Oleh: Dr. Adian Husaini
PALONTARAQ.ID – Sebagian kaum Hindu di Indonesia menulis secara terbuka tentang rencana menghindukan kembali Indonesia. Pernah ditargetkan, tahun 2022, sebanyak 30 persen penduduk Indonesia kembali menjadi Hindu. Dan tahun 2080, ditargetkan, 80 persen penduduk Indonesia kembali ke Hindu. Bagaimana sikap umat Islam?
Majalah MEDIA HINDU (edisi Juli 2012), melaporkan, bahwa pada tanggal 19 Mei 2012, telah diselenggarakan sebuah acara dialog bertema: “Dialog Kebangkitan Hindu di Tanah Jawa.” Menurut majalah ini: “Kebangkitan Hindu bukan hal yang mustahil terjadi, dengan catatan kita harus berani menunjukkan eksistensi dan jati diri Hindu. Ini sangat penting.”
Menurut majalah Hindu ini, kebangkitan Hindu di Nusantara dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama, kebangkitan tahun 1970-an. Ditulis dalam Majalah ini: “Pada awal kebangkitan pertama tersebut harus diakui bahwa nostalgia kembalinya kejayaan Hindu di Nusantara sepertinya sudah di depan mata.”
Tapi, setelah 40 tahun kebangkitan Hindu pertama itu, perkembangan Hindu tidak sehebat dulu lagi. “Suara Hindu masih belum banyak diperhitungkan pada setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara. Agama mayoritas justru semakin menunjukkan hegemoni yang memperberat kehidupan berbangsa dan bernegara.”
Dalam artikel berjudul “Mengkondisikan Jawa Kembali Hindu” di majalah ini dikatakan: “Kita semua mendambakan Jawa kembali Hindu, guna mengiringi kejayaan bangsa Indonesia menjadi negara adidaya di tahun 2080 an, sebagaimana sabda Pandita Ratu Jayabaya, ramalan Sabdo Palon dan prediksi para ahli kelas dunia seperti Goldman Sach. Untuk diperlukan kondisi yang mendukung untuk tumbuh dan berkembangnya Hindu di Jawa atau bagaimana menjadikan Jawa kondusif untuk kembali menjadi Hindu.”
Merujuk pada seminar tentang kebangkitan Hindu di tahun 2012 itu, pernah ditargetkan, bahwa sepuluh tahun sesudahnya – yaitu tahun 2022 – sebanyak 30 persen penduduk Indonesia sudah kembali menjadi Hindu. Dan di tahun keadidayaan bangsa ini, yaitu di tahun 2080, sebanyak 80 persen sudah kembali Hindu.
“Yang pada gilirannya menjadi bangsa yang telah menemukan kembali kepribadiannya, yang telah berpijak pada jatidirinya dan menjadi pusat kebudayaan dunia,” tulis Majalah Media Hindu tersebut.
Setahun sebelumnya, Majalah Media Hindu juga telah mengangkat tema kebangkitan Hindu di Indonesia. Itu ditulis dalam Majalah Media Hindu, edisi Oktober 2011. Laporan Utamanya berjudul “Kembali ke Hindu, Bila Indonesia Ingin Berjaya Kembali Seperti Majapahit”. Ditegaskan pada bahasan utama: “Kembali pada Hindu, sebagai satu-satunya langkah utama untuk mengantar Indonesia ini kembali menjadi Negara Adidaya.”
Lalu disimpulkan: “Kembali menjadi Hindu adalah mutlak perlu bagi bangsa Indonesia apabila ingin menjadi Negara Adidaya ke depan, karena hanya Hindu satu-satunya agama yang dapat memelihara & mengembangkan Jatidiri bangsa sebagai modal dasar untuk menjadi Negara maju.”
***
Bagaimana umat Islam menyikapi rencana kaum Hindu tersebut di Indonesia. Yang patut diacungi jempol adalah keberanian kaum Hindu untuk menyatakan harapan dan cita-citanya agar Indonesia kembali menjadi negara Hindu, seperti di masa Majapahit. Katanya, hal itu akan menjadikan rakyat Indonesia sejahtera dan Indonesia akan menjadi negara adidaya.
Harapan dan gerakan sebagian kaum Hindu untuk menghindukan kembali Indonesia itu bukanlah hal aneh. Sebagian pemeluk agama Kristen juga terus berusaha menjadikan Indonesia sebagai sasaran strategis program misi Kristen. Ada yang menganggap Indonesia sebagai lahan yang siap panen.
Dalam buku berjudul ”Transformasi Indonesia: Pemikiran dan Proses Perubahan yang Dikaitkan dengan Kesatuan Tubuh Kristus (Jakarta: Metanoia, 2003), dikatakan, bahwa Indonesia telah siap melakukan transformasi menjadi Kristen. Kesempatan emas saat ini tidak boleh disia-siakan, karena batas waktunya bisa lewat, sebagaimana pernah terjadi di masa Soeharto: ”Tuhan memberikan kesempatan yang luar biasa kepada orang Kristen dan China, karena pada waktu Suharto menjadi Presiden, ia begitu dekat dengan orang Kristen dan China. Kesempatan demi kesempatan diberikan kepada orang China dan Kristen untuk melakukan bisnis di berbagai bidang. Trio RMS (Radius, Mooy, Sumarlin) di bidang ekonomi beragama Kristen. Itu kesempatan yang diberikan kepada orang Kristen supaya bangsa ini menjadi bangsa yang mengenal Tuhan, tetapi orang Kristen dan gereja tidak siap…”
Untuk menjadikan Indonesia kembali ke Hindu, ada syarat yang disebutkan: “Kebangkitan Hindu bukan hal yang mustahil terjadi, dengan catatan kita harus berani menunjukkan eksistensi dan jati diri Hindu. Ini sangat penting.”
Di era keterbukaan dan kebebasan informasi saat ini, tidak dapat dipungkiri, bahwa berbagai agama bisa menyampaikan gagasan secara terbuka. Mau tidak mau, umat Islam perlu menyadari pula, tugas dan kewajiban mereka sebagai ‘’ummatud da’wah’’. Umat Islam perlu terus meningkatkan kualitas dakwahnya, agar mampu menjaga amanah para ulama yang selama ratusan tahun telah berhasil mengislamkan sebagian besar penduduk Indonesia.
Namun, jangan lupa, meskipun berlomba menyebarkan agamanya masing-masing, para pemeluk agama di Indonesia perlu menyadari mereka semua sedang berlayar di satu kapal bernama ‘’Kapal NKRI’’. Kapal ini harus terus berlayar, jangan sampai penumpangnya gaduh dan nakhodanya lalai, sehingga membentur batu karang. Kapal NKRI harus tetap utuh dan melaju dengan aman, meskipun dinamika penumpangnya sangat dinamis.
Wallahu A’lam bish-shawab.
(* Dr. Adian Husaini, www.adianhusaini.id
Jakarta, 27 Maret 2023.


