Beranda Sejarah Mengenal Perjanjian Tordesillas dan Dampaknya bagi Nusantara

Mengenal Perjanjian Tordesillas dan Dampaknya bagi Nusantara

Perjanjian Tordesillas. (foto: ist/palontaraq)
Perjanjian Tordesillas. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

Tulisan sebelumnya: Materi Pembelajaran SKI Kelas 12 SMA Kurikulum 2013

PALONTARAQ.ID – Perjanjian Tordesillas adalah perjanjian yang dibuat antara Portugis dan Spanyol untuk menengahi konflik antara kedua negara (kerajaan) dalam klaim tanah yang baru ditemukan, ditandatangani di Tordesillas pada tanggal 7 Juni 1494.

Dalam Bahasa Portugis, Perjanjian Tordesillas disebut “Tratado de Tordesilhas”, sedang Bahasa Spanyol disebut “Tratado de Tordesillas”. “Tratado” ini benar-benar diperhatikan keduanya, meskipun ketika itu belum banyak terungkap mengenai geografi dunia baru.

Perjanjian Tordesillas ini mengabaikan Kekuatan negara lain di Eropa yang umumnya tidak mempedulikan isi perjanjian itu, terutama yang menjadi Protestan setelah Reformasi Protestan.

Sebelumnya pada Tahun 1943, Paus Alexander VI telah membuat garis demarkasi untuk memisahkan daerah kekuasaan Portugis dan Spanyol.

Melalui “Tratado de Tordesilhas” tersebut, terjadi pembagian kekuasan Portugis dan Spanyol untuk menghindari munculnya perang antara keduanya. Sebelum perjanjian itu juga terdapat kejadian-kejadian yang melatarbelakanginya, salah satunya penemuan Benua Amerika oleh Columbus.

Kemunculan “Tratado de Tordesilhas”  ini diawali dengan ditemukannya Benua Amerika oleh Christoper Columbus pada Tahun 1492.

Sebagaimana diketahui, Columbus adalah seorang penjelajah yang lahir di Portugis. Namun, pada Tahun 1485 setelah kematian istrinya, ia pindah ke Spanyol bersama anaknya, Diego.

Alasan kepindahan Columbus disebabkan Raja Portugis tidak memberinya dukungan untuk melakukan pelayaran menuju ke sisi barat Portugal. Setelah pindah ke Spanyol, ia justru mendapat dukungan dari Raja Spanyol, Ferdinand II dan Isabella.

Tak hanya itu, Raja Spanyol juga memberikan persetujuan untuk menjadikan Columbus sebagai gubernur di tanah yang ditemukannya. Sebagai balasannya,  Columbus berjanji akan menyebarkan Agama Kristen, membawa pulang rempah-rempah, emas, dan perak.

Akhirnya, pada Tahun 1942,  Columbus memulai penjelajahannya menuju ke arah barat Cina. Dalam pelayarannya itu, ia menemukan sebuah benua besar yang memisahkan Samudra Atlantik dan Samudera Pasifik, yang tak lain adalah Benua Amerika.

Pada saat itu, dikenalkanlah Benua Amerika sebagai “New World” atau “Dunia Baru”.  Saat Christopher Columbus kembali ke Spanyol pada Tahun 1943, ia kemudian pergi menemui Paus Alexander VI yang juga berperan sebagai penengah dalam segala hal di Eropa.

Setelah mendengar kisah penjelajahan Columbus, Paus Alexander VI memahami kebutuhan untuk membagi tanah (Benua Amerika) yang baru ditemukan itu untuk untuk mencegah kebingungan antara pihak Portugis dan Spanyol.

Paus Alexander VI kemudian mengeluarkan Keputusan Kepausan yang dikenal dengan istilah “Papal Bull”, yang intinya adalah pembagian wilayah kekuasaan antara Portugis dan Spanyol.  Caranya dengan membuat garis khayal yang membentang dari utara sampai selatan.

Garis demarkasi itu terletak sejauh 100 liga (3oo mil atau 483 km) dari sebelah barat Kepulauan Cape Verde. Jadi, tanah yang ditemukan di sebelah barat garis demarkasi menjadi hak Spanyol dan di sebelah timur menjadi hak Portugis.

Raja Potugis merasa tidak puas dengan keputusan Paus Alexander VI tersebut dan akhirnya mengajak Raja Ferdinand II dan Ratu Isabella berunding mengenai pembagian wilayah Benua Amerika tersebut. Portugis meminta agar garis demarkasi itu di geser sedikit.

Negosiasi antara Portugis dan Spanyol inilah yang kemudian hari dikenal dengan Perjanjian Tordesillas, karena dilaksanakan di Tordesillas, Spanyol.  Perundingan terjadi pada tanggal 7 Juni 1494 dan dicapai kesepakatan bahwa garis demarkasi yang ditetapkan Paus Alexander VI digeser sejauh 1.110 mil ke arah barat.

Hal itu menjadikan Portugis mendapat hak atas tanah pada sebagian wilayah di Amerika Selatan. Wilayah tersebut terdiri dari Brazil dan seluruh wilayah di Samudera Hindia.

Dari perjanjian itu, Spanyol akhirnya melakukan pelayaran ke arah barat dari kepulauan Cape Verde. Wilayah pelayaran itu mencakup daerah Benua Amerika. Hingaa akhirnya Spanyol mampu belayar hingga mencapai Negara Filipina pada Tahun 1521, sedang Portugis berlayar ke arah timur untuk mencari Rempah-rempah. Hingga akhirnya Portugis sampai ke Maluku pada tahun yang sama.

Perjanjian Tordesillas dan Masuknya Masuknya Portugis dan Spanyol di Nusantara

Dampak dari Perjanjian Tordesillas bagi Nusantara adalah masuknya Portugis ke Maluku dengan tujuan menguasai Rempah-rempah di daerah tersebut.

Portugis berhasil sampai di Ternate, Maluku Utara pada Tahun 1521. Sedangkan, Spanyol pada saat yang sama sudah berhasil menguasai Tidore. Pada akhirnya terjadi perseteruan dan persaingan diantara keduanya.

Secara geografis kerajaan Ternate terletak disebelah selatan kerajaan Tidore. Letak pulau Maluku berada di antara Sulawesi dan Papua. Sehingga menjadikan wilayah itu sebagai lokasi yang strategis dan penting dalam dunia perdagangan.

Pada saat itu Pulau Maluku merupakan penghasil rempah-rempah terbesar,  julukannya adalah “The Spicy Island”. Komoditas utama perdagangan pada waktu itu adalah Rempah-rempah, sehingga banyak pedagang dari berbagai negara datang dengan tujuan menguasai rempah-rempah di sana.

Sebelum kedatangan Potugis dan Spanyol di Maluku, telah berdiri 4 kerajaan Islam. Kerajaan tersebut adalah Jailolo, Ternate, Tidore, dan Bacan. Setiap kerajaan dipimpin oleh seorang kolano, yang semuanya bersal dari satu garis keturunan, yaitu Ja’far Sadiq. Dia adalah orang berkebangsaan Arab dan merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Hingga akhirnya, pada bulan Desember 1511 perwakilan negara Portugis yang berkedudukan di Malaka mengirimkan 3 kapal ekspedisi pertama menuju ke Maluku.

Kemudian diikuti oleh Antonio de Abreu dan Fransesco Serrao yang tiba di Ternate pada Tahun 1512. Sedangkan  Spanyol tiba di Tidore pada tahun 1521 menggunakan kapal Victoria dan Trinidad.

Sejak saat itu mulailah terjadi konflik dan berujung peperangan antara Portugis dan Spanyol. Akhirnya, pada tahun 1522 Portugis yang dipimpin oleh Antonio de Brito berhasil mengusir Spanyol dari Tidore. Sejak saat itu akhirnya Portugis mulia memonopoli perdagangan rempah-rempah di pulau Maluku.

Berdasarkan kejadian itu akhirnya dibuatlah Perjanjian Zaragoza yang disepakati pada Tahun 1529 yang membagi wilayah penjelajahan Portugis dan Spanyol, yaitu Maluku dan tanah lain di bagian Barat Samudra Pasifik yang dimiliki oleh Spanyol diserahkan ke tangan Potugis. Spanyol mau melepas klaim atas Maluku dan memberikannya kepada Portugis dengan ganti sebanyak 350.000 dukat emas.

Dampak dari pendudukan Potugis di Maluku, masih dapat dirasakan hingga saat ini. Hal ini dapat dilihat dari kebudayaan di Maluku yang terpengaruh oleh Kebudayaan Portugis.

Terdapat beberapa kebudayaan yang ditinggalkan oleh Portugis selama berada di Maluku. Seperti balada-balada keroncong romantis yang dinyanyikan dengan iringan gitar yang berasal dari kebudayaan Portugis.

Terdapat juga beberapa kosa kata Bahasa Indonesia j yang berasal dari bahasa Portugis. Contohnya adalah pesta, sabun, bendera, meja, Minggu, dan alin sebaginya.

Demikian sekilas tentang Perjanjian Tordesillas dan dampaknya terhadap Kepulauan Nusantara di masa awal kolonialisme Eropah.

 

Tentang Penulis: 

Muhammad Farid Wajdi, Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep/Penulis dan Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT

Sudah Saatnya dibentuk Kementerian Penangkapan Aktivis

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Salah satu fokus utama Amerika Serikat (AS) setelah kemerdekaannya (4 Juli 1776) adalah pembangunan kekuatan militer. Ini dibuktikan ketika presiden pertama...

Omnibus Law Itu Strategi Jokowi untuk Menyingkirkan Oligarki Cukong

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Bergegas saya ke laptop. Khawatir inspirasi hilang. Inspirasi itu datang ketika sedang olahraga kecil di belakang rumah. Senam rutin itu...

Pesan Dakwah: Manisnya Madu

  Lihat pula: Khasiat Madu saat Dicampur Kayu Manis Oleh: Prof. dr. Veni Hadju, Ph.D PALONTARAQ.ID - Penjualan madu di Indonesia meningkat selama Pandemi Covid-19. Walaupun meningkat,...

Di IMMIM Pangkep, Upacara Hari Santri Nasional digelar dengan Protokol Kesehatan

  Laporan: Dra Nurhudayah PALONTARAQ.ID - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Putri IMMIM Pangkep yang sejak 9 dan 11 Agustus lalu telah memasukkan santriwati baru ke sekolah dan...