BerandaHighlightSkala Kardashev

Skala Kardashev

Oleh: Santo Saba Piliang *)

Related Post: Yang Dilihat Fa-Huan 337-422 M di Javadwipa

PALONTARAQ.ID – Apa itu SKALA KARDASHEV? “Skala Kardashev” adalah metode untuk mengukur kemajuan teknologi suatu peradaban. Skala ini bersifat “Teoretis” dan sangat spekulatif, Pengukuran ini digagas oleh astronom Uni Soviet “Nikolai Kardashev” pada tahun 1964.

Dalam skala Kardashev, terdapat tiga skala pengelompokan yaitu Tipe I, II, dan III, Pengelompokan skala tersebut didasarkan pada penggunaan “Energi” di suatu “Peradaban”.

Peradaban manusia pada tahun 2010 diperkirakan baru mencapai tipe 0,72, Diperkirakan umat manusia baru akan mencapai :

  • Tipe I dalam waktu seratus hingga dua ratus tahun lagi.
  • Tipe II baru bisa dijangkau sekitar beberapa ribu tahun lagi.
  • Tipe III dalam waktu 100.000 hingga jutaan tahun.

Dengan rincian setiap tipe seperti di bawah ini :

  • Tipe I, Peradaban yang mampu menguasai semua energi di planetnya, Mereka diperkirakan menguasai energi sebesar 1016 atau 1017 W, Energi yang tersedia di Bumi adalah 1.74 ×1017 W (174 petawatt).
  • Tipe II, Peradaban yang mampu memanfaatkan semua energi dalam suatu bintang, yaitu sekitar 4 ×1026 W,Energi matahari diperkirakan sebesar 3.86 ×1026 W.
  • Tipe III, Peradaban yang mampu mengendalikan semua energi di suatu galaksi, atau sekitar 4 ×1037 W.

Perkiraan ini sangat beragam, karena ukuran setiap galaksi tidak sama, Perkiraan 4 ×1037 W sendiri didasarkan pada jumlah energi di galaksi Bima Sakti.

Status Peradaban Manusia

Peradaban manusia saat ini berada dalam Tipe 0 karena baru menguasai sebagian energi yang ada di Bumi, Pada tahun 1973, “Carl Sagan” menghitung tipe peradaban manusia saat ini, dan hasil perhitungannya menunjukkan 0.7.

Sagan menggunakan rumus : K adalah skala Kardashev suatu peradaban, W merupakan output energi dalam watt.

International Energy Agency, memperkirakan tipe peradaban kita pada thn 2030 ada pada skala 0,73, Tahun Produksi energi Skala Kardashev Eksajoule/tahun Terawatt Quad/tahun.

Peradaban Tipe IV sempat diusulkan
“Zoltan Galantai” mendefinisikannya sebagai peradaban yang mengendalikan seluruh energi di alam semesta, Peradaban semacam itu ada di luar batas ilmiah saat ini.

Sementara itu, dalam bukunya yang bertajuk Parallel Worlds, Dr.Michio Kaku membincangkan peradaban tipe IV sebagai mereka yang mampu memanfaatkan sumber-sumber energi “Luar Galaksi” seperti energi hitam.

Kritik yang muncul, adalah bahwa “Kita tidak dapat memahami peradaban yang lebih maju” di masa depan.

Kita tak mampu memperkirakan perilaku mereka, sehingga penggambaran Kardasev mungkin tidak menunjukkan apa yang sebenarnya akan terjadi pada peradaban maju pada masa depan.

Bagaimana dengan peradaban maju terdahulu yang dimungkin sudah ada, Hal ini banyak di temukan oleh pegiat pencari bukti bukti peradaban masa lalu, sudah banyak di temukan “Teknologi masa lalu” di atas teknologi saat ini.

Fahami : Perjalanan sejarah manusia tidak berjalan linier seperti garis “Lurus” dimulai angka 1 hingga 100 dan angka 1 bukan “Purba”.

Sekitar 5.000 tahun yang lalu fenotip langka pada manusia memungkinkan beberapa kapasitas untuk kesadaran kesadaran Teleportasi dan Telepati pertama kali mengalami seleksi positif pernah terjadi dan itu terjadi pada peradaban maju Nusantara terdahulu.

Menurut ilmu fisika terdapat energi yang rentang pengaruhnya mencapai 5000 tahun, bahkan jutaan tahun, artinya masa lalu dengan masa sekarang terhubung tanpa membutuhkan waktu & terdapat hubungan “Entanglement” yang tidak di batasi  jarak  dan waktu.

Masa lalu masa depan dan masa kini bukanlah “Fiksi”, terdapat hubungan “Eentanglement” yang tidak di batasi  jarak ruang dan waktu.

Jadi, Kejadian masa lalu dapat di akses ke masa kini juga ilmu pengetahuannya dapat di aplikasikan dalam bentuk yang “Terbarukan” oleh manusia.

Di bumi Nusantara yang saat ini tersebut sebagai Indonesia, bumi yang kita pijak ini dimasa lalu adalah tempat peradaban maju yang kisahnya terekam pada Ramayana, Mahabarata, Lemuria, Atlantis.

Pengetahuan leluhur nusantara pada apa yang disebut, Teleportasi, Levitasi, Disapear Moksa, juga pengetahuan tentang jagat raya beserta isinya telah di fahami.

