Luhut BP memang Sakti?

by Penulis Palontaraq | Senin, Mar 16, 2020 | 23 views
Luhut BP sebagai Plt Menteri Perhubungan setelah Budi Karya dinyatakan positif kena Virus Corona. (foto: ist/palontaraq)

Luhut BP sebagai Plt Menteri Perhubungan setelah Budi Karya dinyatakan positif kena Virus Corona. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Artikel ini bukan bicara tentang Menhub Budi Karya Sumadi yang -meskipun sudah makan nasi kucing- tapi tetap juga terdampak Corona. Artikel ini, hanya ingin menegaskan betapa Luhut Binsar Panjaitan memang layak untuk disebut sebagai “Menteri Segala Urusan”.

Luhut, tidak saja secara materil layak disebut sebagai menteri segala urusan (Mensegur), tetapi juga secara formil. Keterlibatan Luhut pada sejumlah isu dan komentarnya yang tidak saja pada tugas kerjanya, tetapi juga meliputi semua isu dan tupoksi menteri lainnya, layak menjadikanya sebagai seorang Mensegur.

Secara formil, belum lama ini Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjadi pelaksana tugas Menteri Perhubungan setelah Budi Karya Sumadi dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Jadi, Luhut tidak saja “ngurusi” ihwal kemaritiman dan investasi, tetapi juga soal perhubungan. Maka, dengan banyaknya urusan yang diurusi luhut, dirinya layak mendapatkan gelar Mensegur.

Keputusan Presiden menugaskan mengangkat Menhub ad interim, yakni Menko Maritim dan Investasi sebagai ad interim, disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, dalam jumpa pers pada Sabtu (14/3).

Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa bangsa Indonesia ini, tak lagi memiliki putera terbaik untuk mengemban amanah sebagai menteri. Hanya Luhut, yang layak, yang memiliki kapasitas, yang punya kemampuan untuk mengemban amanah sebagai menteri perhubungan.

Meskipun banyak kader partai koalisi “ngantri” ingin menjadi menteri, partai oposisi berharap kecipratan menteri agar bisa menjadi mitra koalisi, namun partai koalisi ataupun yang mengaku oposan itu tidak memiliki kader yang layak. Hanya Luhut lah, yang layak mengemban amanah sebagai menteri perhubungan.

Jadi, jangan ada yang komplain kalau Luhut digelari menteri paling sakti. Dahulu, PDIP bermanuver untuk menggeser trio Macan, yaitu Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan.

Namun, akibat manuver PDIP hanya Andi Wijayanto yang terlempar. Sementara Luhut tetap sakti, hanya digeser dan justru dapat porsi menteri.

Meski Jokowi kader PDIP, namun kendali Luhut terhadap Jokowi jauh lebih besar ketimbang PDIP. Bahkan, sebagian kalangan menilai Luhut adalah “the real presiden”.

Ditengah musibah Corona, ditengah kabar Budi Karya Sumadi yang tak kebal Corona meski sudah makan nasi kucing, ditengah kegalauan rakyat atas ketidakjelasan tindakan pencegahan, antisipasi dan penindakan musibah Corona, saya tetap memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat. Selamat kepada Luhut Binsar Panjaitan yang diangkat menjadi pejabat Menteri Perhubungan.

Ditengah manuver partai yang berebut kekuasaan, saya ingin angkat topi dan mengakui bahwa Luhut memang sakti. Hanya saja, kesaktian itu bisa dicabut kapanpun, dan pada kondisi apapun, jika Allah SWT yang maha kuasa berkehendak. [].

Like it? Share it!

Leave A Response