BerandaLiterasiPuisi: Harakat Ilmu dan Sayap Bahasa

Puisi: Harakat Ilmu dan Sayap Bahasa

Oleh: Etta Adil *)

PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik yang disusun dan dirangkai atas nama “Aulia Safitri Cendekia Putri Mardjun” ini menekankan pentingnya rajin menuntut ilmu sejak dini serta menjaga semangat belajar secara konsisten. Kaidah nahwu dijadikan perumpamaan bahwa belajar memerlukan aturan, ketekunan, dan keteraturan agar menghasilkan makna yang benar dalam kehidupan.

Penguasaan bahasa Inggris dan Jepang digambarkan sebagai “dua sayap” yang membantu seseorang terbang lebih jauh—membuka peluang pendidikan, pergaulan internasional, dan pemahaman budaya dunia. Intinya, ilmu adalah fondasi utama masa depan, sementara kemampuan bahasa asing menjadi jembatan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, dan meraih cita-cita dengan lebih luas dan terarah.

Harakat Ilmu dan Sayap Bahasa

Awal langkah bagai Al-Mubtada’ yang membuka makna,
Usaha belajar menjadi Usul kuat penopang cita.
Lafaz ilmu terangkat seperti Rafa’ yang mulia,
I’rab waktu diisi huruf-huruf pengetahuan berharga.
Amal belajar tak pernah sia-sia.

Semangat bak Sifat yang mengikuti kata utama,
Adapun ilmu laksana Isim yang tetap maknanya.
Fi’il perjuangan terus bergerak tanpa jeda,
Inggris dipelajari membuka jendela dunia,
Tata bahasa menjadi kunci memahami makna,
Rajin membaca ibarat Rabitah pengikat wacana,
Ilmu tumbuh saat hati setia.

Cendekia bagai Khabar yang menyempurnakan kalimat,
Etika belajar menjadi harakat yang tepat,
Niat lurus seperti Nashab yang jelas arahnya,
Dalam diam pun otak tetap bekerja,
English dikuasai menambah luas cakrawala,
Kana huruf Jepang (かな) dilatih setiap masa,
Istiqamah ibarat I’rab yang terjaga,
Akhirnya ilmu menjadi cahaya.

Putri berjiwa Fa’il—pelaku perubahan nyata,
Untuk masa depan yang lebih bermakna,
Terjemah kata Inggris dan Jepang memperkaya rasa,
Rangkaian huruf dunia terbuka luas,
Ikhtiar belajar tak pernah lepas.

Mardjun melangkah seperti Majrur yang terikat tujuan,
Antara buku dan mimpi terjalin harapan,
Rumus nahwu menjadi disiplin pikiran,
Diksi bahasa asing memperluas pergaulan,
Jepang dan Inggris bagai dua sayap penerbangan,
Upaya hari ini adalah investasi masa depan,
Nilai ilmu abadi sepanjang zaman.

***

Minasatene-Pangkep, 13 Januari 2026

(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT