Seorang Pancasilais tak akan berani Mengorbankan nyawa demi Negara?

by Penulis Palontaraq | Rabu, Jan 8, 2020 | 40 views
Prabowo Menhan dan Retno Marsudi Menlu dalam suatu pertemuan membahas Klaim China atas Natuna. (foto: ist/palontaraq)

Prabowo Menhan dan Retno Marsudi Menlu dalam suatu pertemuan membahas Klaim China atas Natuna. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

Tulisan sebelumnya: Penganut Pancasila itu ‘Bangkai’ berjalan, Tidak Memiliki Ruh dan Jiwa

PALONTARAQ.ID – Kasus Laut Natuna menjadi bukti bahwa Pancasila tak berdaya menghadapi intervensi China. Luhut dan Prabowo justru bersikap ‘Cool’ atas pelanggaran batas kedaulatan negara ini.

Luhut sang Pancasilais mengatakan kasus Natuna tak perlu dibesar-besarkan, sementara Prabowo menyebut China negara sahabat. Prinsipnya, keduanya takut berkonfrontasi secara fisik dengan China. Mereka berdua, juga ogah berkorban nyawa demi Pancasila.

Coba urusan Natuna ini diselesaikan dengan Islam, cukup dengan satu komando jihad maka jutaan nyawa kaum muslimin rela dikorbankan demi menegakan wibawa Islam.

Bukan hanya tentara reguler, bahkan tentara cadangan yakni semua sipil laki-laki yang baligh, wajib ikut terjun di Medan jihad.

Mereka tidak takut berkorban demi Islam, bahkan berlomba-lomba menjemput Syahid dijalan Allah SWT demi membela agama Islam.

Kekuatan Perang Islam tidak bertumpu pada senjata dan peralatan tempur, tetapi bertumpu pada semangat jihad fi Sabilillah untuk menegakan kalimah Islam.

Coba itu yang ngaku Pancasilais, disuruh bertempur demi membela Pancasila, disuruh berkorban demi Pancasila, apa mau? Pasti semua ogah, mereka memandang kehidupan hanya didunia. Karenanya mereka takut berpisah dengan dunia.

Sementara umat Islam meyakini kehidupan sejati ada di Akherat, di surganya Allah SWT. Mereka tidak takut meninggalkan dunia, bahkan berlomba menuju syahadah membela Islam, untuk menjemput kehidupan yang sesungguhnya di surga.

Itulah sebabnya, meskipun sering koar-koar Pancasila, BPIP bungkam untuk urusan Natuna. BPIP tak berani berkorban demi Pancasila, sekalipun hanya bersuara.

Luhut juga lebih fokus mengamankan investasi dengan China, hingga terlihat layaknya budak yang tetap mengabdi meskipun dipermalukan majikan. Sedangkan Prabowo dan Jokowi, hanya garang soal isu kedaulatan saat kampanye Pilpres saja.

Baik Jokowi maupun Prabowo, begitu lantang bicara kedaulatan bangsa, Prabowo sampai gebrak podium, Jokowi sampai bikin pose foto di kapal perang. Tetapi begitu kedaulatan itu nyata dilanggar China, keduanya melempem.

Jadi negeri ini tidak akan kuat dan maju jika masih menganut Pancasila, sebab penganut pencasila itu cuma cari makan di negeri ini dan ogah berkorban demi Pancasila.

Jika negeri ini diatur dengan Islam, maka seluruh umat Islam akan berlomba-lomba berkorban untuk negara. Mereka siap berjihad dan Syahid membela wibawa bangsa, negara dan agama.

Kalau masih percaya takhayul slogan ‘aku Pancasila’ bukan mustahil, Natuna juga akan lepas sebagaimana dahulu Sipadan dan Ligitan lepas di eranya Megawati.

Mereka yang sok Pancasila ini telah melepas kedaulatan negara, tapi masih terus sibuk menuding umat Islam sebagai radikal dan teroris. [*]

Like it? Share it!

Leave A Response