Sepenggal Cerita tersisa dari GBK

by Kontributor Palontaraq | Kamis, Apr 11, 2019 | 58 views
Massa kampanye akbar Prabowo di Stadion GBK, Jakarta. (foto: tribunnews/*)

Massa kampanye akbar Prabowo di Stadion GBK,  7 April 2019, Jakarta. (foto: tribunnews/*)

 

Oleh:  Ustadz Asep Hilaludin

 

KEMARIN,  terus terang saya kesiangan datang dan hadir mengikuti kampanya akbar #PrabowoSandi di GBK.  Sesuatu hal yang dahulu pantang saya lakukan, ikut-ikutan kumpulan kampanye politik, apalagi buat sang istri yang sebelumnya awam dan tidak begitu peduli dengan urusan politik.

Harap dicatat yaa… Kami datang bukan sebagai kader partai, bukan juga anggota resmi relawan, apalagi pemuja yang taqlid buta kepada orang perseorangan-Naudzubillah- .

Kami datang sebagai manusia, individu warga NKRI yang berusaha mencerna dan menimbang dengan akal sehat tentang kejadian demi kejadian, hiruk pikuk kehidupan berbangsa dan bernegara dalam 4 tahun terakhir ini, dimana banyak peristiwa dan kejadian yang menjungkir-balikkan akal sehat dan menyakiti nurani dan rasa keadilan kami sebagai rakyat di era rezim saat ini.

Ada beberapa cerita menarik yang kami alami sepanjang pagi sampai siang kemarin. Pertama, sewaktu kami menyambung perjalanan ke GBK dari halte busway di Kebayoran Lama menggunakan bajaj.

Lihat juga: Cerita Yunus Yosfiah tentang Prabowo Subianto

Karena terburu-buru tanpa sempat tawar menawar ongkos, kami langsung duduk dan minta diantarkan sedekat mungkin ke kawasan GBK di Senayan, dan ajaibnya Pak Man nama pengemudi bajaj yang belakangan kami ketahui tanpa banyak bertanya langsung tancap gas meliuk-liuk mengambil jalan-jalan tikus  untuk menghindari jalan-jalan protokol yang sedang ditutup untuk sterilisasi.

Gelombang Perubahan - Berbagai unsur masyarakat menyemut hadiri Kampanye Prabowo di Stadion GBK, 7 April lalu. (foto: ist/palontaraq)

Gelombang Perubahan – Berbagai unsur masyarakat menyemut hadiri Kampanye Prabowo di Stadion GBK, 7 April lalu. (foto: ist/palontaraq)

Sambil mengemudikan bajajnya dan ditingkahi raungan suara khas dari knalpot bajaj, Pak Man bertanya ;
👮‍♂️ : “Mau ikut kampanye Prabowo ya Pak?” Lalu saya jawab ;
👨‍💼 : “Iya pak, cuman kami terlambat dan kesiangan..”
👮‍♂️ : “Saya juga dari sana pak tadi malam dari jam 3 pagi ikut bermunajat dan pulang setelah shubuh berjamaah, karena saya harus narik untuk cari makan anak isteri…”

Dukkkkk…. serasa tersentuh hati saya mendengar cerita beliau… Belum sempat saya berikan respons, Beliau melanjutkan :

👮‍♂️ : “Saya sebetulnya ingin ikut sampai selesai Pak, ingin mendengar langsung orasi dan janji-janji Pak Prabowo, tapi karena saya harus narik untuk cari duit buat bayaran sekolah anak bungsu saya yang mau ujian besok…”

👨‍💼 : “Nggak apa-apa pak, mencari nafkah buat keluarga adalah hal yang paling utama. Bapak tidak usah ragu dan galau dengan janji-janji Beliau, do’akan saja dan pastikan di TPS nanti Bapak pilih 02 agar membuka jalan Pak Prabowo dan Sandi untuk merealisasikan janji-janjinya….” timpal saya.

👮‍♂️: “Iya pak, Insya Allah saya dan keluarga juga kawan2 pengemudi bajaj yang lain sudah bertekad untuk andil dalam perubahan…” jawabnya., “Semoga pak Prabowo tidak ingkar janji seperti pemimpin-pemimpin yang sekarang…” lanjutnya

👨‍💼 : ” Aamiin Pak… harapan Bapak itu sama perais dengan harapan puluhan juta rakyat Indonesia yanv lainnya.

Tidak terasa bajaj sudah sampai di kawasan Hang Lekir menuju bundaran senayan, dan Pak Man menghentikan bajajnya sambil berkata:

👮‍♂️: “Maaf pak, saya hanya bisa sampai sini, udah nggak bisa lebih dekat lagi…” dengan mimik muka menyesal.
👨‍💼 ; ” oh iya, nggak apa2 pak, teima kasih..”jawab saya sambil mengambil dompet di saku celana, lalu saya tanya, “Berapa pak?”

Kang pengemudi bajaj dan ustadz Asep. (foto: fb BPN/palontaraq)

Pak Man, pengemudi bajaj dan ustadz Asep. (foto: fb BPN/palontaraq)

Luar Biasa… Pak Man menolak untuk dibayar atas jasanya mengantarkan kami ke kawasan Senayan, seraya berkata, “Nggak usah pak, nggak usah bayar, saya  ikhlas dan hanya ini mungkin yang bisa saya sumbang secara tdk langsung untuk mendukung Bapak, tolong sampaikan saja ke Pak Prabowo dan Bang Sandi agar komit dengan janji-janjinya…” ucapnya.

Saya tertegun dan terharu dengan apa yang Pak Man katakan, seorang pengemudi bajaj yang mungkin tidak sempat mengenyam pendidikan terlalu tinggi tapi mampu membaca dan merasakan keadaaan negara saat ini. Dan keinginan kuatnya untuk ikut andil berkontribusi dalam semangat Perubahan.

Sambil bersalaman dan menyelipkan 2 lembar uang berwarna merah ke dalam geggaman tangannya, saya beranjak setengah berlari dan menggandeng tangan isteri saya. Samar-samar saya dengar pak Man berterriak, “Pak…pak ini banyak banget…”

Lihat juga: Bila Prabowo kalah, Akan Sulit bagi Pribumi Bangkit

Sekilas saya menoleh dan tersenyum sambil mengacungkam salam dua jari dan berkata dalam hati, “Nggak apa-apa pak Man, saya juga ikhlas… dan saya mohon izin membagikan cerita ini sebagai bahan penyemangat dan inspirasi bagi rakyat yang sama-sama ingin perubahan……”

Mantan Jokowi juga hadir dalam Kampanye Prabowo di Stadion GBK. (foto: ist/palontaraq)

Mantan Jokowi juga hadir dalam Kampanye Prabowo di Stadion GBK. (foto: ist/palontaraq)

PS: untuk teman-teman yang punya akses ke ring-1 nya pak Prabowo Sandi, mohon bantuannya untuk menyampaikan dan mengabarkan besarnya harapan rakyat kecil seperti Pak Man ini….Lihat bagaimana senyum dan optimisme orang2 seperti Pak Man ini jangan sia-siakan dan khianati keikhlasan pengorbanan mereka.

#SalamDuaJari #SalamPrabowoSandi

 

 

Like it? Share it!

Leave A Response