Oleh: Etta Adil *)
PALONTARAQ.ID – Berikut ini adalah puisi akrostik yang disusun dan dirangkai khusus untuk Andi Afykha Zahra Nabilah, sang bungsu pemberani yang sedang meniti jalan ilmu di pesantren.
Bunga Kecil dari Timur: Andi Afykha Zahra Nabilah
Anggun nan cantik wajahmu, si bungsu yang imut penuh cahaya
Nyala semangatmu membuktikan, usia bukan penghalang untuk bertaqwa
Di bawah naungan pesantren, kau ikuti jejak mulia kedua kakakmu
Ikhlas melangkah di jalan ilmu, membawa doa ibu dalam setiap langkahmu.
Alam Papua memisahkan raga dengan ibu yang bekerja jauh di sana
Firasat kuat menjaga hatimu, kau tak cengeng meski rindu melanda
Yakin dan teguh pendirianmu, meski kakek mengajar di dalam pondok
Kau pantang manja apalagi bermanja, mandiri tumbuh di balik tembok
Hadirmu tanpa pinta perhatian lebih, dewasa sebelum waktunya tiba
Andalan ibu di masa depan, mutiara yang kelak akan selalu dijaga.
Zahirmu lembut namun jiwamu tangguh, tak mudah menyerah oleh sepi
Aksi memukau kau tunjukkan, bakat seni mengalir di dalam diri
Harmoni nada kau mainkan, anggota Drumband Melody Corps yang membanggakan
Raih setiap tepuk tangan, membuktikan kemampuan yang tak terelakkan
Aura prestasimu mulai bersinar, mengikuti jejak kakak yang telah berjasa.
Nabilah, namamu seindah pribadimu, cerdas dan luhur budi pekerti
Amanah ibu kau jaga benar, menjadi kebanggaan keluarga yang sejati
Baktimu adalah obat rindu, bagi ibu yang berjuang di tanah seberang
Ilmu dan adab adalah senjatamu, untuk menghadapi dunia yang membentang
Langkahmu kecil namun pasti, mengukir prestasi di bawah langit pesantren
Anak shalihah penyejuk hati, pembawa damai di tengah hiruk-pikuk zaman
Harapan mulia tersemat padamu, tumbuhlah menjadi wanita yang mandiri dan berprestasi.
***
Tiga pesan utama dari Puisi Akrostik ini menyinggung soal kemandirian, bakat seni, dan harapan keluarga. Ya, Puisi ini menyoroti ketangguhan anak pondok yang tidak cengeng meskipun jauh dari ibu dan tidak memanfaatkan keberadaan kakeknya untuk menjadi manja.
Afykha, begitu ia akrab disapa, mengambil nama tengahnya dalam puisi akrostik ini patut diapresiasi keinginannya untuk menampilkan bakat yang baru saja ditemukannya. Ia melibatkan diri dalam group Drumband Melody Corps. Di akhir puisi, menekankan doa ibu agar Afykha bisa menjadi anak yang diandalkan dan mengikuti prestasi kakak-kakaknya.
Minasatene-Pangkep, 7 Oktober 2025
(* Etta Adil, Penikmat Puisi/Jurnalis Independen.


