Feature Hati-hati berinteraksi dengan Lawan Jenis, termasuk dengan Sesama Jenis

Hati-hati berinteraksi dengan Lawan Jenis, termasuk dengan Sesama Jenis

-

- Advertisment -

Reynhard Sinaga. (foto: ist/palontaraq)
Reynhard Sinaga. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – Anda tidak boleh menganggap remeh interaksi sosmed. Sosial media itu dunia kedua setelah dunia nyata, didalamnya taklif syariat juga berlaku.

Anda tak boleh berpraduga, bahwa interaksi sosial media lepas dari tanggungjawab syara’. Ingatlah ! Semua interaksi sosmed akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Diantara interaksi penting yang wajib dijaga adalah interaksi antara pria wanita yang bukan mahram, atau interaksi wanita dengan pria asing. Kondisi ini benar-benar wajib dijaga, agar jangan sampai ada celah setan memasukinya.

Khalwat (berduaan) yang memungkinkan setan menjadi pihak yang ketiga, adalah ketika pria dan wanita beribteraksi melalui vitur chatting tanpa uzur Syar’i, yang tak memungkinkan orang lain masuk intervensi didalamnya, juga terkategori khalwat (berduaan).

Ingat ! Jangan berdalih dakwah atau mencari ilmu melelui chatting. Bertanya sesuatu hal melalui forum pribadi yang tak memungkinkan pihak lain mengetahuinya, adalah celah dimana setan bisa menerobos benteng iman.

Karena, banyak zina didunia nyata itu bermula dari chatting di sosial media. Interaksi itu akan bertumbuh seiring kenyamanan dan naluri seksual yang terbangun karena adanya interaksi.

Haramkan ! Semua chatting dengan lawan jenis tanpa udzur Syar’i. Jika mau tanya tentang sesuatu, bertanyalah melalui jalurnya.

Anda sebagai ustadz hanya pemberi ilmu, penebar kebajikan, jangan menjadi tempat ajang curhat para akhwat, baik masih perawan apalagi telah menikah.

Anda tak layak, berdalih ustadz yang melayani umat, melayani chatting tak Syar’i dari kaum muslimah yang tak ada udzur Syar’i.

Anda muslimah, harga diri Anda tinggi. Tak boleh Anda merendahkan martabat, membuka pintu maksiat dengan berinteraksi secara langsung dengan pria asing tanpa udzur Syar’i.

Jika Anda seorang muslimah yang telah bersuami, suami Anda lebih layak menjadi tempat curhat Anda, bukan ustad Anda. Suami Anda juga lebih layak Anda jaga aibnya, bukan mengumbarnya kepada pihak lainnya.

Ada jalur tersendiri, mau bertanya tentang ilmu maupun berkonsultasi masalah keluarga. Jika terpaksa harus ada interaksi silang, maka semua harus dilakukan di forum nyata dan didampingi mahramnya.

Di forum umum, di forum komentar umum, Anda juga tidak perlu tebar pesona, baik Ikhwan maupun akhwat. Jika ingin mengumbar kebahagiaan, rasa dan gairah, salurkanlah kepada pasangan masing-masing.

Jika belum menikah, menikahlah. Jika belum sanggup menikah, berpuasalah. Jangan sibuk berfantasi di sosmed dan melalaikan keutamaan masa muda, masa menuntut ilmu, masa optimal untuk dakwah tanpa dibebani tanggungan nafkah kepada keluarga.

Pahami ! Gharizatul Na’u itu muncul karena dorongan eksternal, bukan internal seperti al hajat udlowiyah. Jangan sekali-kali memantik naluri itu melalui jalan yang tidak Syar’i.

RS, Pemerkosa sesama jenis. (foto: CNNIndonesia)
RS, Pemerkosa sesama jenis. (foto: BBCNewsIndonesia)


Sekali lagi, kewajiban menjaga interaksi sosmed bukan hanya dengan lawan jenis, terapi juga sesama jenis. Banyak korban LGBT itu bermula dari interaksi sosial media.

Belum lama ini, aktivis gereja yang menempuh studi S3 diluar negeri, dihukum penjara seumur hidup karena kasus perkosaan sesama jenis. Ingat! Jaga interaksi, jaga diri dan keluarga Anda dari siksa api neraka. [*]

Penulis Palontaraqhttps://palontaraq.id/
M. Farid W Makkulau, pemerhati budaya dan penikmat sejarah. Kerap kali menggunakan nama pena Etta Adil saat menulis reportase, karya fiksi dan laporan perjalanan. Pernah menggeluti 10 tahun dunia jurnalistik, sebelum memutuskan mengisolasi diri di lingkungan sekolah islam sebagai seorang guru Selengkapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest news

Jangan alihkan Kesalahan Polri pada Surat jalan Djoko Tjandra

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Sengaja atau tidak, pimpinan Polri berusaha mengalihkan fokus kesalahan Polri secara institusional menjadi kesalahan Brigjen...

Rakyat dibayangi Pertanyaan: Mungkinkah Komunisme-PKI bangkit kembali?

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Kalau pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD (31/5/2020) dijadikan pegangan, tampaknya tidak mungkin PKI bisa hidup...

Ayasofya Camii!

  Oleh: Ustadz Felix Siauw PALONTARAQ.ID - Salah satu keinginan terbesar saya ketika menulis buku "Muhammad Al-Fatih 1453", adalah sujud di...

Presiden Jokowi Memang Harus Ngeri!

  Oleh: Hersubeno Arief PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi kembali menyatakan betapa berbahayanya situasi dunia, khususnya Indonesia. Jokowi bahkan menggunakan kosa kata yang...

Jokowi merasa Ngeri!

  Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Presiden Jokowi mengatakan dia ngeri dengan situasi yang akan dihadapi. Pertumbuhan ekonomi bisa minus 8%. Pak...

Denny Siregar tak perlu Minta Maaf!

Oleh: Asyari Usman PALONTARAQ.ID - Pegiat medsos pro-penguasa, Denny Siregar (DS), didesak untuk meminta maaf kepada seluruh santri dan kiyai. Dia...

Must read

- Advertisement -

You might also likeRELATED
Recommended to you