PALONTARAQ.ID – Berikut ini Qs. Al-furqan Ayat 31-40 sebagai bahan muraja’ah secara online bagi ikhwah sekalian yang tidak sempat membawa mushaf al-Qur’an, khususnya bagi ikhwah sekalian saat musafir (dalam perjalanan).
Muraja’ah Djuz 19: Qs. Al-Furqan: 31-40
وَكَذٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا مِّنَ الۡمُجۡرِمِيۡنَؕ وَكَفٰى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَّنَصِيۡرًا
Wa kazaalika ja’alnaa likulli Nabiyyin ‘aduwwam minal mujrimiin; wa kafaa bi Rabbika haadiyanw wa nasiiraa
Artinya:
Begitulah, bagi setiap nabi, telah Kami adakan musuh dari orang-orang yang berdosa. Tetapi cukuplah Tuhanmu menjadi pemberi petunjuk dan penolong. (Qs. Al-Furqan: 31)
وَقَالَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ الۡـقُرۡاٰنُ جُمۡلَةً وَّاحِدَةً ۛۚ كَذٰلِكَ ۛۚ لِنُثَبِّتَ بِهٖ فُـؤَادَكَ وَرَتَّلۡنٰهُ تَرۡتِيۡلًا
Wa qoolal laziina kafaruu law laa nuzzila ‘alaihil Quraanu jumlatanw waahidah; kazaalika linusabbita bihii fu’aadaka wa rattalnaahu tartiilaa
Artinya:
Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan dan benar). (Qs. Al-Furqan: 32)
وَلَا يَاۡتُوۡنَكَ بِمَثَلٍ اِلَّا جِئۡنٰكَ بِالۡحَـقِّ وَاَحۡسَنَ تَفۡسِيۡرًا
Wa laa yaatuunaka bimasainn illaa ji’naaka bilhaqqi wa ahsana tafsiiraa
Artinya:
Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh, melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik. (Qs. Al-Furqan: 33)
اَلَّذِيۡنَ يُحۡشَرُوۡنَ عَلٰى وُجُوۡهِهِمۡ اِلٰى جَهَـنَّمَۙ اُولٰٓٮِٕكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَّاَضَلُّ سَبِيۡلًا
Allaziina yuhsharuuna ‘alaa wujuuhim ilaa jahannama ulaaa’ika sharrum makaananw wa adallu sabiilaa.
Artinya:
Orang-orang yang dikumpulkan ke neraka Jahanam dengan diseret wajahnya, mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannya. (Qs. Al-Furqan: 34)
وَلَقَدۡ اٰتَيۡنَا مُوۡسَى الۡكِتٰبَ وَجَعَلۡنَا مَعَهٗۤ اَخَاهُ هٰرُوۡنَ وَزِيۡرًا
Wa laqad aatainaa Muusal Kitaaba wa ja’alnaa ma’ahuuu akhaahu Haaruuna waziiraa
Artinya:
Dan sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu). (Qs. Al-Furqan: 35)
فَقُلۡنَا اذۡهَبَاۤ اِلَى الۡقَوۡمِ الَّذِيۡنَ كَذَّبُوۡا بِاٰيٰتِنَاؕ فَدَمَّرۡنٰهُمۡ تَدۡمِيۡرًاؕ
Faqulnaz habaaa ilal qawmil laziina kazzabuu bi Aayaatinaa fadammarnaahum tadmiiraa
Artinya:
Kemudian Kami berfirman (kepada keduanya), “Pergilah kamu berdua kepada kaum yang mendustakan ayat-ayat Kami.” Lalu Kami hancurkan mereka dengan sehancur-hancurnya. (Qs. Al-Furqan: 36)
وَقَوۡمَ نُوۡحٍ لَّمَّا كَذَّبُوا الرُّسُلَ اَغۡرَقۡنٰهُمۡ وَجَعَلۡنٰهُمۡ لِلنَّاسِ اٰيَةً ؕ وَاَعۡتَدۡنَا لِلظّٰلِمِيۡنَ عَذَابًا اَ لِيۡمًا
Wa qawma Nuuhil lammaa kazzabur Rusula aghraqnaahum wa ja’alnaahum linnaasi Aayatanw wa a’tadnaa lizzaalimiina ‘azaaban aliimaa
Artinya:
Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh ketika mereka mendustakan para rasul. Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah sediakan bagi orang-orang zhalim azab yang pedih. (Qs. Al-Furqan: 37)
وَّعَادًا وَّثَمُوۡدَا۟ وَ اَصۡحٰبَ الرَّسِّ وَقُرُوۡنًۢا بَيۡنَ ذٰ لِكَ كَثِيۡرًا
Wa ‘Aadanw Samuuda wa As haabar Rassi wa quruunam baina zaalika kasiiraa
Artinya:
Dan (telah Kami binasakan) kaum ‘Ad dan Tsamud dan penduduk Rass serta banyak (lagi) generasi di antara (kaum-kaum) itu. (Qs. Al-Furqan: 38)
وَكُلًّا ضَرَبۡنَا لَهُ الۡاَمۡثَالَ ۖ وَكُلًّا تَبَّـرۡنَا تَـتۡبِيۡرًا
Wa kullandarabnaa lahul amsaala wa kullan tabbarnaa tatbiira
Artinya:
Dan masing-masing telah Kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah Kami hancurkan sehancur-hancurnya. (Qs. Al-Furqan: 39)
وَلَقَدۡ اَتَوۡا عَلَى الۡقَرۡيَةِ الَّتِىۡۤ اُمۡطِرَتۡ مَطَرَ السَّوۡءِ ؕ اَفَلَمۡ يَكُوۡنُوۡا يَرَوۡنَهَا ۚ بَلۡ كَانُوۡا لَا يَرۡجُوۡنَ نُشُوۡرًا
Wa laqad ataw ‘alal qaryatil latiii umtirat mataras saw’; afalam yakuunuu yarawnahaa; bal kaanuu laa yarjuuna nushuuraa
Artinya:
Dan sungguh, mereka (kaum musyrik Mekah) telah melalui negeri (Sodom) yang (dulu) dijatuhi hujan yang buruk (hujan batu). Tidakkah mereka menyaksikannya? Bahkan mereka itu sebenarnya tidak mengharapkan hari kebangkitan. (Qs. Al-Furqan: 40)
(***)


