BerandaMediaPeristiwa Bersejarah Hari Ini: 13 Februari

Peristiwa Bersejarah Hari Ini: 13 Februari

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Tanggal 13 Februari menyimpan berbagai catatan penting yang mengubah peta sejarah, mulai dari urusan kedaulatan wilayah di Nusantara hingga pergeseran kekuasaan di tanah Britania.

Berikut adalah rangkuman peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini: 13 Februari:

  1. Perjanjian Giyanti (1755): Pecahnya Kerajaan Mataram

Di Indonesia, 13 Februari merupakan tanggal krusial bagi sejarah Jawa. Pada hari ini di tahun 1755, diteken sebuah kesepakatan besar yang dikenal sebagai Perjanjian Giyanti. Konflik internal di Kerajaan Mataram Islam yang melibatkan perebutan takhta dan campur tangan VOC (Belanda) hingga memicu perang saudara yang berkepanjangan.

Untuk mengakhiri pertumpahan darah—sekaligus menjalankan politik devide et impera—VOC memfasilitasi perundingan ini. Tokoh yang Berperan dalam Perjanjian Giyanti (1755) ini adalah Pangeran Mangkubumi, sosok yang kemudian naik takhta menjadi Sri Sultan Hamengkubuwono I, Sunan Pakubuwono III, Penguasa Mataram saat itu yang harus merelakan wilayahnya terbagi, serta Nicolaas Hartingh, Pejabat VOC yang menjadi penengah sekaligus arsitek pembagian wilayah.

Perjanjian ini secara resmi membelah Mataram menjadi dua bagian: Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi titik awal dualisme kepemimpinan di tanah Jawa yang sisa-sisanya masih bisa kita lihat hingga sekarang.

2. Penobatan William III dan Mary II (1689)

Beralih ke panggung dunia, tepat pada 13 Februari 1689, parlemen Inggris menetapkan William III dan Mary II sebagai penguasa bersama (co-monarchs) Inggris setelah peristiwa “Revolusi Agung” (Glorious Revolution).

Ketegangan antara Raja James II yang pro-Katolik dengan parlemen Inggris yang mayoritas Protestan mencapai puncaknya. Parlemen kemudian mengundang William dari Oranye (Belanda) untuk mengambil alih takhta demi menjaga supremasi hukum dan agama.

Diantara Tokoh yang Berperan dalam peristiwa bersejarah ini adalah tentu William III & Mary II, Pasangan suami-istri yang menjadi simbol keseimbangan kekuasaan baru, serta Raja James II, Raja Inggris yang digulingkan tanpa pertumpahan darah besar.

Peristiwa ini melahirkan Bill of Rights, sebuah dokumen yang membatasi kekuasaan raja dan memperkuat hak-hak parlemen. Inilah cikal bakal sistem monarki konstitusional yang dianut Inggris modern.

3. Pemboman Dresden (1945)

Sisi kelam sejarah juga tertoreh pada 13 Februari 1945, saat Perang Dunia II hampir berakhir. Kota Dresden di Jerman dibombardir secara masif oleh pasukan udara Sekutu (Inggris dan Amerika Serikat).

Sesuai kesepakatan di Konferensi Yalta, Sekutu ingin menghancurkan pusat komunikasi dan transportasi Jerman untuk membantu gerak maju pasukan Uni Soviet dari arah Timur. Tokoh yang Berperan dalam peristiwa bersejarah ini adalah Arthur “Bomber” Harris,  Marsekal udara Inggris yang menjadi otak di balik strategi serangan area tersebut.

Kota Dresden hancur total dan diperkirakan sekitar 25.000 warga sipil tewas. Peristiwa ini hingga kini masih menjadi perdebatan moral mengenai etika perang dan perlindungan warga sipil.

***

Dari ketiga peristiwa besar di atas, kita dapat memetik beberapa pelajaran berharga. Terkait Perjanjian Giyanti, mengingatkan kita bahwa perpecahan internal seringkali memberikan celah bagi pihak asing untuk masuk dan mengendalikan situasi. Persatuan adalah modal utama kedaulatan.

Lalu Sejarah William III mengajarkan bahwa kekuasaan absolut cenderung memicu konflik. Sistem yang memberikan ruang bagi suara rakyat (parlemen) cenderung lebih stabil dan berkelanjutan

Terakhir, terkait Tragedi Dresden hendaknya menjadi pengingat pahit bahwa dalam konflik atau perang sehebat apa pun, perlindungan terhadap warga sipil dan Nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh dikorbankan demi ambisi politik atau militer. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Penikmat Sejarah/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT