Berita Daerah Update Covid-19 di Sulsel Kamis 9 April 2020: 138...

Update Covid-19 di Sulsel Kamis 9 April 2020: 138 Positif, 23 Sembuh dan 8 Wafat

-

- Advertisment -

 

Laporan: Etta Adil

PALONTARAQ.ID – Saat ini Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, dengan intensitas kesibukan yang cukup tinggi di Kota Makassar telah ditetapkan sebagai “Zona Merah” Penyebaran Wabah Virus Corona (Covid-19)

Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 mengungkapkan bahwa ada kenaikan signifikan kasus penyebaran Virus Corona di Indonesia, yaitu Update per Kamis 9 April 2020 ada 3.293 pasien positif.

“Ada 337 kasus baru pada hari ini. Dari 3.293 orang yang dinyatakan positif, 2.761 diantaranya masih dalam perawatan, sejumlah 252 telah dinyatakan sembuh, dan 280 orang meninggal dunia. Angka pasien yang meninggal dunia lebih banyak dibanding yang sembuh,” ungkapnya.

Di Sulawesi Selatan sendiri, sebagaimana dikutip dari laman covid19.go.id, jumlah pasien positif mencapai angka 138 orang. Ada 23 pasien yang berhasil sembuh dan 8 orang dinyatakan meninggal dunia.

Tingginya angka infeksi Covid-19 di Sulawesi Selatan membuat semakin khawatir warga Makassar dan 23 kabupaten lainnya, meski sudah dilakukan “social distancing”, meliburkan anak sekolah dan mahasiswa, serta perkantoran dan rumah peribadatan.

Meski begitu, Musthafa (36 Tahun), Warga Kota Makassar menganggap bahwa instruksi Pemerintah itu, baik Propinsi dan Kabupaten tidak banyak warga yang mengindahkan. “Buktinya banyak orang berkeliaran dan tetap beraktivitas, khususnya mereka yang sukar meninggalkan pekerjaannya karena tuntutan membiayai hidup keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengajak masyarakat untuk menaati instruksi pemerintah terkait Covid-19 ini. Pihaknya juga mengapresiasi dukungan dan bantuan yang mengalir dalam penanganan Covid-19, khususnya dari relawan kesehatan dan donatur pengadaan APD untuk tenaga medis. (*)

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you