Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)
Related Post: Apa Resolusimu Untuk Tahun 2025
PALONTARAQ.ID – Seringkali kita mendengar ungkapan seseorang yang menunjuk seseorang yang lain bahwa orang itu sudah selesai dengan dirinya, jadi kalau orang itu diberi amanah untuk menjadi pejabat, maka orientasinya adalah semata pengabdian, bukan lagi untuk mencari uang atau kekayaan.
Orang yang sudah selesai dengan dirinya dimasa kekinian lebih banyak dimaknai sebagai orang yang kaya, yang kekayaannya tidak bakalan habis tujuh turunan, atau orang yang ekonominya sudah sangat mapan. Orang yang dikategorikan sebagai orang yang sudah selesai dengan dirinya ialah orang yang sudah memikirkan orang lain, kebutuhan dan kebahagiaan orang lain, karena jika menyangkut dirinya, sudah cukup dan berlimpah dalam segala hal.
Tapi pengertian seseorang disebut sebagai “orang yang sudah selesai dengan dirinya”, itu kadang dimaknai pula sebagai seseorang yang memiliki kesadaran spiritual dan emosional yang tinggi. Ya, orang yang sudah selesai dengan dirinya seringkali pula mengacu pada individu yang telah mencapai tingkat kedewasaan emosional, mental, dan spiritual yang tinggi. Hal ini tidaklah berarti mereka sempurna atau tidak lagi memiliki masalah, tetapi lebih pada kondisi yang stabil dan mapan dalam segala hal.
Kondisi yang stabil tersebut diantaranya melingkupi pemahaman dan kesadaran diri yang kuat. Mereka tahu siapa diri mereka, apa nilai-nilai mereka, kekuatan, dan kelemahan mereka. Mereka sudah menerima diri sepenuhnya, termasuk masa lalu dengan segala pahit getirnya atau dengan segala kekurangannya.
Orang yang sudah selesai dengan dirinya merupakan orang yang Tidak lagi mencari validasi eksternal. Mereka tidak bergantung pada pujian atau pengakuan dari orang lain untuk merasa berharga. Kebahagiaan dan kepuasan mereka datang dari dalam. Mereka juga Dapat mengelola emosi dengan baik, mampu mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka secara sehat, serta tidak mudah terbawa amarah, kesedihan, atau kecemasan yang berlebihan.
Orang yang sudah selesai dengan dirinya memiliki tujuan hidup yang jelas. Mereka memahami apa yang penting bagi mereka dan hidup sesuai dengan tujuan tersebut, tidak lagi terombang-ambing oleh ekspektasi orang lain atau tren semata. Mereka juga tidak lagi terjebak pada masa lalu: Mereka telah berdamai dengan pengalaman masa lalu, termasuk trauma atau penyesalan, dan menggunakannya sebagai pelajaran tanpa membiarkannya menghambat kemajuan.
Orang yang sudah selesai dengan dirinya akan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Mereka fokus pada perkembangan diri sendiri dan tidak merasa iri atau rendah diri ketika melihat pencapaian orang lain. Ada penerimaan yang mendalam terhadap takdir, situasi, dan orang lain. Mereka bisa melepaskan hal-hal yang tidak bisa dikontrol dan fokus pada apa yang bisa mereka lakukan.
Singkatnya, “orang yang sudah selesai dengan dirinya” adalah orang yang berdamai dengan diri sendiri dan lingkungannya, memiliki kemandirian batin, serta fokus pada memberi, berbagi dan bertumbuh, bukan lagi sibuk dengan kebutuhan atau konflik internal yang belum terselesaikan.
Apakah anda termasuk orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri? Atau anda pernah bertemu dengan orang yang seperti diungkapkan atau dicirikan diatas? Atau anda punya pendapat lain terkait orang yang disebut sudah selesai dengan dirinya sendiri? Silakan komentar di kolom komentar!
Semoga bermanfaat adanya. Barakallahu fiikum. (*)
(* Muhammad Farid Wajdi, Orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri.


