BerandaAkademiaMengenal Psikologi Islam

Mengenal Psikologi Islam

Oleh: Muhammad Farid Wajdi *)

PALONTARAQ.ID – Psikologi, sebagaimana umumnya diketahui adalah studi ilmiah yang membahas tentang bagaimana pola pikir manusia bekerja sehingga dapat mempengaruhi karakter serta perilaku seseorang. Demikian menurut Cambridge Dictionary.

Orang yang bekerja dalam penerapan Psikologi, disebut Psikolog, yaitu seseorang yang memiliki keahlian dapat membantu seseorang yang memiliki gangguan psikologisnya dengan psikoterapi atau konseling. Psikolog juga dapat melakukan berbagai penelitian atau studi untuk memberikan pendapat kepada otoritas kesehatan serta institusi lainnya yang berkaitan dengan strategi sosial.

Fokus dari ilmu psikologi adalah untuk mengobati gangguan kesehatan mental dan mengubah perilaku serta karakter dari manusia untuk menjadi lebih baik. Jika demikian, lantas bagaimana dengan yang disebut Psikologi Islam atau Psikologi Islami?

Konsep psikologi dalam perspektif Islam adalah sebuah kajian yang menarik dan relevan, yang menggabungkan pemahaman tentang jiwa manusia dari sudut pandang agama dengan ilmu psikologi modern.

Secara sederhana, psikologi Islam adalah studi tentang jiwa manusia berdasarkan ajaran Islam. Islam memberikan pandangan yang komprehensif tentang manusia, mulai dari penciptaan, tujuan hidup, hingga akhirat. Pandangan ini kemudian dikaitkan dengan fenomena psikologis yang dialami manusia, seperti emosi, motivasi, perilaku, dan perkembangan kepribadian.

Apa yang membedakan Psikologi Islam dari Psikologi Barat? Pertama, menyangkut Fokus. Psikologi Barat cenderung lebih fokus pada aspek empiris dan ilmiah, sementara psikologi Islam juga memperhatikan aspek spiritual dan nilai-nilai moral. Kedua, menyangkut tujuan. Psikologi Islam tidak hanya bertujuan untuk memahami perilaku manusia, tetapi juga untuk memperbaiki diri dan mencapai kebahagiaan sejati dalam kehidupan, dan ketiga, menyangkut Metode. Dalam psikologi Islam tidak hanya terbatas pada eksperimen dan observasi, tetapi juga melibatkan kajian terhadap teks-teks agama seperti Al-Quran dan hadits.

Konsep-konsep Utama dalam Kajian Psikologi Islam adalah Jiwa, Fitanah, Qalbu, dan Ruh. Pertama, Soal Jiwa. Konsep jiwa dalam Islam memiliki dimensi yang lebih luas dibandingkan dengan konsep jiwa dalam psikologi Barat. Jiwa tidak hanya mencakup aspek kognitif dan emosional, tetapi juga aspek spiritual. Kedua, Soal Fitanah. Fitanah merujuk pada godaan atau ujian yang dapat menggoyahkan iman dan keimanan seseorang. Konsep ini relevan dengan kajian tentang psikologi abnormal dan gangguan mental.

Yang ketiga dari Konsepsi Psikologi Islam adalah Qalbu, yaitu hati nurani atau kesadaran batin. Qalbu memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan perilaku seseorang, Terakhir, adalah Ruh sebagai nafas kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT dalam menghubungkan manusia dengan Tuhannya.

Bagaimana Penerapan Psikologi Islam? Sebagaimana umumnya Psikologi, Psikologi Islam dapat diterapkan juga dapat diterapkan pada berbagai bidang, seperti: Pendidikan, Konseling, dan Kesehatan Mental.

Dalam Bidang Pendidikan, Psikologi Islam dapat membantu memahami psikologi siswa dapat membantu pendidik dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mengembangkan potensi siswa secara optimal, sementara dalam Bidang Konseling, seorang Konselor Muslim dapat menggunakan prinsip-prinsip psikologi Islam untuk membantu klien mengatasi masalah emosional dan spiritual.

Dalam bidang Kesehatan mental, Psikologi Islam dapat memberikan perspektif yang berbeda dalam memahami dan mengatasi gangguan mental. Dengan mempelajari psikologi Islam, kita dapat lebih memahami diri sendiri, motivasi, dan perilaku kita, serta menawarkan jalan menuju kebahagiaan sejati yang didasarkan pada iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Pemahaman yang lebih baik tentang diri sendiri dan orang lain dapat membantu kita membangun hubungan yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup. Disitulah sebenarnya inti dari penerapan Psikologi Islam sebagai suatu disiplin ilmu yang kaya dan relevan. Dengan menggabungkan ilmu psikologi modern dengan ajaran Islam, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang manusia, potensi dan dimensi kejiwaannya. (*)

 

(* Muhammad Farid Wajdi, Guru/Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep.

(** Artikel ini ditulis usai mengikuti Pelatihan 16 JP – “Certified Islamic Psychology (C.IP)” Batch 1 pada 3-5 Januari 2024, yang diselenggarakan LPK Generasi Faqih Fiddin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT