Oleh: Etta Adil *)
PALONTARAQ.ID – Puisi akrostik ini disusun dan dirangkai atas nama “Nailah Baarizah Kabir” yang menegaskan bahwa sebagaimana ilmu nahwu menata kata agar kalimat menjadi benar, rapi, dan bermakna, demikian pula kasih sayang antar sesama muslim menata kehidupan agar harmonis dan penuh keberkahan.
Setiap unsur nahwu dalam puisi ini diibaratkan sebagai nilai akhlak—seperti tolong-menolong, berkata lembut, menjaga amanah, dan berprasangka baik—yang jika disusun bersama akan membentuk persaudaraan (ukhuwah) yang kuat, indah, dan diridai Allah.
Tarkib Kasih dalam Ukhuwah
Na‘at yang indah adalah akhlak mulia menghiasi diri,
Amil kebaikan menggerakkan hati menuju ridha Ilahi,
I‘rab kasih tampak jelas dalam tutur yang santun,
Lafaz lembut menjadi jumlah sempurna penyejuk kalbu,
Adat ukhuwah menyambung makna persaudaraan sejati,
Huruf cinta merangkai kalimat iman yang suci.
Bina persatuan bagai mubtada yang kokoh berdiri,
Ayat kasih menjadi khabar penenteram jiwa,
Amal saling tolong laksana fi‘il yang hidup,
Rafa‘ derajat saudara dengan doa dan senyum,
Ikhwah terjaga seperti i‘rab yang tepat pada tempatnya,
Zikir menguatkan makna kebersamaan,
Adil dalam sikap sebagai tanda kematangan iman,
Hikmah terucap seperti jumlah mufidah yang sempurna.
Kasih sayang adalah kaidah utama persaudaraan,
Amanah menjaga hati dari prasangka,
Berbuat baik ibarat huruf jar yang menghubungkan makna,
Iman menyatukan sebagaimana tarkib yang selaras,
Rahmah Allah menaungi mereka yang saling menyayangi.
***
Minasatene-Pangkep, 15 Oktober 2025
(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.


