Selamat Jalan Habibie

BJ. Habibie. (foto: ist/palontaraq)

BJ. Habibie. (foto: ist/palontaraq)

Oleh: Nasrudin Joha

PALONTARAQ.ID – “Manakala hati menggeliat mengusik renungan, Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta, Suara sang malam dan siang seakan berlagu. Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku”.

“Saat aku tak lagi di sisimu, Ku tunggu kau di keabadian……” [Penggalan Lirik Lagu Cinta Sejati]

Aku tak tahu, apakah kerinduanmu yang sangat, pada sosok yang hadir dan menjadi orang terpenting dalam hidupmu, membimbingmu untuk pulang. Namun, ketetapan tentang ajal, adalah kepastian yang datang dari Allah SWT, sejak Ruh ditiupkan.

Kehadiran seseorang, yang membuatmu larut dalam kesepian, menyesakkan Dadamu ketika buliran kenangan membimbing ingatanmu kepadanya, termasuk juga yang telah Allah SWT tetapkan.

Demikianlah kehidupan, lahir, dipertemukan, dipisahkan, kemudian dimatikan. Andai bisa memilih, engkau pasti memilih meninggalkan daripada ditinggalkan. Meninggalkan karena ajal, lebih menentramkan daripada ditinggalkan karena ajal.

Namun ukuran itu menjadi tawar, manakala kesejatian dan keabadian kau ukirkan. Ukiran itu penuh renda-renda yang merona, karena antara dirimu dan dirinya saling mengikat kesetiaan. Kesetiaan dalam cinta.

Habibi ….
Aku membaca,
Aku merasa,
Sedalam cintamu pada Ainun.
Habibi,
Aku membaca,
Aku merasa,
Betapa merindunya dirimu bertemu Ainun.
Ah Habibi,

Ungkapanmu membuat mataku meleleh, mengenang diri yang juga memuja seorang wanita karena-Nya. Aku dan dirinya, dipertemukan dalam dakwah. Aku dan dirinya mengikat akad juga dalam rangka melanjutkan perjuangan, untuk membumikan hukum Al Quran.

Habibi,
Keyakinan mu akan perjumpaan dengan Ainun, adalah perjumpaan pada keabadian yang dijanjikan. Di surga-Nya Allah, semua makhluk dipertemukan dengan orang yang dikasihinya.

Kecintaanmu pada Allah SWT,
Kecintaanmu pada Rasulullah SAW,
Kecintaanmu pada para sahabat,
Dan….

Kecintaanmu pada Ainun, akan membimbingmu bertemu dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, para sahabat, dan tentu saja….
Membimbingmu bertemu dengan Ainun.

Aduhai, elok nian kisah cintamu wahai Habibi. Cinta yang kau ukir diatas mahligai rumah tangga. Cinta, yang didalamnya bertabur rasa, cipta dan karsa. Semoga anak cucumu mengabadikan cinta dan kesetiaanmu.

Tanganmu tak hanya mengukir cinta, tanganmu juga mengukir sejarah dan peradaban. Bangsamu, sangat kehilangan. Bangsamu, sangat berhutang pada jasamu.

Habibi,
Kulepaskan dengan keridloan hati, teriring doa Allhumaghfirlahu Warhamhu Wa’afihi Wa’fu’anhu,

Semoga redla Allah SWT mengiringmu. Semoga, kematian ini adalah jalan menuju lepasnya rindumu pada Ainun. Semoga, kalian berdua kekal di Surga-Nya. Amien Yarobbal A’lamien. [].

Like it? Share it!

Leave A Response