BerandaLiterasiWe Are Arya

We Are Arya

Oleh: Santo Saba Piliang *)

PALONTARAQ.ID – WE ARE ARYĀ, Nâmô åryåtårå…… Atas nama bangsa Aryå…..

“Nusanta Ra” bukan hanya sebuah tempat, tapi sebuah “Bangsa”, Ke”Jaya” annya bukan hanya “Pernah”, tapi akan “Kembali lagi”……

Cermati ini: Kronologis penamaan tanah tercinta subur makmur yang sekarang bernama Indonesia adalah: Purwanatha, Purwaghama, PurwanagaRa, Sundha, Āthalant, PurbanagaRa, NuswantaRa, dan NusantaRa.

“Ra” adalah konsep ke Tuhanan Nusantara di masa lalu “Ra” sebutan sebagai “Matahari” adalah lambangnya, Kata “Ra” disini merupakan identitas bangsa, Personifikasi lambang symbol satu “Tuhan” yang di puja, bukan memuja atau menyembah “Matahari”

“Ra” sebagai “Aditya” …Textual kata “Ra Ditya” atau “Mata” sosok dewa “Hari” menjadi “Matahari”, Konsep Ra “Matahari” atau “Maha Cahaya” atau Maha Kuasa Tuhan yang Maha Esa, Bukan fisik materi matahari itu sendiri

Nusantara di masa maju dahulu disebut sebagai “Suryamaril” bangsa Matahari atau “Syampural” Negeri Matahari, atau bangsa yang selalu membawa cahaya kehidupan

Fahami, kita bukan bangsa penyembah matahari, tapi bangsa berpalsafah pada konsep “Monotheisme” dan fisik matahari sebagai perlambang nya yang hanya “Satu” Tuhan, Hyang Widhi Tunggal

“Hyang” adalah sebutan “Tuhan”, Menyembah nya terekam dalam kata “Sembah-Hyang” juga terekam pada kalimat Pa-Ra-“Hyang”-an terbaca singkat “Priangan”

Konsep tentang “Ra” ini mewarnai peradaban Mesir kuno, Disana “Ra” Re atau Amun-Ra merupakan sosok dewa matahari yang dianggap sebagai dewa tertinggi, yang dibawa leluhur kita kesana bernama Datuok Amun tunggo” atau “Tuk Amun” kini nama itu terpublikasi “Tuthankhamun” di masa Nusantara di sebut tanah “Para Dewa” dengan sebutan tanah “Punt”

Konsep tentang “Ra” ini bersumber dan berawal dari bangsa Nusantara inilah konsep leluhur kita yang menyebar di 3/4 muka bumi mewarnai india juga tanah arab, dengan symbol variannya Suastika, yang di salah gunakan oleh Hitler

Konsep asli ajaran leluhur Nusantara, bukan dari india, Kata “Hindu” ditambah “isme” yang baru ada di india itu di era kolonialis inggris 1830, tapi ajaran leluhur kitalah “Dharma” sudah ada 3000 SM disana, menulis “Veda” di india 1500 SM

…ajaran leluhur kita bernama “Dharma” yang dibawa leluhur bangsa nusantara sampai ketanah india mendasari lahirnya 3 ajaran di sana….Buddhism”, “Jainsm”, “Hinduism”

Tekstual kata “Dharma” ada di relief dasar Bore-Budur yang ditutup dengan teks kata, “Kusaladharmabajana” dan “Vinayadharmacitakya” ini berarti “Bore-budur”bukan berdasar pada salah satu ajaran yang terlahir di india, tapi mendasari lahirnya 3 ajaran baru berbasis “Dharma” di india

Di India, istilah ‘Hindu’ itu sebagai antonim terhadap keyakinan lain….kemudian kata ‘Hindu’ dengan tambahan akhiran ‘-isme’ ditambahkan sekitar tahun 1830-an untuk merujuk pada kebudayaan dan “Agama”, istilah tersebut diterima oleh orang India sendiri dalam hal membangun jati diri bangsa untuk menentang kolonialisme

Di Indonesia kata “Hindu” sebagai “isme” formil ada sejak 1953..Sebagai alternative persyaratan formal masuk dalam 5 “Agama” resmi negara yang di akui

Di india dalam sejarah nya “Hindu” sebagai tempat berhimpunnya aneka tradisi yang koheren dan independen, didukung oleh “Sanskritisasi” abad ke-19 di bawah dominansi kolonialisme Barat serta Indologi, mulai saat ini istilah “Hinduisme” dipakai secara luas….Hindu di india bersifat “Polytheis”

Pangkal dari “Hinduisme” india adalah “Brahmanisme” ajaran Weda Kuno atau berbasis “Vedic” yang di bawa kaum Saka/Schitya/Cakya/Çaka/Aryān ..artinya pemahaman ini di bawa oleh pendatang…bangsa asli India bernama “Dravida”

Bangsa Arya/Cakya/Saka/Schitya adalah leluhur kita yang membawa perubahan yang sangat besar dalam tata kehidupan masyarakat India sejak 3.102 SM sampai 1.300 SM, yang kemudian menulis “Veda” di sana, berkonsep dasar “Dharma”

Sumbangan terbesar kaum “Saka” bagi peradaban terutama di india adalah pengenalan konsep “Dharma”, inilah konsep ajaran leluhur Nusantara yang tumbuh di dataran india menjadi “Buddhism”, “Jainsm” kemudian “Hinduism”

Dharma disajikan sebagai konsep sentral yang digunakan untuk menjelaskan “Kebenaran yang lebih tinggi” atau realitas tertinggi dari alam semesta, “Dharmic” inilah yang ada pada 3 Agama di india bersumber dari Nusantara

Kaum Saka, terekam di relief Nomor 43 dasar dengan teks literasi Kata “Maheçakya” berarti “Çakya” adalah Çaka/Saka, inilah leluhur kita, di Nusantara tersebar ratusan prasasti berangka tahun Çaka/Saka

Dan prasasti berangka tahun “Saka” ini tidak di mulai tahun 78 Masehi, Konversi tahun Saka ini yang menyebabkan sejarah kita hilang sebelum tahun itu

Simak tentang penanggalan bangsa nusantara terdahulu, Bahwa penanggalan leluhur kita terdahulu bukan dari india, dan penanggalan itu diantaranya: Käpã, Yųgã, Çãkă, Sãkă.

Sekali lagi, penanggalan tahun saka di prasasti tidak dimulai di tahun 78 Masehi, Ketahuilah tahun itu adalah saat leluhur kita menaklukan raja Salivahana di india selatan, di tahun itulah mereka memulai perhitungan penanggalanya

Salah kaprahnya tahun 78 Masehi di gunakan sebagai awal tahun untuk menghitung tahun di prasasti di tanah sumber bangsa saka berasal yaitu nusantar

Awal perhitungan tahun saka adalah 6123 Sebelum Masehi, Simak kajiannya di bawah ini :

Penanggalan Sãkă berdasar kitab Paramayoga, Centhini, Pranitiradya, Pustaka Wedha Sasangka siklusnya 8.400 tahun surya, yang terbagi siklus kecil masing² 2.100 tahun surya, mirip 4 macam windu yaitu : adi, kunthara, sangara, dan sancaya

Zaman Kali I, II, III, IV masing² 2.100 tahun surya, era Sãkă Arya dari 6123 SM hingga 2277 M bisa dibulatkan 2299 M

Zaman Kali I, II, III, IV :
• Kala Bendu 1878-1977 M, di dalamnya ada perang besar PD I, II, Perang Dingin, dll.

• Kala Suba 1978-2077 M, Penemuan besar-besaran tentang candi, arca, dan artefak yg terpendam

• Kala Sumbaga 2078-2177 M
Kala Surasa (Surata) 2177-2277 M.

Penanggalan Sãkă Arya dimulai dari 6123 SM hingga 2299 M, jadi awal tahun Sãkă, atau 1Saka Arya adalah = 6123 SM

Penanggalan Sãkă Tirtă di mulai pada 12 Juli 2278 M nanti, tahun baru Sãkă Tirtă yaitu tgl 1 bulan 1 tahun 1 Saka Tirta, Aquarian, berbasis surya

Fahami sekali lagi, Sejatinya tahun 78 Masehi, adalah saat kaum Sãkă, leluhur kita menaklukan raja “Salivahana” di india selatan, bukan untuk menghitung awal tahun “Saka” di prasasti, yang menjadi hilangnya sejarah kita sebelum tahun 78 Masehi

Bahwa sejatinya “Nusanta Ra”, bukan hanya sebuah tempat, tapi sebuah “Bangsa” Ke “Jaya”annya bukan hanya “Pernah”, tapi akan “Kembali lagi”……

Dalam ke ilmuan “Biologi” setelah beberapa varietas tumbuhan di silangkan beberapa kali…akan ada satu varietas..turunan nya akan kembali “sama” seperti awal asli nya

Keturanan dari sumber leluhur yang baik dan unggul..menurunkan juga keturunan yang baik unggul……dan itu adalah kita

“Nusanta Ra” bukan hanya sebuah tempat, tapi sebuah “Bangsa”, Ke”Jaya” annya bukan hanya “Pernah”, tapi akan “Kembali lagi”…… (*)

 

(* Santo Saba Piliang, INDONËSIARYĀ – True Back History of Indonesia, Exploration & Research.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT