Mengubah Kemalangan menjadi Keuntungan

by Penulis Palontaraq | Kamis, Jun 20, 2019 | 52 views
Mobil Formula One

Mobil Formula One (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Orang yang memiliki sikap positif thinking terhadap orang, situasi, dan lingkungan yang dihadapinya akan selalu hidup penuh keberuntungan. Semua ada hikmahnya dibalik peristiwa yang terjadi di depan matanya, maupun yang terjadi pada dirinya.

Orang yang selalu berpositif thinking akan menularkan semangat dan apresiasi positif dari orang yang bersentuhan dengannya. Kemalangan sekalipun bisa diubah menjadi keberuntungan. Bagaimana caranya?

Pernah mendengar nama Bernie Eccelestone? Dia adalah pendiri dari Formula One (F1) Group, sekaligus merangkap sebagai CEO selama 40 tahun. Tak mudah untuk mencapai posisi itu, prestasi dan prestise sekaligus, suatu posisi yang menempatkannya sebagai miliarder.

Suatu hari, Bernie Eccelestone berjalan keluar dari kantornya di Knightsbridge. Saat melewati tempat yang agak sepi, beberapa preman menghadang jalannya. Preman jalanan itu mengepung Bernie. Dia dirampok! Dipukul habis-habisan sampai babak belur. Mata sebelah kanannya bengkak menghitam.

Apakah Bernie Eccelestone hanya dipukuli. Ternyata tidak! Semua barang berharga yang dibawanya ludes dibawa perampok. Termasuk jam tangan mewah yang selama ini melingkar di tangannya seharga 4 milliar rupiah: Hublot.

Jam tangan Hublot. (foto: ist/palontaraq)

Jam tangan Hublot. (foto: ist/palontaraq)

Jika Anda sebagai Bernie, apa yang akan Anda lakukan? Marah-marah kepada polisi? Atau frustrasi memindahkan energi negatif karena terkena musibah kepada anak, istri atau kepada bawahan? Bernie tidak melakukan itu dan ternyata Bernie bukan typical seperti itu.

Bernie Eccelestone tidak akan jadi pengusaha sukses jika perilakunya sama seperti orang kebanyakan. Yang Bernie lakukan cukup sederhana sekaligus aneh.

Apa yang dilakukannya? Bernie meminta orang untuk memfoto wajahnya yang babak belur. Mencetaknya, dan mengirimkannya kepada CEO Hublot, Jean Claude Biver.

Tidak lupa, dia menuliskan sebuah pesan: “See what people will do for a Hublot”.  Artinya: Lihat apa yang akan orang lakukan untuk memiliki Hublot!

CEO F1 jadi bintang iklan Hublot

CEO F1, Bernie jadi bintang iklan jam tangan mahal Hublot – “See what people will do for a Hublot” (foto: ist/palontaraq)

Ini komplain yang sederhana dari Bos F1. Tapi tajam! Orang kebanyakan, jika mendapatkan komplain negatif akan panik. Mati-matian mencegah agar kisah buruk tidak sampai tersebar. Tapi CEO Hublot berbeda.

CEO Hublot ternyata juga orang yang inovatif, dan mampu melihat peluang pasar dari musibah yang dialami Bernie. Apa yang dilakukan selanjutnya CEO Hublot? Dia malah meminta ijin kepada Bernie untuk membuat iklan dengan memasang fotonya yang babak belur sekaligus meminta agar Hublot menjadi jam resmi dari Formula 1.

Apa jadinya? Setelah iklan itu diluncurkan, hasil penjualan jam tangan mahal Hublot meroket!  Fantastis!   Bernie yang sudah kaya itu dirampok, malah jadi kaya lagi dari mengeksploitasi kemalangannya setelah dirampok.  Bernie dapat duit yang lebih besar lagi dari model iklan dan share penjualan jam tangan mahal Hublot.

Sementara CEO Hublot yang mendapat komplain dari Bernie CEO  F1, juga berhasil mengubahnya menjadi iklan yang membawa keuntungan besar! Inilah seni mengubah energi negatif, kemalangan menjadi energi positif, keberuntungan.  Kuncinya adalah pada RESPON anda.

Catat baik-baik: RESPON

Formula 1 dan Hublot akhirnya menjadi mitra bisnis yang saling menguntungkan, CEO F1, Bernie Eccelestone dan CEO Hublot Jean Claude Biver  bukan saja menaikkan penghasilan pribadinya, tapi juga menaikkan penjualan produk perusahaannya: F1 dan Hublot. (*)

Like it? Share it!

Leave A Response