Beranda Edukasi Best Practice Pesantren dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

Best Practice Pesantren dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19

Oleh: Muhammad Farid Wajdi

PALONTARAQ.ID – Covid-19 masih ada dan sampai sekarang kita belum tahu sampai kapan penyebarannya akan berakhir. Di sisi lain, kita perlu beraktivitas seperti sediakala untuk segala kebutuhan dan tuntutan hidup.

Penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 penting untuk diterapkan di lingkungan pendidikan. Tanpa penerapan protokol kesehatan, lingkungan pendidikan berpotensi jadi klaster penularan Covid-19, dan ada banyak contoh kasusnya di Indonesia.

Memakai Masker, salah satu adaptasi kebiasaan baru di Pesantren. (foto: ist/palontaraq)
Memakai Masker, salah satu adaptasi kebiasaan baru di Pesantren. (foto: ist/palontaraq)

Pondok Pesantren sebenarnya dapat menjadi institusi pendidikan pelopor pembangunan kualitas kesehatan. Pesantren berpotensi menjadi salah satu lokasi penting untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19 selama menerapkan Best practice.

Best Practice atau praktik terbaik merupakan cara menyelesaikan masalah atau melaksanakan tugas secara kreatif, inovatif, praktis, memiliki nilai kebaruan yang berdampak terhadap peningkatan mutu dan kualitas layanan pendidikan. Pada konteks ini, best practice pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan pendidikan.

Menjaga Jarak. Suasana belajar di Kelas. (foto: ist/palontaraq)
Menjaga Jarak. Suasana belajar di Kelas. (foto: ist/palontaraq)

Berikut ini 5 langkah utama yang telah diterapkan, yang merupakan praktek terbaik (best practice) dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep selama masa Pandemi, yaitu:

1. Test Covid-19

Perlu dilakukan tes Covid-19 untuk memastikan para santri, guru, pembina dan pengasuh Pesantren bebas dari Covid-19.

Hal ini dilakukan sebelum semua unsur pesantren tersebut masuk ke wilayah pesantren untuk memastikan lingkungan pesantren bebas dari resiko penularan Covid-19.

2. Memastikan Kebersihan

Kebersihan lingkungan Pesantren perlu sekali diperhatikan. Kebersihan kamar tidur, peralatan makan dan perlengkapan ibadah perlu dipastikan higienis, dan tidak dipakai bergantian.

Salah satu view Lingkungan Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Salah satu view Lingkungan Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Salah satu view Lingkungan Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Salah satu view Lingkungan Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Tanggung jawab memastikan kebersihan terjaga dengan baik adalah seluruh elemen pesantren, dengan pengawasan para guru, pengasuh dan pembina. Jika di kelas ada wali kelas dan kepala sekolah. Jika di asrama, ada pembina dan wali asrama, dan untuk keseluruhan lingkungan kampus, ada pengasuh dan pimpinan kampus.

3. Penerapan Protokol Kesehatan

Lihat Video Penerapan Protokol Kesehatan saat Santriwati Masuk Pesantren: DISINI

Penerapan protokol kesehatan dilakukan di lingkungan pesantren secara disiplin, yaitu memakai masker; menjaga jarak fisik dalam Proses Belajar Mengajar, menghindari kerumunan; dan sering mencuci tangan memakai sabun dengan dibasuh air mengalir. Santri, guru, maupun pengelola pesantren harus selalu menjaga protokol kesehatan ini.

Terdapat Tanda Jaga Jarak dan Banner Aturan Protokol Kesehatan di Kantin Thalabah Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Terdapat Tanda Jaga Jarak dan Banner Aturan Protokol Kesehatan di Kantin Thalabah Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Hal sederhana tapi sangat penting untuk selalu diingatkan terkait Protokol Kesehatan ini ialah pemahaman etika batuk, penggunaan hand sanitizer dengan kadar alkohol minimal 60%, tidak bertukar barang dengan santri lain di kelas, asrama atau ruang makan. Karena itu ada keharusan bagi santri untuk membawa piring, gelas, dan sendok sendiri ke ruang makan.

Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep telah membangun 48 titik tempat cuci tangan dengan air mengalir dan dilengkapi dengan sabun cair, berada di pintu masuk, depan kelas (Kelas VII-IX SMP/MTs dan Kelas X-XII SMA/MA), asrama (8 kluster asrama), kantin dan dapur.

Ruang Makan/Dapur dipasangi Tanda-tanda jaga jarak. (foto: ist/palontaraq)
Ruang Makan/Dapur dipasangi Tanda-tanda jaga jarak. (foto: ist/palontaraq)

Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)
Santriwati Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep. (foto: ist/palontaraq)

Sosialisasi dilakukan secara terus menerus dalam bentuk penyampaian Proses Belajar Mengajar (PBM) di kelas, di mesjid, maupun dalam bentuk spanduk dan banner.

Lihat pula: Video Upacara Hari Santri Nasional di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep

4. Penanganan Cepat Santri Pemilik Gejala Covid-19

Pihak Pengelola, Pengasuh dan Pembina Pesantren memberikan penanganan yang cepat kepada santri dengan gejala Covid-19, ditindak-lanjuti oleh pembina dan wali asrama.

Jadi, santri yang sakit dipisahkan tersendiri di ruang karantina yang sudah disiapkan. Jika sakit berlanjut, maka dilakukan pemeriksaan kesehatan intensif di Poskestren atau dibawa segera ke klinik kesehatan/Puskesmas terdekat.

5. Pembatasan Kegiatan dan Pembesukan

Membatasi Pembesukan dari luar pesantren untuk mengurangi intensitas pertemuan antara santri dengan orang dari luar pesantren yang berisiko menularkan Covid-19.

Jadwal kunjungan dari wali santri pun perlu dibatasi. Sementara ketika wali santri bertemu dengan anaknya, ketentuan menjaga jarak dan larangan bersentuhan fisik perlu diberlakukan. Pengukuran suhu dilakukan terhadap orangtua yang datang membesuk, tamu pesantren, dan juga terhadap guru yang tinggal di luar lingkungan pesantren.

Protokol kesehatan seperti itu penting dilakukan untuk meminimalisasi risiko penularan Covid-19 di Pesantren. Jika diterapkanĀ secara tepat bisa menjadikan Pesantren aman dari resiko penularan Covid-19.

Lihat pula: Video Inovasi Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Pesantren

Para santri yang datang/masuk ke pondok pesantren harus mengantongi surat izin diperbolehkan mengikuti Pembelajaran tatap muka/mondok dan surat keterangan (suket) hasil non reaktif Rapid Tes/Rapid Test Antigen.

Santri yang baru datang dari luar itu diwajibkan pula menjalani isolasi mandiri (dikarantina) sebelum bergabung dengan santri lainnya. Praktik ini lebih kepada penerapan alternatif pemecahan masalah, kelihatan sederhana, tetapi efektif menghilangkan kekhawatiran dan kecemasan para santri terhadap potensi dan resiko penularan Covid-19.

Lihat pula: Video Penerapan Protokol Kesehatan di Ponpes Modern Putri IMMIM Pangkep saat Kunjungan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel

Masalah yang ditemukan di lapangan dicari solusinya secara taktis dan praktis. Jika telah melewati masa 14 hari berada dalam Pondok Pesantren, dan semua unsur dalam pesantren dalam kondisi sehat, maka kegiatan pembelajaran dapat dilonggarkan secara bertahap.

Sebagai best practice, implementasinya mencakup cara baru dan inovatif dalam penyelesaian masalah pendidikan selama masa pandemi, yaitu dengan memadukan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring/online (Blended Learning). Hal ini membawa perubahan yang signifikan dan mengatasi persoalan secara berkelanjutan.

Pembiasaan Blended Learning secara berkelanjutan menjadi inspirasi bagi para guru untuk modifikasi cara dan metode pengajaran, dilakukan bersifat ekonomis dan efisien, dengan tetap memperhatikan prinsip integritas dan perbaikan mutu berkelanjutan.

(* Muhammad Farid Wajdi, Humas dan Penanggung Jawab TIK Pondok Pesantren Modern Putri IMMIM Pangkep.

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT