BerandaBeritaDaerahMengenal Batik Bomba Sulawesi Tengah

Mengenal Batik Bomba Sulawesi Tengah

Laporan: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID, PALU – Mengenal Sulawesi Tengah rasanya belum lengkap kalau belum mengenal juga Batik khasnya, yang disebut Batik Bomba. Batik tradisional khas Sulawesi Tengah ini sempat menjadi perbincangan dalam KTT B20 di Nusa Dua Bali beberapa waktu lalu dipakai oleh CEO Tesla Elon Musk.

Batik Bomba asal usulnya berasal dari sebuah desa kecil di Sulawesi Tengah. Ditenun dengan keahlian khusus yang diturunkan dari generasi ke generasi. Proses pembuatannya masih menggunakan alat tenun tradisional, sedang untuk pewarnaannya sendiri menggunakan pewarna alami yang berasal dari getah pohon.

Awalnya Batik Bomba ini memiliki motif yang sederhana, namun seiring perkembangan zaman dan tuntutan pasar, motif Batik bomba pun kian beragam, menggambarkan budaya, tanaman dan tak jarang juga menggambarkan puisi atau syair rindu nelayan tentang cinta dan kehidupan.

Nama “Bomba” bermakna bunga, yang asalnya kata ini berasal dari Bahasa Kaili, salah satu suku utama di Sulawesi Tengah. Bomba dalam pemaknaan masyarakat setempat, berarti keterbukaan dan kebersamaan. Selain itu juga mencerminkan perilaku untuk menerima perbedaan.

batik bomba. (foto: ist/*)
batik bomba. (foto: ist/*)

Makna tersebut dapat terlihat dari sikap masyarakat Palu yang terbuka kepada siapapun. Mereka dikenal begitu ramah dan menerima siapapun yang datang berkunjung ke daerahnya. Berbagai motif asli batik bomba menggambarkan nilai-nilai budaya lokal seperti sambulugana (pinang dan siri), souraja (rumah-rumah tradisional), taiganja (ornamen logam mulia), burung maleo, bunga merayap dan ukiran rumah tradisional Kaili.

Berikut ini beberapa Motif Batik Bomba Khas Sulawesi Tengah dengan makna dan arti tersendiri.

Motif Taiganja

Taiganja adalah liontin emas berharga yang menunjukkan status sosial keluarga Kaili. Pusaka ini sering digunakan sebagai mahar pernikahan sekaligus benda sakral dalam upacara tradisional.

Taiganja menggambarkan rahim seorang wanita yang oleh masyarakat Kaili dipercaya sebagai awal mula kehidupan manusia. Pusaka Taiganja ini menjadi salah satu inspirasi motif batik Bomba di Sulawesi Tengah, perlambang kesuburan, perasaan cinta dan ketulusan hati.

Motif Bomba Mawar

Motif Bomba Mawar berarti cinta sakral bagi keluarga, kerajaan dan Tuhan, merupakan penggambaran keterbukaan dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat Palu.

Motif Sero Tangga

Motif Sero Tangga menggambarkan kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Sulawesi, berarti hasil kerja keras yang membuahkan hasil. Motif ini juga melambangkan pencapaian, harapan baik serta ketulusan untuk membahagiakan orang tercinta.

Motif Cengkeh

Motif bunga cengkeh menggambarkan komoditas utama Kabupaten Tolitoli, sebuah daerah di Provinsi Sulawesi Tengah. Motif bunga cengkeh ini memiliki makna penyembuhan dan harapan baik untuk kesehatan dan kesejahteraan bagi pemakainya.

Demikianlah sekilas tentang Batik Bomba khas Sulawesi Tengah. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Ketua Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) Provinsi Sulawesi Tengah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT