Oleh: Santo Saba Piliang
Related Post: Dimana Srivijaya (Sriwijaya)?
PALONTARAQ.ID – Sejatinya kitalah yang mewarnai India. Leluhur kita adalah bangsa besar dan kitalah keturunannya yang akan mengembalikan kejayaan itu, karena suatu bangsa akan menjadi besar jika pendahulunya telah mengalaminya…
Artikel ini adalah kajian akademis dalam upaya mengembalikan sejarah benar nusantara tidak sedang menyebarkan faham suatu ajaran atau menistakannya, guna meng inspirasi anak bangsa
Mari kita simak: Dalam teks pasca-Veda, Mahabharata Udyoga Parva (108) : “Timur” digambarkan sebagai tanah air asal budaya “Veda”, di mana “Pencipta” alam semesta pertama kali menyanyikan “Veda”…..
Dimana yang di maksud “Timur”…?
Teks Mahabharata Udyoga Parva (108) tertulis :
Garuda berkata, “O..Galava, saya telah diperintahkan oleh Tuhan, yang merupakan penyebab dari semua pengetahuan
Saya bertanya kepadamu, ke arah mana saya pertama kali akan membawa Anda untuk melihat apa yg terbaring di sana..?
Timur, Selatan, Barat atau bagian Utara, ke arah mana, terbaik dari orang-orang yang beregenerasi, haruskah aku pergi,O….Galava..?
Rumpun itu menuju dimana Surya menerangi alam semesta pertama kali terbit, di mana pada malam itu para “Sadhyas” terlibat dalam pertapaan mereka, di mana kecerdasan itu, yang meliputi seluruh alam semesta pertama
Di mana dua mata “Dharma”, serta dirinya sendiri, ditempatkan, di mana kelahiran yang diklarifikasi pertama kali dituangkan dalam kurban kemudian mengalir di sekitar nya, bahwa seperempat
O…..yang terbaik dari semua orang regenerasi, adalah gerbang Hari dan Waktu
Di sana para putri “Daksha”, pada zaman terdahulu, melahirkan anak-anak mereka…
Di sana putra-putra “Kasyapa” pertama kali dilipat gandakan…
Seperempat itu adalah sumber dari semua kemakmuran para “Dewa”, karena di sanalah “Sakra” pertama-tama diurapi sebagai Raja
Di sanalah, O…regenerasi Rishi, bahwa Indra dan Dewa-dewa menjalani “Pertapaan” pertapa mereka
Untuk ini, O..Brahmana, bahwa bagian ini disebut “Purva” yang pertama ..
Dan karena pada masa-masa awal ini telah disebar luaskan oleh “Sura”, untuk inilah disebut “Purva”
Para Dewa, menginginkan kemakmuran, melakukan semua upacara keagamaan mereka di sini…
Di sinilah Sang Pencipta alam semesta pertama kali menyanyikan “Veda”
Di sinilah “Gayatri” pertama kali dikhotbahkan oleh Surya kepada para pengulang dari nyanyian suci itu…
Di sini, O…terbaik dari Brahmana, bahwa “Yajurveda” dikirim oleh Surya kepada “Yajnawalkya”..
Di sinilah intisari “Soma”, yang disucikan oleh anugerah, diminum pertama kali dengan pengorbanan oleh “Suras”…
Di sinilah api “Homa”, dipuaskan oleh mantra, pertama-tama diminum kan dari asal serumpun
Di sinilah “Varuna” pertama kali diperbaiki ke daerah bawah dan mencapai semua kemakmurannya…
Di sinilah, O..banteng di antara yang lahir dua kali, bahwa kelahiran, pertumbuhan dan kematian dari “Vasistha Kuno”terjadi…
Di sini pertama-tama tumbuh ratusan cabang berbeda..
Ohm…..
Di sinilah “Munis” pemakan asap adalah asap dari api korban…
Di wilayah itu, segerombolan babi hutan dan hewan lainnya dibunuh oleh “Sakra” dan dipersembahkan sebagai korban bagi para dewa
Di sinilah matahari yang dirambing seribu, timbul, habis, habis terbakar, semua yang jahat dan tidak tahu berterima kasih di antara manusia dan “Asura”, Ini adalah gerbang dari tiga dunia..
Ini adalah jalan surga dan kebahagiaan
Perempat ini disebut “Purva” atau “Timur”
Kami akan pergi ke sana, jika itu menyenangkan Anda…
Saya akan selalu melakukan apa yang menyenangkan bagi dia yang adalah teman saya…
Katakan padaku, O..Galava, jika ada seperempat lainnya yang menyenangkanmu, karena kita akan pergi ke sana, Dengarkan sekarang apa yang saya katakan….
Perhatikan dan cermati :
Dari teks kalimat di atas Mahabharata Udyoga Parva :108 dapat di tafsirkan bahkan di simpulkan bahwa “Timur” ini awal mula “Ajaran” sebelum di bukukan menjadi kitab bernama “Veda”
Di India sebelum abad 9 M, lahir satu “Ajaran” baru untuk membedakan bukan dua agama yang lahir abad 5 SM Buddhism & Jainsm juga bukan Islam dengan berbasis pada “Veda”, “Hindu” secara formil ada “Hindu + isme” baru ada di thn 1830 era kolonialisme inggris di india
Hinduisme : Adalah peleburan atau sintesis dari berbagai tradisi dan kebudayaan di India, sintesis ini muncul sekitar 500–200 SM di india, dengan pangkal yang beragam dan tanpa tokoh pendiri tumbuh berdampingan dengan Buddhism dari India Utara Sintesis Hindu ini tersebar ke selatan
Hindu menjadi istilah padanan bagi ‘orang India’ yang bukan Muslim, bukan Sikh, bukan Jaina, bukan Kristen, bukan Buddha, mencakup berbagai penganut dan pelaksana kepercayaan tradisional yang berbeda-beda
Artinya :
Istilah ‘Hindu’ itu sebagai antonim terhadap keyakinan lain kemudian kata ,’Hindu’ dengan tambahan akhiran ‘isme’ ditambahkan sekitar tahun 1830 untuk merujuk pada kebudayaan dan “Agama” istilah tersebut diterima oleh orang India sendiri dalam hal membangun jati diri bangsa untuk menentang kolonialisme
“Hindu” sebagai tempat berhimpunnya aneka tradisi yang koheren dan independen, didukung oleh “Sanskritisasi” abad ke-19 di bawah dominansi kolonialisme Barat serta Indologi, mulai saat ini istilah “Hinduisme” dipakai secara luas
Pangkal dari “Hinduisme” adalah “Brahmanisme”, ajaran “Brahmanic” Weda Kuno atau berbasis “Vedic” yang di bawa kaum Saka/Cakya/Çaka/Aryān leluhur bangsa Nusantara
Artinya, Pemahaman ini di bawa oleh bangsa pendatang Aryān leluhur bangsa Nusantara
dan bangsa asli India sendiri bernama Dravida
Dan jika awal di bukukan “Veda” ini di india, maka tertulis arah lokasi yang di tunjuk sebagai “Timur” …Di sinilah Sang Pencipta alam semesta pertama kali menyanyikan “Veda”…..di Timur dari india
Literasi kata “Timur”, pada kutipan teks kalimat di atas yang di maksud adalah, Asia Tenggara ….Nusantara Indonesia terdahulu, Di sinilah ajaran “Dharmic Original” berawal, berasal dan di pelajari jauh sebelum adanya ajaran yang terlahir di India
Leluhur bangsa Indonesia terdahulu para “Brahman” disebut oleh sejarawan eropa tulis sebagai “Brahmanism” sebelum dan sesudah “Veda” di tuliskan di india, mereka adalah kaum Saka para Aryan membawa ajaran nya “Dharma” ke luar Nusantara mendasari lahirnya Buddhism, Hinduism dan Jainsm sebelum nama nama yang tercatat di bawah ini , Pembawa “Dharma” yaitu :
Dharmadasa 700-620 SM
Dharmapala 670-580 SM
Sañjaya Belaṭṭhaputta 6 SM
Sariputra 568-484 SM
Svarnadvipa Dharmakirti 610 SM – 520 SM ( ada 2 nama pada masa berbeda)
Kumarila Bhatta I 618-540 SM
Adi Sankara 569-537 SM
Ajaran Brahmana “Dharmic” yang di bawa kaum “Arya/Cakya/Saka” adalah leluhur kita dan di kemudian hari menjadikan munculnya penafsiran terhadap kitab suci Catur Veda di india yang melahirkan, Aranyaka dan upanizad
“Veda” dipelajari dan ditafsirkan dengan bebas, Kebebasan ini menyebabkan timbulnya beberapa ajaran dan aliran yang berbeda-beda antara lain :
Pada tahun 563–483 SM, Lahir Sidharta Gautama tokoh pencetus ajaran “Buddhism”
Pada tahun 549–477 SM, Lahir Mahavira tokoh pencetus “Jainsm”
Pada abad 9 M, Era Inggris di india lahir agama yang tidak berasal dari seorang pendiri atau satu titik waktu sebagaimana agama lain untuk membedakan tidak keduanya terdahulu juga tidak Islam
Jadi di Nusantara jauh sebelum zaman Veda telah ada ajaran yang di anut yaitu “Dharma”….ajaran asli Nusantara kaum Saka nenek moyang kita, disinilah sumber dasar utama ajaran “Dharmic Original”…..
Ajaran asli Nusantara “Dharma/Dhamma/Dhamo” tergambar di situs Vhwănā Çhaķâ Phalā / Borobudur dengan teks kata, “Kusaladharmabajana” dan “Vinayadharmacitakya” ini berarti “Borobudur”…berdasar ajaran asli Nusantara bukan berdasar pada ajaran yang terlahir di india
“Dharma” dimasa lalu disebut ajaran “Siwa Budha”, dan Siwa Budha ini juga bukan sintesis Agama Hindu dan Agama Buddha india, Kemudian disebut “Agama Tirta” lalu menjadi Hindu/”Hindu Dharma”, nama ini baru ada di Nusantara ditahun 1950…
Kitab Veda pada ajaran “Hindu” india di kelompokan pada 4 bagian oleh indolog, yaitu : Reg Veda,Yazur Veda, Atarva Veda, Sama Veda
Pengertian “Veda” atau “Weda” Nusantara khususnya di Bali berarti teks atau “Tulisan Suci” banyak dan ini bukan pengertian pada “Veda” yang ada di india baik fisik maupun kalimat kalimat di dalamnya
Banyak sekali “Weda” atau tulisan suci ini misalnya untuk Banten pakai Kusuma Dewa, Pelutuk dll, Untuk mantram-mantram Weda Parikrama, Untuk ajaran kehidupan Sarasamuscaya, Buana Kosa, Tattwa Jnana, Budha Ksepa dll
Bali memakai Veda dalam tulisan rontal, seperti penjelasan di atas, bahasanya banyak yang bercampur dengan bahasa Jawa kuno
Fakta nyata jejak ajaran asli nusantara ada di Bali dan situs situs nusantara keduanya tidak pada ajaran yang terlahir di india, tapi ajaran yang tergambar di situs situs dan Bali adalah “Dharma” cikal bakal yang mendasari lahir nya 3 ajaran di India…
Jadi, sejatinya kitalah yang mewarnai india. (*)
INDONËSIARYĀ
True Back History of Indonesia
Exploration & Research
By: Santosaba (Revicionist History )



[…] Related Post: Disinilah Awal Veda […]