Beranda Hukum Gila! Luhut pasang Badan untuk 49 TKA China?

Gila! Luhut pasang Badan untuk 49 TKA China?

49 TKA asal China masuk melalui Bandara Sultra, Kendari. (foto: ist/palontaraq)
49 TKA asal China masuk melalui Bandara Sultra, Kendari. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Nampaknya, rakyat Indonesia memang mengalami cilaka dua kali. Selain harus bertarung menghadapi virus Corona secara mandiri, tanpa perlindungan negara, tanpa peran negara yang optimal, rakyat juga dipaksa berseteru dengan penguasa.

Penguasa, yang semestinya memahami suasana kebatinan rakyat, peduli dan empati kepada rakyat, justru berdiri berhadap-hadapan dengan rakyat. Bukannya membela dan melindungi segenap rakyat, penguasa justru pasang badan, berdiri tegak melindungi TKA China.

Setidaknya hal itu yang dapat kita baca atas sikap dan kebijakan rezim yang direpresentasikan oleh kelakuan Luhut. Menteri segala urusan ini membela 49 TKA China dengan mengunggah aspek legalitas.

Padahal, rakyat sedang sensitif. Bahkan, sholat berjamaah pun mesti direkondisi untuk antisipasi Corona. Bahkan, Tablik Akbar pun telah di framing, seolah menjadikan penyebab sebaran virus Corona.

Ini 49 TKA China ? Yang jelas berasal dari sumber pendemik virus Corona? Kenapa dibiarkan bebas masuk NKRI ?

Kalau Menko Kemaritiman dan Invetasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan 49 tenaga kerja asing (TKA) dari China yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan warga negara asing yang legal. Bukankah, aspek pencegahan virus Corona bukan terletak pada aspek legal atau tidaknya ? Tetapi lebih kepada menghindari bahaya atas resiko tertular virus Corona.

Alih-alih melakukan proteksi terhadap segenap rakyat atas bahaya tertular virus Corona, Luhut justru memberikan pembelaan bahwa 49 tenaga kerja asing di Kendari legal. Luhut berlindung dibalik aspek legalitas, dengan memberikan keterangan 49 TKA China itu telah memiliki visa 211-A yang keluar pada tanggal 4 Januari 2020, sebelum Indonesia memberikan larangan perjalanan ke China.

Sekarang, larangan perjalanan itu dibuat karena aspek legalitas atau antisipasi virus Corona ? Kalau cuma aspek legalitas, apa sich yang tidak bisa “dilegalisasi” di negeri ini ?

Lagipula, kenapa Luhut Binsar Panjaitan yang sibuk membela dan mengklarifikasi ? Kenapa bukan kedutaan besar China ? Itu TKA China atau TKW Indonesia yang pulang dari luar negeri ?

Luhut itu menteri negara Indonesia, atau Gubernur Jenderal China ? Indonesia itu negara yang berdaulat, atau hanya propinsi terluar dibawah kendali Republik Rakyat China ?

Ini benar-benar gila, diluar batas nalar sehat. Beberapa Pemda sedang sibuk melakukan rekayasa Lockdown, rakyat mengambil inisiatif dengan melakukan “sosial distance relationship”, kok TKA China justru digelontorkan masuk NKRI hanya berdalih telah legal?

Kalau TKA China itu bawa bibit virus Corona, dan menular ke seantero negeri, apa Luhut mau tanggung jawab ?

Investasi ya investasi, tetapi jika resikonya mengorbankan keselamatan dan nyawa rakyat, lebih baik batalkan investasi. Dahulu, negeri ini tidak menjalin hubungan investasi masif dengan China, toh aman-aman saja.

Jadi, jika investasi China dibatalkan, rakyat tidak rugi. Hanya Luhut Binsar Panjaitan yang rugi. Kalau diminta memilih, tentu rakyat memilih selamat dari virus Corona, ketimbang menyelematkan investasi Luhut dan China. [*]

 

 

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

HIGHLIGHT