BerandaLiterasiPuisi: Pulang Lewat Pendidikan

Puisi: Pulang Lewat Pendidikan

Oleh: Etta Adil 

PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik ini disusun dan dibentuk mengabadikan sosok seorang santriwati, bernama Fitriani, yang mondok di Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene Pangkep lewat jalur program beasiswa repatriasi Adem. Puisi menegaskan bahwa meskipun Fitriani tumbuh di negeri orang, pendidikan membawanya kembali—bukan hanya secara geografis, tetapi juga secara identitas, masa depan, dan harga diri.

Kisah santriwati Program Repatriasi Adem menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi bentuk nyata kehadiran negara bagi anak-anak buruh migran yang hidup di pinggiran sistem. Bersekolah sampai SMP di negeri jiran, dan kembali ke tanah air sebagai siswa SMA.

Pulang Lewat Pendidikan

(1)

Fajar hidupnya bermula jauh dari tanah kelahiran,
Ia meninggalkan Bone sejak bayi, menyeberang negeri.
Tumbuh di ladang sawit, di antara peluh orang tua,
Rajin belajar meski jarak dan rindu sering datang.
Insyaf bahwa pendidikan adalah jalan pulang,
Ada program repatriasi yang membuka gerbang harapan.
Nasib baik mengantarnya kembali ke bumi sendiri,
Ia kini bersinar di Pesantren IMMIM, dengan iman dan prestasi.

(2)

Fitriani, santri Malaysia yang berjiwa Indonesia,
Ia memilih pesantren untuk meneguhkan akhlak dan cita.
Tari menjadi bahasanya mengekspresikan rasa syukur,
Rentetan prestasi seni tumbuh seiring disiplin belajar.
Ia sadar jalan hidup tak selalu mudah,
Akan tetapi semangatnya tak pernah surut.
Niatnya sederhana: terus merebut pendidikan,
Iringkan langkah orang tua menuju bahagia.

***

Puisi Akrostik ini menggambarkan sosok Fitriani yang sadar akan kondisi keluarga, namun tidak menjadikannya alasan untuk menyerah. Sebaliknya, keterbatasan menjadi sumber daya mental untuk berjuang. Baginya, Pesantren IMMIM tidak hanya membentuk pemahaman agama, tetapi juga memberi ruang bagi seni, prestasi, dan ekspresi diri.
Ini menegaskan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan progresif.

Tujuan akhir pendidikan dalam puisi akrostik atas nama Fitriani ini, nampak sederhana namun mendalam: menjadi anak shalehah, berilmu, dan mampu membahagiakan orang tua. Bukan semata kelulusan dan prestasi sekolah, melainkan kebermanfaatan dan akhlak.

 

Minasatene-Pangkep, 6 Desember 2025

(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT