Oleh: Nasrudin Joha
PALONTARAQ.ID – Bani Kabon (Kadal Kebon) adalah kumpulan kadal yang cari makannya menjilat dari Kebon istana penguasa. Mereka, mengais remah dan sampah kekuasaan, untuk memenuhi hajat hidup, mengisi perut mereka yang lapar.
Konon, mereka ‘sangat marah’ ketika mengetahui posisi menteri yang diberikan istana tak sesuai ekspektasi. Bahkan, jatah menteri agama yang secara tradisi turun temurun menjadi kaplingan wajib justru luput.
Akibatnya, kaum Bani majenjeng yang masih sekufu dengan Bani Kabon meradang dan mengancam, ogah ikut-ikutan perang melawan radikalisme.
Salah satu juru bicara Bani Kabon, malah marah-marah Ga karuan. Sumanto menyebut kelompoknya ditipu Jokowi ? Itu karena selain jatah menteri Ga kebagian, juga karena kaplingan menteri agama yang mentradisi juga luput.
Tapi nampaknya tidak semua Bani Kabon marah. Justru ada yang puja puji sambil menawarkan proposal, berharap dapat gizi atau setidaknya proyek nasi bungkus.
Profesor Twitter yang mengaku perwakilan Kabon di Australia, Nadir yang bikin bosen bahkan mengapresiasi langkah kemenag yang akan memprioritaskan program melawan radikalisme.
Dalam satu artikelnya, Kabon Australia ini merinci kelompok apa saja yang terindikasi radikal. Hehe, melihat narasi tulisan Nadir yang bikin bosen, dapat dipastikan bahwa kemarahan Bani Kabon kepada rezim itu sementara saja. Emosi sesaat.
Toh, akhirnya mereka juga butuh proyek, butuh nasi bungkus. Selama ini, masa depan organisasi mereka sangat tergantung asupan nasi bungkus dari rezim.
Mereka, tak mungkin berpaling dari rezim atau setidaknya pura-pura gagah menyatakan sebagai kelompok oposisi seperti Demokrat.
Kabon-Kabon ini akan selalu mengitari rezim untuk mencari sampah, sisa dari remah-remah kekuasan, untuk menyambung hidup dan menjamin kelangsungan organisasinya.
Pemirsah juga tidak perlu baper, khawatir tak ada yang menjaga NKRI, khawatir tak ada yang persekusi ulama atau pengajian. Pihak gereja, juga tak perlu khawatir kelurangan orang untuk menjaga gereja.
Bani Kabon ini akan siap sedia, cukup siapkan nasi bungkus, mereka akan lantang teriak-teriak anti Pancasila, NKRI harga mati, dan lawan radikalisme.
Rezim ini paham, mana yang wajib dibagi kue legit dan mana yang cukup dikasih sisa remahannya. Golkar, Nasdem, PPP, PKB dan Gerindra itu memang wajib dibagi kue yang legit.
Sementara Bani Kabon, itu cukup dikasih sampahnya, sisanya, remahannya, itu sudah cukup membuat mereka bahagia dan riang gembira.
Jadi wahai Bani Kebon, jangan terlalu lama bapernya, segera merapat ke Menag yang baru, agar kebagian remah-remah kekuasaan. Tidak usah sok berhenti melawan radikalisme, nanti tidak dapat nasi bungkus loh?
Prof Nadir yang bikin bosen, sudah memberi teladan. Ayo jilat rezim lagi, tidak usah malu-malu! [*]


