Oleh: Prof dr. Veny Hadju, Ph.D.
Related Post: Pesan Dakwah Prof dr Veny Hadju, Ph.D: Stunting (15)
PALONTARAQ.ID – Salah satu aspek yang diperhatikan dalam percepatan penurunan stunting adalah sanitasi. Banyak orang bertanya apa hubungan kepemilikan jamban dengan kejadian stunting. Sebelumnya beberapa studi memperlihatkan bahwa BABS (Buang Air Besar Sembarangan) berhubungan dengan tingkat kematian ibu di suatu wilayah.
Awalnya memang sulit dipercaya, namun akhirnya para ilmuwan membuktikan adanya kerusakan lapisan permukaan usus yang mengganggu penyerapan makanan dan mempengaruhi mikrobiota usus akibat sanitasi yang buruk.
Memiliki jamban di setiap rumah tangga dan menghindarkan lingkungan sekitar dari kotoran manusia saat ini masih menjadi mimpi di sebagian wilayah dunia. Indonesia masih terus berjuang untuk mewujudkan mimpi ini.
Di sebagian wilayah pedesaan kebiasaan buruk ini masih sulit diatasi. Masyarakat belum berubah dan pengadaan jamban masih menjadi kendala. Namun, berbagai upaya yang dilakukan telah memberikan hasil positif walaupun masih harus bekerja lebih keras lagi untuk meewujudkan wilayah 100% bebas BABS atau sering disebut ODF (Open Defecation Free).
Lingkungan yang sehat adalah kebutuhan dasar manusia. Kondisi ini juga menjadi prasyarat untuk penyelesaian masalah stunting di Indonesia. Apa gunanya makanan bergizi yang diberikan kalau anak Balita atau Ibu hamil mengalami gangguan dalam penyerapan makanan.
Apalagi kalau terjadi proses inflamasi (peradangan) yang bisa berdampak negatif teehadap nafsu makan atau kondisi tubuh lainnya. Upaya ini harus mendapat perhatian dari semua pihak termasuk mereka yang berkecukupan melalui sedekah amal jariah.
Surat Anahl (16) Ayat 75
۞ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا عَبْدًۭا مَّمْلُوكًۭا لَّا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍۢ وَمَن رَّزَقْنَـٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًۭا فَهُوَ يُنفِقُ مِنْهُ سِرًّۭا
وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُۥنَ ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya:
Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu dia menafkahkan sebagian dari rezeki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, adakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.
WUJUDKAN LJNGKUNGAN TANPA BABS DAN JADILAH PENGGERAK UNTUK ITU. (*)
13 Jumadil Awal 1444 H
Prof dr. Veny Hadju, Ph.D., Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat, FKM-UNHAS.


