Oleh: Etta Adil *)
PALONTARAQ.ID – Berikut adalah puisi akrostik yang disusun dan dirangkai khusus dengan nama DOKTORANDA NURHUDAYAH. Puisi ini dirangkai sebagai risalah pimpinan kampus bagi para santriwati dalam menjalani kehidupan di asrama.
Risalah Lil Banati (1)
Pesan Untuk Putri-Putriku
Di sini, dalam penjara suci, kau tempa kedewasaan diri
Orbitkan cita-cita, asah tekad agar sekeras jati
Kampus adalah kawah candradimuka, tempatmu wajib tekun meniti ilmu
Taatilah aturan, jadikan adab sebagai mahkota di setiap laku
Orientasikan jiwa pada kebersihan iman yang tampak di mata
Rawatlah ketertiban, ciptakan asrama dalam kedamaian yang nyata
Akrabilah teman dari berbagai penjuru, dari beragam suku dan bahasa
Nikmati setiap pembelajaran sosial, jalin pertemanan sehat penuh rasa
Dalam lingkungan pondok yang seru, kau temukan dunia yang berwarna
Andalkan sikap toleran dan keramahan, jadilah muslimah yang mempesona.
Nasehat dari rumah, jangan pernah kau biarkan ia berdebu
Ukirkan shalat di awal waktu, lantunkan Al-Qur’an di setiap rindu
Rengkuhlah kebaikan sebagai karakter, pribadi muslimah yang menyenangkan
Hormati perbedaan, jadikan toleransi sebagai jembatan persaudaraan
Utamakan marwah, jaga harga diri dalam anggunnya pekerti
Dalam setiap langkah, tunjukkan wibawa santriwati yang sejati
Amanah orang tua di pundakmu, bawalah dengan rasa bangga
Yakinlah setiap tetes peluh belajarmu, kelak menjadi tangga ke surga
Angkatlah motto kita setinggi langit, gaungkan dalam setiap misi.
Hidupkan semboyan kita, “Kami santri, lebih dari sekadar siswi!”
***
Puisi Akrostik ini mengandung pesan utama agar memandang pesantren sebagai “Penjara Suci” yang mendewasakan. Dalam prakteknya, hidup dalam lingkungan pondok harus ditekankan pentingnya menaati aturan kampus dan menjaga kebersihan, menikmati keberagaman latar belakang teman sebagai kekayaan budaya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah menjaga shalat dan Al-Qur’an sesuai pesan orang tua dan guru, serta menegaskan identitas santri yang memiliki nilai lebih dibandingkan siswi sekolah umum.
Minasatene-Pangkep, 10 Januari 2026
(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.


