Oleh: M. Farid Wajdi, S.H.i
PALONTARAQ.ID – SEORANG pria membabi buta menembaki jamaah Masjid Al Noor di kota Chrischurcvh, Selandia Baru saat Shalat Jumat (15/3/2019), Pekan lalu.
Allah berfirman, “Engkau akan temukan orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah Orang-orang Yahudi dan Orang-orang musyrik.” (QS. Al-Ma’idah: 82)
Al Qur’an terbukti benar. Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.”Siapa sebenarnya Teroris itu? Yang pasti bukan Islam dan muslim! Tapi mengapa banyak media yang sedikit-sedikit menyudutkan Islam?” tanyanya.
Buat Media Mainstream yang gagal paham, ketahuilah bahwa dalam Sejarah Dunia, banyak manusia yang tidak berdosa telah menjadi korban pembunuhan (genosida) secara brutal, diantaranya oleh :
1. Hitler. Apakah Anda tahu siapa dia? Hitler adalah seorang Kristen, namun media tidak akan pernah memanggil dia dengan nama “Teroris Kristen”.
2. Joseph Stalin disebut sebagai Paman Joe. Dia telah membunuh 20 juta manusia termasuk 14,5 juta yang mati kelaparan. Apakah dia seorang Muslim? Bukaann…!
3. Mao Tse Tsung (Cina). Dia telah membunuh 14-20 juta manusia. Apakah dia seorang Muslim? Bukaann….. !
4. Benito Mussolini (Italia). Dia telah membunuh 400 ribu manusia. Apakah dia seorang Muslim? Bukaannn…!
5. Ashoka dalam Pertempuran Kalinga. Dia telah membunuh 100 ribu manusia.
Apakah dia seorang Muslim? Lagi-lagi, bukaann…!
6. Embargo yang dimasukkan oleh George W Bush di Irak, 1/2 juta anak telah tewas di Irak saja !!!
Bayangkan! Mereka diatas tidak pernah disebut Teroris oleh Media. Mengapa Hari ini sebagian Besar “Non Muslim” takut dengan mendengar kata-kata Jihad, yang dalam Bahasa Arab berasal dari akar kata “Jahada”, berarti “berjuang atau bersungguh-sungguh” melawan kejahatan dan ketidakadilan. Itu tidak berarti membunuh orang tidak berdosa.
Perbedaannya adalah seorang muslim berdiri “melawan kejahatan”, bukan dalam pihak melakukan kejahatan. Meski begitu, masih ada juga golongan kafir dan munafikin berpikir bahwa Islam adalah masalah, karena itu segala kegiatan “radikal” yang dilakukannya harus dicap sebagai teroris.
Mari kita renungkan dan pikirkan baik-baik, bahwa adalah kenyataan Perang Dunia Pertama, 17 juta orang mati, Perang Dunia Kedua, 50-55 Juta orang mati, Bom Atom Nagasaki, Perang di Vietnam, lebih dari 5 juta orang mati, Semua pelaku dan sebab perang/pembantaian (genosida) tersebut disebabkan oleh kaum kafir (Non Muslim)
Tak hanya sampai disitu, Perang yang terjadi di Bosnia dan Kosovo yang mengakibatkan lebih dari 5,000,000 orang mati, Perang di Irak (sejauh ini) 12.000.000 kematian, Konflik dan perang di Afghanistan, Irak, Palestina, Burma, dan lain-lain serta di Kamboja 1975-1979 yang mengakibatkan kurang lebih 3 juta orang mati, kesemuanya disebabkan oleh non Muslim.
Seorang Muslim bukanlah Teroris dan Teroris bukanlah seorang muslim. Teroris yang sesungguhnya adalah semua pelaku kejahatan perang dan pelanggar HAM berat yang telah disebutkan diatas. “The Real Terrorist not a moslem”. Lalu, label teroris itu untuk siapa?
Label “Teroris” yang ditujukan kepada Islam dan Muslim itu sebenarnya digunakan untuk melindungi teroris yang sebenarnya. Siapa mereka? Tentu saja mereka adalah negara dan golongan yang haus kekayaan alam negara lain, yang merasa diri “polisi dunia”, perampok tanah palestina, kaum kafirin dan munafikin, serta yahudi laknatullah. (*)


