BerandaIslamKewajiban Orangtua ketika Anak Perempuannya Baligh

Kewajiban Orangtua ketika Anak Perempuannya Baligh

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron Lc

PALONTARAQ.ID – Laki-laki memang tidak sama dengan wanita. Allah ﷻ berfirman,

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

Artinya:

“Dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan.” (QS. Āli ‘Imrān: 36)

Ayat ini jelas sekali menunjukkan perbedaan yang tajam antara pria dan wanita, menjelaskan beberapa hukum yang membedakan antara pria wanita, baik dalam ibadah, muamalah dan pergaulan, hak asasi manusia dalam keluarga, hak milik, bahkan hubungan dengan keluarga antara suami dan istri, juga dengan kerabat lainnya.

Sebagai bukti kebenaran firman Allah ﷻ ini, manusia tidak mungkin mengingkarinya; wanita memiliki kebiasaan bulanan yang tak dialami oleh kaum pria, yaitu keluarnya darah dari farjinya. Hal ini sangat erat hubungannya dengan ibadah yang wajib dan yang sunnah, seperti shalat, puasa, i’tikaf, thawaf, menyentuh mushaf dan ibadah lainnya. Ayat ini membantah pengikut hawa nafsu yang mengatakan, wanita dan pria dihukumi sama saja.

Orang tua (khususnya seorang ibu), hendaknya tahu kapan putrinya baligh. Sebab ia lebih tahu urusan kewanitaan karena pernah muda sebagaimana putrinya. Rasulullah ﷺ bersabda,

“Paling baiknya kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, sedangkan saya adalah orang yang paling baik kepada keluargaku daripada kalian.” (HR. Ibnu Majah: 2053, dishahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah no: 285)

Riwayat lain menambahkan,

“Paling baiknya kalian, bila berbuat kebaikan kepada wanita.” (HR. al-Hakim dalam al-Mustadrak: 7435, dishahihkan oleh al-Albani dalam at-Targhib wa Tarhib: 1925)

Hadits ini menjelaskan bahwa jika seseorang sudah berbuat baik kepada dirinya, hendaknya memperbaiki keluarganya, terutama kepada para wanita dalam keluarga tersebut, sebelum berbuat baik kepada orang lain.

Bimbinglah anak perempuanmu !

Anak perempuan yang mendekati baligh perlu bimbingan ibu, karena dia belum pernah mengalami seperti yang dialami oleh ibunya. Mungkin anak perempuan yang baru mengalami perubahan tersebut malu bertanya. Karena itu sang ibu hendaknya membimbing putrinya ketika mau baligh agar mereka mengerti macam-macam darah yang keluar dari farji, mulai dari haid, nifas, istihadhah, sampai cairan keruh kekuningan, dll.

Kemudian apa saja yang harus dikerjakan saat keluar darah, apa saja yang harus ditinggalkan, kapan mereka dikatakan suci, serta bagaimana mu’amalah mereka dengan pria yang bukan mahram pada saat mulai baligh. Hal ini penting untuk mereka ketahui agar mereka tidak salah langkah.

Sumber: DISINI

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

HIGHLIGHT