BerandaLiterasiMengenal Lebih Dekat Minasatene

Mengenal Lebih Dekat Minasatene

Oleh: A. Adil Makkulau *)

Related Post: Matojeng, Pasar dan Sejarahnya

PALONTARAQ.ID – Minasatene adalah salah satu kecamatan dalam lingkup wilayah Kabupaten Pangkep (Pangkajene dan Kepulauan). Awalnya Minasatene adalah bagian dari wilayah kecamatan Pangkajene yang merupakan ibukota Kabupaten Pangkep, berjarak sekitar 50 km di sebelah utara Kota Makassar, ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.

Minasatene dibentuk menjadi satu wilayah kecamatan tersendiri pada Tahun 2000, yaitu di masa pemerintahan Bupati HA Gaffar Pateppe (Bupati Pangkep Periode 1999-2004). Meski begitu, jauh sebelum menjadi kecamatan pemekaran dari Pangkajene, Minasatene sudah terkenal karena beberapa hal:

(1) Minasatene pernah menjadi lokasi Pertasi Kencana Tingkat Nasional pada Tahun 1975 dan dihadiri langsung oleh Presiden RI kedua, HM Soeharto.

(2) Minasatene juga lokasi kampus Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM, yang didirikan pada 17 Februari 1975. Keterkenalan Minasatene karena santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM berasal dari berbagai daerah di Indonesia Timur: Irian Jaya (sekarang bernama Papua), Ambon (Maluku), berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. (Lihat Profil Pesantren: DISINI)

(3) Minasatene, selain Balocci dan Tondong Tallasa dikenal sebagai “benteng timur” wilayah Pangkep, yang mana sebagian besar wilayahnya adalah daerah pertanian subur, perkebunan, peternakan, hutan serta kawasan karst yang merupakan “world heritage” yang dilindungi. Dalam wilayah Minasatene sendiri terdapat beberapa leang (gua) prasejarah yang menjadi obyek wisata prasejarah.

(4) Keterkenalan Minasatene karena airnya. Beberapa leang prasejarah, seperti Leang Kassi yang ada di Biraeng Minasatene umumnya satu lokasi dengan mata air yang airnya dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian dan sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pangkep.

(5) Keterkenalan Minasatene lainnya karena seringkali wilayahnya di daerah pinggir pegunungan atau di lapangan sepak bola depan kantor kecamatan dijadikan lokasi perkemahan pramuka, baik tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten.

Lapangan Minasatene dipakai Shalat Idul Fitri, eksotik dengan latar pemandangan pegunungan. (foto: ist/*)
Lapangan Minasatene dipakai Shalat Idul Fitri, eksotik dengan latar pemandangan pegunungan. (foto: ist/*)

Masih banyak lagi alasan keterkenalan Minasatene sehingga namanya meluas, bukan hanya dikenal di Pangkep, tapi juga se-Indonesia Timur. Minasatene sendiri secara harfiah merupakan gabungan dua kata, yaitu minasa yang berarti harapan dan te’ne berarti manis. Jadi, minasatene berarti harapan yang manis, daerah dimana setiap orang yang bermukim dan mendatanginya menaruh harapan yang manis, harapan akan kebaikan-kebaikan.

Ratusan Santriwati dari berbagai daerah yang pernah mondok atau bersekolah di Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM memiliki kenangan khusus terhadap daerah Minasatene, termasuk kenangan jalan-jalan ke berbagai obyek destinasi wisata prasejarah dalam wilayah Minasatene, kenangan akan airnya yang terasa manis, dan tentu lebih luas lagi, kenangan tentang Masyarakat Pangkep yang bersahabat.

Pondok Pesantren Putri IMMIM Minasatene yang bernaung di bawah bendera IMMIM (Ikatan Masjid Mushalla Indonesia Muttahidah) dengan motto, “Bersatu dalam ‘Aqidah, Toleransi dalam Furu’iyah” ini seakan memberi nuansa baru dalam wilayah Minasatene. Hampir semua organisasi massa keagamaan ada di Minasatene, namun sekalipun tak pernah terdengar ada seteru dan konflik.

Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Modern Putri IMMIM senantiasa menjaga hubungan baik dengan semua pihak, baik dengan Forkopincam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan), dengan berbagai ormas keagamaan di Minasatene, maupun dengan warga setempat. “Bagi kami, IMMIM dan Pesantren IMMIM adalah aset umat, aset masyarakat, dan aset pemerintah daerah. Karena itu kita jalin persaudaraan dan silaturrahim dengan semua pihak agar pesantren ini, IMMIM dan Pangkep, sebagai satu kesatuan, dan terkhusus dalam wilayah Minasatene tetap aman dan kondusif,” ujar Muhammad Farid Wajdi, Humas Ponpes Modern Putri IMMIM Minasatene-Pangkep. (*)

 

(* A. Adil Makkulau, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah UNM Makassar, Tinggal di Minasatene, Pangkep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT