BerandaNarasi SejarahTidak dari India menuju Mesir

Tidak dari India menuju Mesir

Oleh: Santo Saba Piliang *)

Related Post: Yang Dilihat Fa-Huan 337-422 M di Javadwipa

PALONTARAQ.ID – Manusia Nusantara dalam “Berbudaya” dan ber “Spiritual” tidak berasal dari india dan menuju tempat lain di timur tengah mesir kuno, Tapi keduanya dari sini

Fahami: Pengertian ber “Agama” berbeda dengan pemahaman ber “Spiritualitas”, Yang kedua ini lebih dalam dari pengertian yang pertama dalam konteks berfikir untuk memahami dan aplikasi caranya serta manfaat bagi pelakunya…

“Moksartham Jagaditaya Ca Iti Dharma”, Kebahagian abadi semasa masih hidup, sehingga mampu kembali manunggal dengan Sangkan Paraning Dumadi, adalah cara leluhur bangsa nusantara sebagai pemahaman juga lelaku dijalan “Spiritual”

Dalam ajaran asli Nusantara yang populer di temukan kata bernama “Dharma” ini dijalankan dalam “Gama Tirta”, ranahnya tidak hanya ranah “Agama”, tapi juga ranah Spiritual, yaitu “Igama” dan “Ugama”

Ajaran asli Nusantara berasal dari ajaran Dharma yang asli Nusantara, Bukan dari india yang ketika zaman kerajaan pra Islam, Dharma yang asli ini disebut ajaran Siwa Budha, Dan “Siwa Budha” ini bukan sintesis Agama “Hindu” dan Agama “Buddha” india

Tercatat dalam Teks kalimat Mahabharata Udyoga Parva :108

Bahwa “Timur” ini awal mula “Ajaran” sebelum di bukukan menjadi kitab bernama “Veda” lokasi yang di tunjuk sebagai “Timur” Di sinilah Sang Pencipta alam semesta pertama kali menyanyikan “Veda”

Lokasi yang di sebut “Timur” dari daratan india adalah Asia Tenggara, tepatnya Nusantara, Indonesia saat ini

Bangsa yang pemberani dan religius mempunyai ajaran yang di bawa dari tanah asalnya di timur ini terindikasi ajaran itu bernama “Dharma”, Leluhur kita di India ada sejak 3.102 SM sampai 1.300 SM yang kemudian menulis Veda di daratan india saat itu

Bangsa Arya/Schythian/Sakya/Cakya/Saka adalah leluhur bangsa Nusantara pembawa “Dharma” sampai ke tanah india, jauh sebelum nama nama yang tercatat di bawah ini yaitu :

* Dharmadasa 700-620 SM
* Dharmapala 670-580 SM
* Sañjaya Belaṭṭhaputta 6 SM
* Sariputra 568-484 SM
* Dharmakirti 610 SM – 520 SM
* Kumarila Bhatta I 618-540 SM
* Adi Sankara 569-537 SM
* Çhri Janaýasã – Dhapunta Hyam 671–702 M
* Rshi Mārkaṇḍeya,abad ke 9 M
* Svarnadvipa Dharmakirti 1013 M

Bangsa Arya/Schythian/Sakya/Cakya/Saka mulai menulis kitab-kitab suci Weda, Kitab suci ini dituliskan dalam 4 bagian seperti Reg Weda, Sama Weda, Yayur Weda, dan Atharwa Weda

Di kemudian hari di india “Veda” menjadikan munculnya penafsiran terhadap kitab Veda yang melahirkan, Aranyaka dan upanizad, “Veda” dipelajari dan ditafsirkan dengan bebas

Kebebasan ini menyebabkan timbulnya beberapa ajaran dan aliran yang berbeda-beda, yaitu Buddhism, Jainism, Hinduism:

•  Pada tahun 563–483 SM, Lahir Sidharta Gautama tokoh “Buddhism”

  • Pada tahun 549–477 SM, Lahir Mahavira tokoh “Jainsm”
  • Pada abad 9 M, Era Inggris di india lahir agama yang tidak berasal dari seorang pendiri atau satu titik waktu sebagaimana agama lain untuk membedakan tidak keduanya terdahulu juga tidak Islam, di saat ini “Hindu” + “isme” secara formil ada 1830 di india

Ajaran rohani yang disebut Dharma ini dalam Bahasa Sansekerta di sebut “Sanatana Dharma” ini kemudian disusun, dijadikan ajaran yang sistimatis, ditulis maupun tidak, ini yang disebut “Veda”

“Veda” yang langsung di sabdakan Tuhan kepada orang siddhi, ini disebut “Veda Shruti”
Dalam kitab atau rontal ini ada dalam Catur Veda Shruti, yaitu Reg, Yayur, Sama dan Atharva Veda

“Veda Smerthi”, ini adalah Veda yang di ingat oleh orang siddhi kemudian ditulis, Hampir semua dalam bentuk puisi atau syair, Ini ada bermacam macam, seperti Dharma Sastra, Niti Sastra, Purana, Itihasa, Usada, Wariga, Babad

Sistematika India dengan Nusantara jelas berbeda, Dimana dalam sistematika India cenderung tidak memasukan rontal-rontal yang ada di Nusantara

Para penganut “Hindu” di India yang dominan “Sekte”, “Veda” yang dipakai tidak sama dengan di Nusantara, di india ada sekte pakai Wisnu Purana, Brahma Purana, Siwa Purana , diantara sekte ini sudah terjadi perbedaan, dimana setiap sekte menganggap Dewa dewanya ini sebagai Tuhan yang tertinggi (Polytheism)

Di Nusantara ajaran “Dharma” yang di nusantara, yang disebut “Siwa Budha” akan menginterpretasikan Purana ini dengan berbeda sehingga tidak menjadi pertentangan antara Dewa yang dipuja itu

Karena Brahma, Wisnu dan Siwa adalah kemahakuasaan “Ida Sang Hyang Widhi” yang “Achintya” dalam Utpeti atau mencipta, Stiti atau memelihara dan Prelina atau melebur dewa dewa tersebut disebut manifestasi Sang Hyang Widhi/”Tuhan” Yang Maha Esa (Monothrism)

Theologi dari Dharma yang ada di nusantara sangat berbeda dengan yang ada di India, karena di nusantara meyakini dengan ke Esa an dari Tuhan

Hyang Widhi Tunggal, Sangkan Paraning Dumadi, Siwa, Sadha Siwa, Parama Siwa, Yang Achintya itu, Sang Hyang Kersa, Dimana semua itu adalah beliau yang bersifat “Achintya” yang “Esa” tersebut

Kalau di India menyatakan Tuhan adalah Dewa yang dipuja dan itu yang tertinggi dan mutlak, bukan yang Esa itu, tapi pisik Dewa Itu sendiri

Perjalanan “Dharma” dari negeri asalnya Nusantara sampai ketempat-tempat tertentu diseantero dunia ini, bersentuhan dengan tradisi-tradisi setempat juga memberikan pengaruh di tempatnya

Ajaran “Dharma” yang di bawa leluhur bangsa nusantara Bangsa Arya/Schythian /Sakya/Cakya/Saka, membentang luas ke Barat melalui Afganistan kuno hingga ke Mesir Kuno

Dewa-dewa mesir Kuno terindikasi bersumber dari tradisi “Sanatana Dharma”, di mesir ada tempat terkenal bernama “Siwa Temple” atau Siwa Oasis yang dalam bahasa Arab disebut “Wahat Siwah”, bahasa koptik disebut “Siwah” dan bahasa Barber “Isiwan”

Teks prasasti ditemukan tertulis di piring emas yang digantung di dalam tempat suci Ka’bah di Mekah, Prasasti itu berbunyi:

“Beruntunglah mereka yang lahir (dan hidup) pada masa pemerintahan raja Vikram, Dia adalah seorang penguasa yang mulia, murah hati dan berbakti, mengabdi pada kesejahteraan rakyatnya.

Namun pada saat itu, kami orang Arab, yang lupa akan Tuhan, tenggelam dalam kenikmatan indria, Rencana dan penyiksaan merajalela, Kegelapan ketidaktahuan telah menyelimuti negara kita.

Seperti anak domba yang berjuang untuk hidupnya di bawah cakar serigala yang kejam, kami orang Arab terjebak dalam ketidaktahuan.

Seluruh negeri diselimuti kegelapan yang sangat pekat seperti pada malam bulan baru.

Namun fajar dan sinar matahari pendidikan yang menyenangkan saat ini adalah hasil dari kebaikan raja mulia Vikramaditya yang pengawasannya yang baik hati tidak melupakan kami sebagai orang asing.

Beliau menyebarkan agama sucinya di antara kami dan mengirimkan ulama-ulama yang kecemerlangannya bersinar bagaikan matahari dari negerinya ke negeri kami.

Para cendekiawan dan pembimbing ini melalui kebajikannya. Kita sekali lagi disadarkan akan kehadiran Tuhan, diperkenalkan kepada keberadaan suci-Nya dan ditempatkan di jalan Kebenaran, telah datang ke negara kita untuk mendakwahkan agama mereka dan memberikan pendidikan atas perintah Raja Vikramaditya.”

Teks prasasti ditemukan tercatat di halaman 315 dari volume yang dikenal sebagai ‘Sayar-ul-Okul’ yang disimpan di perpustakaan Makhtab-e-Sultania di Istanbul Turki

Si-yu-ki , Xuanzang ( 602 – 664 ) mengidentifikasi Vikramaditya sebagai raja Shravasti. Menurut catatannya, raja memerintahkan agar 500.000 koin emas dibagikan kepada orang miskin dan memberi seorang pria 100.000 koin emas untuk mengembalikannya ke jalan yang benar selama perburuan babi hutan.

Penyebutan Vikramaditya yang paling awal dan tidak terbantahkan muncul dalam karya-karya abad 6 M dalam biografi Vasubandhu oleh Paramartha (499–569) dan Vasavadatta oleh Subandhu.

Raja memberikan 300.000 koin emas kepada sarjana “Samkhya” atau “Samghāyā”
Vindhyavasa karena mengalahkan guru Vasubandhu (Buddhamitra) dalam sebuah debat filosofis, Vasubandhu kemudian menulis Paramartha Saptati

Kata”Samkhya” atau “Samghāyā” tertulis di area Nalanda Bihar india, di situs stupa bernama”Sariputra” dan prasasti “Kalasan” di javadvipa. Kata “Samkhya” atau “Samghāyā” tertulis di area Nalanda Bihar india sebagai berikut: īrī-Nālandā-Mahāvihārīya-Ārya- Bhikṣusaḿghasya ”

literasi nama kata: “Sariputra”, ini jelas nama Nusantara bukan india teks literasi kata “Saḿghasya” ini juga terdapat pada kalimat bait ke 8 di Prasasti “Kalasan”

Bait ke 8 : bhuradaksineyam atulā dattā samghāyā rājasimhena śailendrarajabhūpair anuparipālyārsantatyā “saṃghāyā” yang tak tertandingi oleh (rājasimha-)dari silsilah Syailendra dan penguasa berikutnya berganti-ganti Mahārāja Panangkarana, bangunan suci (nya) untuk menghormati ajaran yang telah berjalan selama 700 tahun (varsaśataih saptabhir )

Maksud nya bangunan “Kalasan” telah ada juga ilmu tentang “Samghāyā” sudah berjalan 700 tahun yang lalu, Ilmu ini pula selain “Veda” yang dipelajari di Nalanda india diantaranya oleh Vasubandhu di masa raja Vikramaditya

Para pelajar di Nalanda mempelajari keilmuan :Veda, Saḿghaya, Atharvaveda, Hetuvidyā / Logika, Chikitsavidya / Kedokteran,Shabdavidya/Tata Bahasa.

Dharmakīrti, adalah seorang sarjana asal Sriwijaya, Suvarnadvipa (Sumatra), Ia adalah salah satu pendiri filsafat logika, Setelah menerima pendidikan, ia kemudian melakukan perjalanan ke Nalanda untuk menerima ajaran langsung dari Vasubandhu

Dharmakirti 610-520 SM adalah leluhur dari Suvarnadvipi Dharmakīrti 1013 M, Melahirkan keturunan yang tersebut bernama Chudamani atau Culamani Tiwarmadewa kadang disebut Cudamani Tiwarman

“Candi Bungsu” di area komplek candi muara takus dibangun pada abad ke 10 tahun ke 2 sampai selesai tahun ke 5 oleh “Shang Hyang Datuok Culamani Tiwarmadewa” atau Cudamani Tiwarman untuk menghormati leluhurnya Svarnadvippa Dharmakīrti dan pendahulunya Dharmakīrti, murid dari Vasubandhu

Teks prasasti tertulis di piring emas yang digantung di dalam tempat suci Ka’bah di Mekah di masa Vasubandhu raja Vikramaditya. Dari gundukan tanah di kawasan sekitar candi utama Muara Takus, mereka menemukan artefak perunggu berwujud manusia berkepala gajah.

Selain itu cermin perunggu yang salah satu sisinya dilapisi emas dengan presentasi mencapai 83 persen, artinya hampir 24 karat. Temuan lain “Vajra” , juga temuan bata bertulis yang secara paleograf Isinya mantra berbunyi: “om ah bighnanta kr hum phat svaha” di dalam situs “Candi Bungsu” di temukan kotak tembaga yang didalamnya terdapat 3 keping lempeng emas yang bertuliskan :

1.”Ohm”
2.”Ah”
3.”Hom”

Svaha’ bermakna semoga diberkati. ‘Svaha’ adalah ucapan yang umumnya terjadi di akhir mantra

Di sisi kotak itu terdapat “Rabuk kremasi” ,Tongkat dan senjata dengan hiasan permata disisi kanan dan kiri,Bahasa lokal menyebut dengan “Pedang Lonjong/Sulo”

“om ah bighnanta kr hum phat svaha”

Ketiga Kata ……”Ohm”, “Ah” , “Hom”… ada pada Hindu/Buddha, Bukan hanya ada pada salah satu nya…ini terekam sempurna di Bali…dan Bali bukan india

Ketiga Kata ……”Ohm”, “Ah” , “Hom”…adalah “Kata singkat dalam prosesi kontemplasi “Spiritual” sebuah kata yang mungkin juga digunakan oleh agama-agama Abrahamik/Samawi untuk menyimpulkan dan mengakhiri suatu doa dan bermakna “agar dikabulkan”

Amin dalam bahasa Ibrani: אָמֵן, Modern amen Tiberias ʾāmēn; bahasa Yunani: ἀμήν, amen; bahasa Arab: آمين/أٰمِيْنَ, ʾāmīn; bahasa Inggris: Amen) bahasa indonesia Aamiin yang bermakna sebagai “agar dikabulkan”

Manusia Nusantara dalam “Berbudaya” dan ber “Spiritual” tidak berasal dari india dan menuju timur tengah, Tapi keduanya dari sini

Leluhur kitalah yang mewarnai 3/4 muka bumi di antara nya tanah india & mesir kuno…ini fakta akademik bahwa Sejarah tidak pernah “Bohong” kepentingan penulisanlah yang menjadikan “Catatan Sejarah” menjadi Bohong.

(* Santo Saba Piliang, Penulis INDONËSIARYĀ – True Back History of Indonesia
Exploration & Research. Beberapa tulisan/karya bukunya adalah: Vhuana Caka Pala (Nama asli Borobudur dan sejarahnya), Borobudur Bukan Candi, Klarifikasi Catatan Sejarah Borobudur, True Back History Borobudur, Ramayana adalah Nusantara, Mahabarata adalah Nusantara, Lemuria Adlantis Nusantara, Lemuria Adalah Nusantara, Adlantis adalah Nusantara,  Bali Bukan India, WE ARE ARYA (Kumpulan artikel), Srivijaya (Ungkap kadatuan Srivijaya/bukan kerajaan).

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT