BerandaLiterasiPuisi: I‘rab Ilmu, Pilar Kehidupan

Puisi: I‘rab Ilmu, Pilar Kehidupan

Oleh: Etta Adil *)

PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik ini disusun dan dirangkai atas nama “Silva Safhira Jusman” ini menegaskan bahwa ilmu—terutama ilmu agama—adalah fondasi utama kehidupan, sebagaimana kaidah nahwu menjadi dasar agar kalimat memiliki makna yang benar. Belajar tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga: Membahagiakan dan mengangkat derajat orang tua serta keluarga, Membentuk pribadi berakhlak dan beradab, serta menjadi bekal membangun masa depan bangsa, agama, dan negara.

I’rab Ilmu, Pilar Kehidupan 

Seperti Subjek dalam jumlah ismiyyah, ilmu menjadi awal makna kehidupan.
I‘rab hati tertata saat huruf-huruf hikmah dibaca dengan kesungguhan.
Lafaz amal menjadi Khabar yang menguatkan niat dalam perjalanan.
Variasi ilmu laksana Fi‘il yang terus bergerak menumbuhkan peradaban.
Adat dan adab terikat rapi seperti Harakat yang menjaga bacaan.

Dalil agama ibarat Mudhaf, terhubung erat dengan amal sebagai Mudhaf Ilaih.
Alam pikiran lapang ketika Na‘t kebijaksanaan melekat pada jiwa.
Fa‘il kehidupan adalah insan berilmu yang sadar tujuan penciptaan.
Huruf Jar pengabdian menautkan bakti anak kepada orangtua.
Ilmu agama menjadi Isim Ma‘rifah yang menerangi keluarga.
Rangkaian usaha bagai Jumlah Fi‘liyyah—bergerak tanpa lelah.
Akhirnya, amal saleh menjadi Taukid atas ketulusan belajar.

Jalan bangsa tegak oleh generasi berilmu dan berakhlak.
Umat kuat saat pengetahuan dan iman berjalan seiring.
Struktur negara kokoh seperti I‘rab yang tepat pada setiap kata.
Makna kehidupan luas ketika ilmu diwariskan lintas keluarga.
Agama terjaga oleh insan yang tekun menuntut hikmah.
Negeri pun maju karena ilmu menjadi dasar setiap langkah.

***

Istilah-istilah nahwu dalam puisi akrostik ini melambangkan bahwa hidup perlu aturan, keseimbangan, dan ketepatan arah, sebagaimana susunan kata yang benar melahirkan makna yang indah. Intinya, ilmu adalah cahaya yang menuntun individu menuju kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat dan peradaban. (*)

 

Minasatene-Pangkep, 8 November 2025

(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT