang Strict Parents, ciri-ciri dan dampaknya terhadap mental anak. Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.