Bahwa leluhur Nusantara telah melakukan perjalanan lintas di mensi dan galaksi menembus keterbatasan ruang dan waktu mengenal benda benda angkasa juga singgah dan berkembang tumbuh disana.

Dalam kitab kitab ajaran asli Nusantara penyebutan benda benda angkasa di jagat raya antara lain :

Matahari, disebut Redite atau Raditya.
Bulan, disebut Soma.
Mercurius, disebut dengan Buda .
Jupiter, disebut Brahaspati atau Wraspati.
Venus, disebut dengan Sukra.
Saturnus, disebut dengan Saniscara.
Mars, disebut Manggala atau Anggara.

Visualisasi tentang benda benda angkasa tampil di relief nya yaitu penggambaran tentang benda benda galaksi di jagat raya, juga ada 12 teks literasi kata “Svargga” bukan “Jannah” atau “Nirvana” jejak rekam sejarah nya ada di situs Vhwănā Çakhā Phalā atau Borobudur

Juga tercantum Informasi tentang masa maju terdahulu dari Yang Mulia Manusia Pilihan di tanah arab, yaitu “skala” scince 1:10 tersampaikan pada abad 5 Masehi di tanah kegelapan saat itu :

“Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan sedang orang-orang itu belum sampai menerima “Sepersepuluh” dari apa yang telah KAMI berikan kepada orang orang “Terdahulu” itu namun mereka mendustakan para Rosul-KU ”

Artinya : Parameter skala angka 1, adalah sains saat ini & kemajuan sains peradaban terdahulu adalah pada skala angka 10

Yang di maksud …orang orang “Terdahulu”… adalah kaum Çakya/Çakya/Saka/Schytia/Aryan) atau Science, Sina, Syene leluhur bangsa Nusantara, yang mewarnai 3/4 muka bumi di antara nya tanah india, tibet & mesir kuno adalah fakta sejarah

Di dalam Kitab suci peradaban tinggi itu di sebut sebagai “Adada Sinina”, Sinina, Syene…. adalah negri Nusantara Indonesia maju terdahulu

Angka 1 : 10 atau “Sepersepuluh” adalah perbandingan angka yang di beritakan oleh “Manusia” yang pernah melakukan perjalanan menembus batas lintas ruang dan waktu, berangkat dan kembali ke bumi pada waktu singkat, ini terjadi antara tahun 620-621 M atau terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 setelah kenabian adalah fakta

Bahwa :
Pengetahuan diciptakan oleh dugaan subjektive seseorang dan kritik dari oranglain, peran utama pengamatan dan percobaan dalam sains adalah dalam upaya untuk membantah teori yang ada dalam upaya mendekati “Kebenaran”, Suatu teori harus lulus oleh kritik dan sanggahan yang bertubi tubi

David Hume, (26 April 1711) – (25 Agustus 1776) Orang Skotlandia, Pilsuf , Sejarawan , ekonom dan penulis esai , yang sangat berpengaruh terhadap empirisme filosofis, skeptisisme dan naturalisme.

Hume telah membuktikan bahwa empirisme murni bukanlah dasar yang cukup untuk sains, Argumen bersifat deduktif ketika kesimpulan perlu diberikan premis, Artinya, kesimpulannya harus benar jika premisnya benar.

“Hume” menyiratkan bahwa induksi harus dilakukan melalui imajinasi, Seseorang tidak membuat referensi induktif melalui alasan “apriori” tetapi melalui langkah “imajinatif” secara otomatis diambil oleh pikiran.

Hasil dari kebiasaan adalah kepercayaan, yang di sebut “insting” dan ini jauh lebih kuat daripada “imajinasi”, Seorang “laudio Costa” mencatat bahwa masa depan hanya bisa menjadi masa depan dari masa lalunya sendiri jika ia memiliki “identitas”.

Semakin dekat masa depan dengan titik persimpangan dengan masa lalunya, semakin besar kesamaan yang terlibat,di masa depan akan pasti terjadi

Sekali lagi :
Masa depan suatu bangsa hanya bisa menjadi masa depan dari masa lalunya sendiri jika bangsa itu memiliki “identitas” jelas.

Juga, Kejayaan suatu bangsa akan terjadi lagi pada bangsa yang pernah mengalaminya, Karena putaran sejarah akan berproses memutar kembali pada rotasi berulang “Prasawiya Pradaksina Towaf sesuai hukum alam yang bersifat “Pasti”.

Kita adalah “Orang Terpilih” yang bergerak menguatkan arus “Putaran” itu, untuk kembalinya kejayaan Nusantara lama, dengan sebutan “Indonesia Emas’. (*)

 

(* Santo Saba Piliang, Penulis INDONËSIARYĀ – True Back History of Indonesia
Exploration & Research. Beberapa tulisan/karya bukunya adalah: Vhuana Caka Pala (Nama asli Borobudur dan sejarahnya), Borobudur Bukan Candi, Klarifikasi Catatan Sejarah Borobudur, True Back History Borobudur, Ramayana adalah Nusantara, Mahabarata adalah Nusantara, Lemuria Adlantis Nusantara, Lemuria Adalah Nusantara, Adlantis adalah Nusantara,  Bali Bukan India, WE ARE ARYA (Kumpulan artikel), Srivijaya (Ungkap kadatuan Srivijaya/bukan kerajaan).

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT